Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Pamekasan
Hubungan Budaya Kerja Kementerian Keuangan dengan Kinerja Pegawai

Hubungan Budaya Kerja Kementerian Keuangan dengan Kinerja Pegawai

Sujiana
Selasa, 21 Juli 2026 |   8 kali

Budaya kerja di sebuah organisasi memainkan peranan penting dalam menentukan kinerja setiap pegawai, termasuk di Kementerian Keuangan. Sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan negara, Kementerian Keuangan tidak hanya memerlukan pegawai yang kompeten secara teknis, tetapi juga pegawai yang berkomitmen terhadap budaya kerja yang baik. Artikel ini akan membahas bagaimana budaya kerja di Kementerian Keuangan dapat memengaruhi kinerja pegawai.

Budaya kerja dapat didefinisikan sebagai nilai-nilai, norma, dan praktik yang dipegang bersama oleh anggota suatu organisasi. Di Kementerian Keuangan, budaya kerja yang kuat dan positif mencakup integritas, akuntabilitas, transparansi, dan kolaborasi. Pengertian budaya kerja Kementerian Keuangan merupakan sekumpulan nilai, perilaku, dan kebiasaan yang menjadi pedoman seluruh insan Kementerian Keuangan dalam menjalankan tugas dan fungsi. Budaya tersebut tidak hanya bertujuan membangun karakter pegawai, tetapi juga memastikan setiap pekerjaan dilakukan secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

 

Budaya Kerja Kementerian Keuangan

Budaya kerja Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berlandaskan pada nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) serta 5 (lima) nilai utama yaitu Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan yang secara langsung mendorong peningkatan kinerja pegawai melalui transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan prima.. Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Nomor 127/KMK.01/2013 Tentang Program Budaya di Lingkungan Kementerian Keuangan Tahun 2013, terdapat 5 (lima) program budaya Kementerian Keuangan, yaitu sebagai berikut:

1.     Satu Informasi Setiap Hari

Seluruh Pegawai Negeri Sipil dan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Keuangan (Pegawai Kementerian Keuangan) mencari informasi yang positif dan membaginya (sharing) dengan Pegawai Kementerian Keuangan lainnya untuk pengetahuan bersama.

2.     Dua Menit Sebelum Jadwal

Melatih, membiasakan dan menumbuhkan kedisiplinan seluruh Pegawai Kementerian Keuangan dengan hadir di ruang/tempat rapat 2 (dua) menit sebelum rapat di mulai sesuai jadual, guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi rapat.

3.     Tiga Salam Setiap Hari

Mendorong seluruh Pegawai Kementerian Keuangan terbiasa memberikan pelayanan terbaik dan bersikap sopan serta santun, dengan memberikan salam sesuai dengan waktunya, yaitu selamat pagi, selamat siang dan selamat sore.

4.     Rencanakan, Kerjakan, Monitor dan Tindaklanjuti

Seluruh Pegawai Kementerian Keuangan dalam melaksanakan tugas sehari-hari menerapkan etos kerja dan prinsip manajemen/organisasi yang baik, dengan senantiasa membuat perencanaan terlebih dahulu, mengerjakan hingga tuntas, memantau dan mengevaluasi proses dan hasil terhadap sasaran dan spesifikasi dan melaporkan hasilnya, dan menindaklanjuti hasil untuk membuat perbaikan.

5.     Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin

Untuk mendorong tumbuhnya kesadaran, keyakinan, dan kepedulian Pegawai Kementerian Keuangan akan pentingnya penataan ruang kantor dan dokumen kerja yang ringkas, rapi, resik/bersih melalui perawatan yang dilakukan secara rutin, agar tercipta lingkungan kerja yang nyaman guna meningkatkan etos kerja dan semangat berkarya.

 

Hubungan Budaya Kerja dengan Kinerja Pegawai

Kinerja pegawai merupakan hasil kerja yang dicapai berdasarkan target yang telah disepakati dalam Manajemen Kinerja. Namun, pencapaian target tersebut tidak akan optimal apabila tidak didukung oleh budaya kerja yang kuat.

Budaya kerja memberikan arah mengenai bagaimana target dicapai, sedangkan manajemen kinerja mengukur apa yang harus dicapai. Dengan kata lain, keduanya saling melengkapi. Hubungan antara budaya kerja dengan kinerja pegawai dapat dijelaskan sebagai berikut.

1.     Integritas dan Kedisiplinan - Meningkatkan Kualitas Kinerja

Pegawai yang menjunjung tinggi integritas akan melaksanakan pekerjaan secara jujur, bertanggung jawab, dan sesuai ketentuan. Hasil kerja menjadi lebih dapat dipercaya, meminimalkan kesalahan, serta meningkatkan akuntabilitas organisasi. Selain itu juga  bisa membangun kepercayaan antara pegawai, atasan, dan para pemangku kepentingan sehingga proses kerja menjadi lebih efektif. Dengan adanya integritas dan kedispilinan, pegawai dapat menghindari penyimpangan dengan bekerja berdasarkan kesadaran moral. Pegawai juga didorong untuk menjaga komitmen, bertanggung jawab penuh atas tugas, dan menolak segala bentuk pelanggaran demi akuntabilitas.

 

2.     Profesionalisme dan Kompetensi - Mendorong Pencapaian Target

Budaya profesional mendorong pegawai untuk terus meningkatkan kompetensi, menguasai pekerjaan, serta menyelesaikan tugas tepat waktu dengan kualitas terbaik. Pegawai yang profesional tidak hanya fokus menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga mencari cara yang lebih efektif dan efisien dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Selain itu, pegawai Kemenkeu dituntut untuk terus mengasah kemampuan dan meluangkan waktu untuk pengembangan diri. Kinerja dipacu melalui penerapan manajemen kinerja seperti dialog kinerja dan pemberian umpan balik berkala.

 

3.     Sinergi - Mempercepat Penyelesaian Pekerjaan

Sebagian besar target organisasi tidak dapat dicapai secara individual. Kolaborasi antarpegawai, antarunit, bahkan antarinstansi menjadi kunci keberhasilan. Budaya sinergi menciptakan komunikasi yang terbuka, saling mendukung, dan menghilangkan sekat organisasi sehingga penyelesaian pekerjaan menjadi lebih cepat dan berkualitas. Selain itu, sinergi juga menyatukan keragaman latar belakang dari generasi Baby Boomers hingga Gen Z melalui kolaborasi. Sikap saling memahami dan menghargai pendapat rekan kerja berkontribusi besar terhadap efektivitas dan pencapaian target organisasi.

 

4.     Pelayanan Prima dan Budaya Kaizen– Menjadi Ukuran Keberhasilan

Sebagai institusi pengelola keuangan negara, Kementerian Keuangan memberikan layanan kepada berbagai pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal. Budaya pelayanan mendorong setiap pegawai untuk memberikan layanan yang cepat, tepat, ramah, dan solutif. Dampaknya adalah meningkatnya kepuasan pengguna layanan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Kementerian Keuangan. Komitmen untuk terus-menerus melakukan perbaikan (Kaizen) secara bertahap melalui tindakan kecil, berdampak positif pada kepuasan kerja dan produktivitas. Pegawai terbiasa memberikan layanan terbaik dengan sikap sopan dan santun kepada masyarakat maupun stakeholder.

 

5.     Kesempurnaan - Melahirkan Perbaikan Berkelanjutan

Budaya kerja yang berorientasi pada kesempurnaan mendorong pegawai untuk tidak cepat puas terhadap hasil yang dicapai. Pegawai terus melakukan evaluasi, belajar dari pengalaman, serta melakukan inovasi agar kualitas proses dan hasil kerja semakin baik dari waktu ke waktu.

 

Penerapan Manajemen Kinerja di Kementerian Keuangan tidak hanya menilai capaian indikator kinerja, tetapi juga memperhatikan bagaimana pegawai menunjukkan perilaku kerja selama proses pencapaian target. Budaya kerja menjadi pedoman dalam menunjukkan perilaku tersebut. Pegawai yang mampu menginternalisasikan nilai-nilai budaya kerja akan lebih mudah menyusun target yang selaras dengan tujuan organisasi, berkolaborasi dengan rekan kerja dan atasan, menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu dan berkualitas, beradaptasi terhadap perubahan, dan memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi organisasi. Dengan demikian, budaya kerja tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi faktor yang memperkuat keberhasilan implementasi Manajemen Kinerja.

Budaya organisasi tidak terbentuk hanya melalui kebijakan atau slogan yang dipasang di lingkungan kantor. Budaya tumbuh dari perilaku sehari-hari seluruh pegawai. Hal-hal sederhana seperti datang tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan sesuai komitmen, membantu rekan kerja, terbuka terhadap masukan, serta terus belajar merupakan bentuk nyata penerapan budaya kerja. Ketika perilaku positif tersebut dilakukan secara konsisten oleh seluruh pegawai, maka akan terbentuk budaya organisasi yang kuat dan pada akhirnya menghasilkan kinerja organisasi yang semakin unggul.

 

 

Sumber:

KMK 127/KMK.01/2013 tentang Program Budaya di Lingkungan Kementerian Keuangan

KMK 127/KMK.01/2026 tentang Manajemen Kinerja di Lingkungan Kementerian Keuangan

https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/barabai/id/profil/budaya-organisasi/budaya-kemenkeu.html

https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/jakarta2/id/profil/nilai-budaya-organisasi/budaya-organisasi-kemenkeu.html


Penulis : Marlita Dewanti

 

 

 

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon