Hubungan Budaya Kerja Kementerian Keuangan dengan Kinerja Pegawai
Sujiana
Selasa, 21 Juli 2026 |
8 kali
Budaya
kerja di sebuah organisasi memainkan peranan penting dalam menentukan kinerja
setiap pegawai, termasuk di Kementerian Keuangan. Sebagai institusi yang
bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan negara, Kementerian Keuangan tidak
hanya memerlukan pegawai yang kompeten secara teknis, tetapi juga pegawai yang
berkomitmen terhadap budaya kerja yang baik. Artikel ini akan membahas
bagaimana budaya kerja di Kementerian Keuangan dapat memengaruhi kinerja
pegawai.
Budaya
kerja dapat didefinisikan sebagai nilai-nilai, norma, dan praktik yang dipegang
bersama oleh anggota suatu organisasi. Di Kementerian Keuangan, budaya kerja
yang kuat dan positif mencakup integritas, akuntabilitas, transparansi, dan
kolaborasi. Pengertian budaya kerja Kementerian Keuangan merupakan sekumpulan
nilai, perilaku, dan kebiasaan yang menjadi pedoman seluruh insan Kementerian
Keuangan dalam menjalankan tugas dan fungsi. Budaya tersebut tidak hanya
bertujuan membangun karakter pegawai, tetapi juga memastikan setiap pekerjaan
dilakukan secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
Budaya Kerja Kementerian
Keuangan
Budaya
kerja Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berlandaskan pada nilai-nilai dasar ASN
BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal,
Adaptif, dan Kolaboratif) serta 5 (lima) nilai utama yaitu Integritas,
Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan yang secara langsung
mendorong peningkatan kinerja pegawai melalui transparansi, akuntabilitas, dan
pelayanan prima.. Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Nomor 127/KMK.01/2013
Tentang Program Budaya di Lingkungan Kementerian Keuangan Tahun 2013, terdapat
5 (lima) program budaya Kementerian Keuangan, yaitu sebagai berikut:
1. Satu Informasi Setiap Hari
Seluruh Pegawai Negeri Sipil dan Calon Pegawai Negeri Sipil
Kementerian Keuangan (Pegawai Kementerian Keuangan) mencari informasi yang
positif dan membaginya (sharing) dengan Pegawai Kementerian Keuangan lainnya
untuk pengetahuan bersama.
2. Dua Menit Sebelum Jadwal
Melatih, membiasakan dan menumbuhkan kedisiplinan seluruh Pegawai
Kementerian Keuangan dengan hadir di ruang/tempat rapat 2 (dua) menit sebelum
rapat di mulai sesuai jadual, guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi
rapat.
3. Tiga Salam Setiap Hari
Mendorong seluruh Pegawai Kementerian Keuangan terbiasa memberikan
pelayanan terbaik dan bersikap sopan serta santun, dengan memberikan salam
sesuai dengan waktunya, yaitu selamat pagi, selamat siang dan selamat sore.
4. Rencanakan, Kerjakan, Monitor dan
Tindaklanjuti
Seluruh Pegawai Kementerian Keuangan dalam melaksanakan tugas sehari-hari
menerapkan etos kerja dan prinsip manajemen/organisasi yang baik, dengan
senantiasa membuat perencanaan terlebih dahulu, mengerjakan hingga tuntas,
memantau dan mengevaluasi proses dan hasil terhadap sasaran dan spesifikasi dan
melaporkan hasilnya, dan menindaklanjuti hasil untuk membuat perbaikan.
5. Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin
Untuk mendorong tumbuhnya kesadaran, keyakinan, dan kepedulian Pegawai
Kementerian Keuangan akan pentingnya penataan ruang kantor dan dokumen kerja
yang ringkas, rapi, resik/bersih melalui perawatan yang dilakukan secara rutin,
agar tercipta lingkungan kerja yang nyaman guna meningkatkan etos kerja dan
semangat berkarya.
Hubungan Budaya Kerja
dengan Kinerja Pegawai
Kinerja
pegawai merupakan hasil kerja yang dicapai berdasarkan target yang telah
disepakati dalam Manajemen Kinerja. Namun, pencapaian target tersebut tidak
akan optimal apabila tidak didukung oleh budaya kerja yang kuat.
Budaya
kerja memberikan arah mengenai bagaimana target dicapai, sedangkan
manajemen kinerja mengukur apa yang harus dicapai. Dengan kata lain,
keduanya saling melengkapi. Hubungan antara budaya kerja dengan kinerja pegawai
dapat dijelaskan sebagai berikut.
1.
Integritas
dan Kedisiplinan - Meningkatkan Kualitas Kinerja
Pegawai
yang menjunjung tinggi integritas akan melaksanakan pekerjaan secara jujur,
bertanggung jawab, dan sesuai ketentuan. Hasil kerja menjadi lebih dapat
dipercaya, meminimalkan kesalahan, serta meningkatkan akuntabilitas organisasi.
Selain itu juga bisa membangun
kepercayaan antara pegawai, atasan, dan para pemangku kepentingan sehingga
proses kerja menjadi lebih efektif. Dengan adanya integritas dan kedispilinan,
pegawai dapat menghindari penyimpangan dengan bekerja berdasarkan kesadaran
moral. Pegawai juga didorong untuk menjaga komitmen, bertanggung jawab penuh
atas tugas, dan menolak segala bentuk pelanggaran demi akuntabilitas.
2.
Profesionalisme
dan Kompetensi - Mendorong Pencapaian Target
Budaya
profesional mendorong pegawai untuk terus meningkatkan kompetensi, menguasai
pekerjaan, serta menyelesaikan tugas tepat waktu dengan kualitas terbaik. Pegawai
yang profesional tidak hanya fokus menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga mencari
cara yang lebih efektif dan efisien dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Selain itu, pegawai Kemenkeu dituntut untuk terus mengasah kemampuan dan
meluangkan waktu untuk pengembangan diri. Kinerja dipacu melalui penerapan
manajemen kinerja seperti dialog kinerja dan pemberian umpan balik berkala.
3.
Sinergi
- Mempercepat Penyelesaian Pekerjaan
Sebagian
besar target organisasi tidak dapat dicapai secara individual. Kolaborasi
antarpegawai, antarunit, bahkan antarinstansi menjadi kunci keberhasilan. Budaya
sinergi menciptakan komunikasi yang terbuka, saling mendukung, dan
menghilangkan sekat organisasi sehingga penyelesaian pekerjaan menjadi lebih
cepat dan berkualitas. Selain itu, sinergi juga menyatukan keragaman latar
belakang dari generasi Baby Boomers hingga Gen Z melalui kolaborasi.
Sikap saling memahami dan menghargai pendapat rekan kerja berkontribusi besar
terhadap efektivitas dan pencapaian target organisasi.
4.
Pelayanan
Prima dan Budaya Kaizen– Menjadi Ukuran Keberhasilan
Sebagai
institusi pengelola keuangan negara, Kementerian Keuangan memberikan layanan
kepada berbagai pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal. Budaya
pelayanan mendorong setiap pegawai untuk memberikan layanan yang cepat, tepat,
ramah, dan solutif. Dampaknya adalah meningkatnya kepuasan pengguna layanan
sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Kementerian Keuangan. Komitmen
untuk terus-menerus melakukan perbaikan (Kaizen) secara bertahap melalui
tindakan kecil, berdampak positif pada kepuasan kerja dan produktivitas. Pegawai
terbiasa memberikan layanan terbaik dengan sikap sopan dan santun kepada
masyarakat maupun stakeholder.
5.
Kesempurnaan
- Melahirkan Perbaikan Berkelanjutan
Budaya
kerja yang berorientasi pada kesempurnaan mendorong pegawai untuk tidak cepat
puas terhadap hasil yang dicapai. Pegawai terus melakukan evaluasi, belajar
dari pengalaman, serta melakukan inovasi agar kualitas proses dan hasil kerja
semakin baik dari waktu ke waktu.
Penerapan
Manajemen Kinerja di Kementerian Keuangan tidak hanya menilai capaian indikator
kinerja, tetapi juga memperhatikan bagaimana pegawai menunjukkan perilaku kerja
selama proses pencapaian target. Budaya kerja menjadi pedoman dalam menunjukkan
perilaku tersebut. Pegawai yang mampu menginternalisasikan nilai-nilai budaya
kerja akan lebih mudah menyusun target yang selaras dengan tujuan organisasi, berkolaborasi
dengan rekan kerja dan atasan, menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu dan
berkualitas, beradaptasi terhadap perubahan, dan memberikan kontribusi yang
berkelanjutan bagi organisasi. Dengan demikian, budaya kerja tidak berdiri
sendiri, melainkan menjadi faktor yang memperkuat keberhasilan implementasi
Manajemen Kinerja.
Budaya
organisasi tidak terbentuk hanya melalui kebijakan atau slogan yang dipasang di
lingkungan kantor. Budaya tumbuh dari perilaku sehari-hari seluruh pegawai. Hal-hal
sederhana seperti datang tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan sesuai komitmen,
membantu rekan kerja, terbuka terhadap masukan, serta terus belajar merupakan
bentuk nyata penerapan budaya kerja. Ketika perilaku positif tersebut dilakukan
secara konsisten oleh seluruh pegawai, maka akan terbentuk budaya organisasi
yang kuat dan pada akhirnya menghasilkan kinerja organisasi yang semakin
unggul.
Sumber:
KMK 127/KMK.01/2013 tentang Program
Budaya di Lingkungan Kementerian Keuangan
KMK 127/KMK.01/2026 tentang
Manajemen Kinerja di Lingkungan Kementerian Keuangan
https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/barabai/id/profil/budaya-organisasi/budaya-kemenkeu.html
Penulis : Marlita Dewanti
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |