Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Pamekasan
Kerangka Kerja Sistem Manajemen Kinerja

Kerangka Kerja Sistem Manajemen Kinerja

Evisari Eresti Melani
Selasa, 10 Maret 2026 |   70 kali

Dalam pelaksanaan manajemen kinerja, dibutuhkan sistem manajemen kinerja yang memiliki  peran krusial dalam mengoptimalkan kinerja karyawan dan mencapai tujuan organisasi. Sistem ini melibatkan serangkaian proses dan praktik yang dirancang untuk mengukur, mengevaluasi, dan mengelola kinerja individu, tim, dan organisasi secara keseluruhan. Sistem Manajemen Kinerja melibatkan serangkaian tahapan yang dirancang untuk memastikan bahwa proses manajemen kinerja berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang diharapkan, dilaksanakan sesuai tahapan sebagai berikut.


1.    Perumusan sistem manajemen kinerja

Perumusan sistem manajemen kinerja merupakan kebijakan, prosedur, dan praktik manajemen kinerja yang bersifat sistematis. Perumusan Sistem manajemen kinerja merupakan kebijakan, prosedur, dan praktik manajemen kinerja yang bersifat sistematis yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan.


2.    Implementasi manajemen kinerja

Implementasi manajemen kinerja berlaku bagi organisasi dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Keuangan, dengan mengacu pada ketentuan nasional  terkait dengan pengelolaan kinerja. Pelaksanaan implementasi manajemen kinerja tersebut sebagai berikut.

a.    Perencanaan kinerja

1)    Perencanaan kinerja organisasi, yang meliputi penyusunan dan penetapan Perjanjian Kinerja yang selanjutnya disebut PK

2)    Perencanaan kinerja pegawai, yang meliputi penyusunan dan penetapan Sasaran Kinerja Pegawai yang selanjutnya disebut SKP

b.    Pelaksanaan kinerja

Merupakan proses pencapaian target kinerja, pemantauan, pembinaan dan perubahan perencanaan kinerja sesuai kesepakatan

c.     Evaluasi kinerja

1)    Penilaian kinerja organisasi dengan output:

a)    Nilai Kinerja Organisasi yang selanjutnya disingkat NKO

b)    Nilai Kinerja Organisasi berdasarkan Kualitas Komitmen Kinerja yang selanjutnya disebut NKO K3;

c)    Predikat kinerja organisasi

2)    Penilaian kinerja pegawai dengan output berupa:

a)    Nilai Kinerja Pegawai yang selanjutnya disingkat NKP

b)    Predikat kinerja pegawai.

d.    Pelaporan dan pemanfaatan

1)    Pelaporan kinerja organisasi yang terdiri atas:

·         Penetapan NKO dan NKO K3

·         Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

2)    Pelaporan kinerja Pegawai yang terdiri atas:

·         Penetapan NKP

·         Penetapan Predikat Kinerja Pegawai

3)    Pemanfaatan

·         Penghargaan

·         Pemberian insentif dan/atau tunjangan lain;

·         Sanksi

Yang dapat diberikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan/atau ketentuan yang berlaku di  lingkungan Kementerian Keuangan.

 

3.    Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem manajemen kinerja

Merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menyempurnakan sistem manajemen kinerja di lingkungan Kementerian Keuangan. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi dimaksud dapat dilakukan oleh:

a.    Internal Kementerian Keuangan

1)    Reviu Manajemen Kinerja

Merupakan kegiatan pemantauan dan evaluasi/penelaahan terhadap keseluruhan rangkaian manajemen kinerja. Reviu manajemen kinerja dilakukan secara sampling pada setiap level implementasi manajemen kinerja, mulai dari Kemenkeu—One sampai dengan Kemenkeu—Five, baik pada kantor pusat maupun pada kantor vertikal di daerah. Kegiatan ini dilakukan secara berjenjang oleh pengelola kinerja pada level di atasnya dan dapat bekerja sama dengan unit lain yang terkait.

2)    Evaluasi AKIP Mandiri

Evaluasi AKIP mandiri dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan.

b.    Eksternal Kementerian Keuangan

Bentuk pemantauan dan evaluasi atas implementasi sistem manajemen kinerja yang dilakukan eksternal Kementerian antara lain:

1)    Evaluasi AKIP oleh KemenPAN—RB

2)    Evaluasi yang dilakukan pihak independen lainnya.


Dengan adanya sistem manajemen kinerja, diharapkan kinerja pegawai dapat meningkat sehingga bisa mencapai tujuan organisasi. Selain itu, juga untuk meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara karyawan dan manajemen. Melalui proses evaluasi dan umpan balik yang terstruktur, karyawan dan manajemen dapat saling berinteraksi, berdiskusi tentang kinerja, dan merencanakan tindakan perbaikan secara bersama-sama. Sistem manajemen kinerja ini juga bertujuan untuk mendorong motivasi dan keterlibatan karyawan. Dengan memberikan penghargaan dan pengakuan atas kinerja yang baik, serta memberikan kesempatan pengembangan dan pertumbuhan, sistem ini menciptakan lingkungan kerja yang positif yang memotivasi karyawan untuk memberikan yang terbaik dan terlibat secara aktif dalam pencapaian tujuan organisasi.


Secara keseluruhan, tujuan utama dari Sistem Manajemen Kinerja adalah menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan karyawan, meningkatkan kinerja individu dan tim, serta mendorong keberhasilan organisasi secara keseluruhan.

Sumber:

https://www.talenta.co/blog/kenali-manfaat-sistem-manajemen-kinerja/

KMK 300/KMK.01/2022 tentang Manajemen Kinerja di Lingkungan Kementerian Keuangan



Penulis :

Marlita Dewanti




Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Foto Terkait Artikel

Floating Icon