Realisasi APBN Regional Provinsi Sulteng s.d. 30 September 2025 : APBN dalam Kerangka Stabilisasi dan Akselerasi Pembangunan
Rahmadhani Puspa Dewi
Jum'at, 31 Oktober 2025 |
46 kali
Palu, Oktober 2025
Perekonomian Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan
ketahanan dan optimisme di tengah dinamika ekonomi global. Hingga triwulan III
tahun 2025, ekonomi Sulawesi Tengah berhasil tumbuh 7,95 persen (year-on-year), lebih
tinggi dibandingkan nasional, dengan struktur ekonomi yang kian kuat dan
inklusif. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor pertambangan, industri
pengolahan, serta sektor perdagangan dan konstruksi yang tetap ekspansif,
seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat dan ekspor komoditas unggulan
daerah.
Tingkat inflasi yang telah menurun dari bulan
sebelumnya (4,02 persen yoy menjadi 3,88 persen yoy) menunjukkan usaha
pengendalian inflasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi tengah
menunjukkan hasil positif.
Realisasi APBN Regional Sulawesi Tengah hingga 30
September 2025 mencerminkan kinerja fiskal yang tetap solid dan adaptif.
·
Pendapatan Negara tercatat
sebesar Rp5,76 triliun
atau 76,52 persen dari target,
·
Belanja Negara mencapai Rp16,90 triliun atau 66,36 persen dari target,
·
dengan defisit yang masih terkendali di level Rp11,14 triliun.
Penerimaan perpajakan tumbuh positif berkat
perbaikan sistem administrasi, pemanfaatan PMK
Nomor 81 Tahun 2024 yang memperkuat basis pajak daerah, serta
peningkatan kepatuhan wajib pajak di sektor perdagangan dan jasa. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
juga meningkat, terutama dari aktivitas kehutanan dan pertambangan nikel yang
tetap menjadi andalan ekspor daerah.
Sementara di sisi belanja, pemerintah menjaga
prinsip efisiensi dan ketepatan sasaran. Belanja diarahkan untuk mendukung
prioritas pembangunan nasional, menjaga daya beli masyarakat, dan mempercepat
pemulihan ekonomi melalui program padat karya, bantuan sosial, serta dukungan
infrastruktur dasar.
Hingga September 2025, Transfer
ke Daerah (TKD) terealisasi Rp12,75 triliun (71,45 persen), menunjukkan komitmen
kuat APBN sebagai shock
absorber untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dari sisi APBD Provinsi Sulawesi Tengah, realisasi
hingga September 2025 menunjukkan peran penting fiskal daerah dalam menjaga
momentum ekonomi lokal.
·
Pendapatan Daerah terealisasi
sebesar Rp14,82 triliun (57,67 persen dari target),
·
Belanja Daerah sebesar Rp12,84 triliun (48,16 persen dari target),
·
dengan posisi surplus Rp1,98 triliun.
Penerimaan terbesar masih berasal dari Transfer ke Daerah,
namun Pendapatan Asli
Daerah (PAD) juga tumbuh positif didorong inovasi pemungutan
pajak, digitalisasi layanan publik, serta peningkatan aktivitas ekonomi
masyarakat.
Belanja daerah relatif progresif dengan
realisasi belanja modal yang mulai meningkat di triwulan III seiring percepatan
proyek fisik, termasuk pembangunan jalan penghubung antarwilayah dan
revitalisasi fasilitas kesehatan. Kondisi ini menegaskan komitmen Pemda untuk
menggerakkan ekonomi melalui belanja produktif.
Secara keseluruhan, kinerja ekonomi dan fiskal Sulawesi Tengah hingga triwulan III tahun 2025 menunjukkan arah yang positif, dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat, inflasi yang terkendali, serta pengelolaan fiskal yang semakin berkualitas dan efisien. APBN dan APBD telah berfungsi optimal sebagai instrumen stabilisasi dan pemerataan ekonomi, menopang daya beli masyarakat sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan daerah. Ke depan, sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan, mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkokoh ketahanan fiskal daerah di tengah tantangan ekonomi global.
Foto Terkait Berita