Sistem Manajemen Keamanan Informasi
Arif Yuliono
Jum'at, 22 Maret 2024 |
5892 kali
Sudahkah Anda memastikan agar keamanan sistem
informasi pribadi maupun instansi tetap terjaga? Sistem informasi merupakan
komponen paling penting karena berisi data berharga milik baik instansi pemerintah atau swasta. Anda tentu
harus mengusahakan semaksimal mungkin agar data- data yang tersimpan di dalam
sistem informasi tidak jatuh ke tangan yang salah.
Seiring dengan berkembangnya teknologi, banyak
instansi yang mulai memanfaatkan jaringan komputer untuk menyimpan data
sensitif atau berharga. Alasannya cukup bervariasi, mulai dari kemudahan ketika
mengakses data hingga kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Sayangnya,
manfaat tersebut tidak cukup tanpa adanya keamanan dalam sistem informasi.
Hal- hal yang melatarbelakangi kita sebagai Pegawai Kemenkeu untuk
peduli dan meningkatkan keamanan system informasi yang kita miliki sebagai
berikut:
-
Jumlah Serangan Siber di Indonesia
Semakin meningkat dari tahun ke tahun. BSSN mencatat pada tahun 2019 ada 98,2
juta serangan, selanjutnya pada 2020 ada sebanyak 74,2 juta serangan, dan
terakhir pada tahun 2021 ada 266.741.784 serangan. (Laporan Honeynet Project,
BSSN);
-
Target utama serangan
siber tersebut adalah infrastruktur informasi kritis nasional dan
institusi pemerintah. Kementerian Keuangan sebagai salah satu institusi
pemerintah harus menyadarinya;
-
Tingginya volume transaksi keuangan di Indonesia memancing pihak
lain yang menyebabkan munculnya serangan cyber. Sebagai contoh di Kementerian
Keuangan, Pusintek mencatat Jan-Nov 2023
ada sebanyak 9.351.002 serangan;
-
IT literacy dan information security awareness pegawai Kemenkeu
relatif masih rendah, Masih ditemukan pegawai yang menggunakan email non
kedinasan, tidak mengganti password default, membagi-bagikan password, klik
link dan install aplikasi bebas, tidak install antivirus;
-
Proses Bisnis memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap
sistem aplikasi dan layanan TIK. Misalnya di DJKN ada e-Auction, SIMAN, Nadine,
dll
Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan keamanan
sistem informasi itu? Bagaimana cara menjaga keamanan sistem informasi suatu
instansi agar tetap aman? Cari tahu semua jawabannya dalam penjelasan berikut.
Pengertian Keamanan Sistem Informasi
G. J. Simons mendefinisikan keamanan sistem informasi sebagai langkah
pencegahan terhadap tindakan penipuan pada sistem yang berbasis informasi
berbentuk non-fisik. Namun, bukan hanya penipuan yang harus dicegah, melainkan
bentuk serangan siber lainnya.
Singkatnya, keamanan sistem informasi merupakan prosedur
untuk mencegah pencurian data, akses tidak sah, dan kerusakan terhadap sistem
informasi suatu perusahaan. Ada pun sistem keamanan yang digunakan untuk
melindungi jaringan informasi melibatkan hardware, software, jaringan
komunikasi, dan data dalam komputer
Peribahasa ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’ menjadi
prinsip dasar dalam keamanan sistem informasi. Sayangnya, masih banyak dari
kita yang mengabaikan pentingnya hal ini. Berinvestasi untuk menjaga keamanan
sistem informasi memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun, hal ini
bisa mencegah risiko kerugian bisnis akibat banyaknya biaya yang harus
ditanggung ketika memperbaiki jaringan komputer akibat kerusakan atau
kehilangan data penting.
Pentingnya Keamanan Informasi sebagai upaya melakukan
-
Perlindungan
dari berbagai macam ancaman untuk:
a)
memastikan keberlanjutan bisnis
b)
meminimalisir resiko bisnis, dan
c)
meningkatkan investasi dan peluang bisnis
d)
Menjaga
reputasi dan citra organisasi
-
Perlindungan/proteksi
peralatan komputer, fasilitas, data, dan informasi, baik komputer maupun
non-komputer dari penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak terotorisasi/tidak
berwenang.
Prinsip
Keamanan Informasi

Confidentiality
(Kerahasian)
Melindungi data/informasi
dari akses dan pengungkapan kepada orang-orang yang tidak berwenang.
Integrity
(Keutuhan)
Kepastian bahwa data/informasi
tersebut masih utuh, akurat, dan belum dimodifikasi oleh pihak yang tidak
berhak.
Ketersedian (Availability)
Data dan informasi selalu tersedia bagi pihak-pihak yang memiliki wewenang
untuk mengakses dan menggunakanannya.
Ancaman dan
Permasalahan Keamanan Informasi
Ancaman Keamanan
Informasi dapat dikelompokan sebagai berikut:
·
Ancaman
berdasarkan Jenisnya
-
Ancaman
Alam contohnya banjir,
kebakaran, gempa bumi, dll
-
Ancaman
Manusia contohnya pencurian, virus, cracking, dll
-
Ancaman
Lingkungan contohnya polusi, efek bahan kimia, limbah, dll
·
Ancaman
berdasarkan Sumbernya
-
Internal yaitu ancaman berasal dari dalam organisasi
-
Eksternal yaitu berasal dari luar organisasi
Berbagai
bentuk ancaman keamanan informasi antara lain:
1.
Pencurian akun milik orang lain (identity Theft)
2.
Pembajakan situs web
3.
DOS/DDOS
4.
Phising
5.
Email Spam
6.
Malicious Software/Malware (Ransonware, Spyware,
Adware, Worm, Trojan dll)
Dampak yang
Ditimbulkan
1.
Terganggunya
Operasional Proses Bisnis
misal Nadine down, proses bisnis
persuratan di Kemenkeu terganggu. E-acution down, lelang tidak bisa dilakukan
2.
Rusaknya
Reputasi
Situs rekrutmen Kemenkeu dihack,
reputasi rekrutmen Kemenkeu akan rusak.
3.
Kerugian
Financial
e-Auction down, maka potensi PNBP yang
masuk ke kas negara akan berkurang.
4.
Bocornya
informasi penting ke pihak lain
cracking biasanya disertai kebocoran
data dan informasi ke pihak lainnya. Cracking SIMAN, kebocoran data aset
Pedoman
dan Best Practice Menjaga Keamanan Informasi
Ada
beberapa Langkah untuk menjaga dan mencegah ancaman keamanan informasi sebagai
berikut:

Clean Desk- beberapa Langkah yang perlu dilaksanakan
untuk memastikan clean desk adalah sebagai berikut:
1.
memaksimalkan
upaya penyimpanan berkas dalam bentuk softcopy dan hanya mencetak
dokumen yang benar-benar dibutuhkan bentuk fisiknya;
2.
memastikan
laci yang digunakan untuk menyimpan berkas bersigat terbatas, rahasia dan
sangat rahasia selalu dalam keadaan terkunci apabila sedang ditinggalkan;
3.
tidak
menuliskan kata sandi pada media apapun;
4.
memastikan
meja kerja bersih dari segala macam berkas, dokumen dan kertas sebelum pulang
kerja;
5.
menghancurkan
dokumen cetak yang sudah selesai digunakan;
6.
tidak
meninggalkan dokumen rahasia di mesin scanner atau mesin fotocopi;
7.
tidak
meninggalkan removable media di meja kerja saat meninggalkan ruangan;
8.
segala informasi rahasia yang tertera pada
papan tulis/whiteboard di ruang rapat dihapus sebelm meninggalkan
ruangan.
Clear
Screen, beberapa Langkah yang perlu dilaksanakan
untuk memastikan clear screen adalah sebagai berikut:
1.
Setelah
selesai bekerja atau pada saat meninggalkan perangkat PC/Laptop di meja kerja/
meja APT maka pastikan PC/Laptop ter-lock atau dimatikan secara benar, dan
tutup semua jendela aplikasi ataupun folder window yang terbuka. Matikan PC
setiap selesai bekerja kecuali ada sebab dan keperluan lainnya.
2.
Pada
saat meninggalkan meja kerja dan PC/Laptop dalam keadaan menyala, hal yang
harus selalu dilakukan adalah lock layer PC/ Laptop dengan menekan tombol
Ctrl+Alt+Del kemudian tekan enter dan pilh menu lock this computer atau dengan
menkan tekan tombol Windows+L. Untuk implementasi lock screen juga telah
diterapkan dalam teknologi join domain di lingkungan Kemenkeu.
3.
Mengkonfigurasi
layer dalam keadaan ter-lock dengan tujuan untuk mencegah orang lain yang tidak
berhak untuk menggunakan pc/laptop melalui akun yang sah tetapi juga mencegah
orang lain yang tidak berhak membaca informasi rahasia yang tersimpan dalam
PC/laptop
Pencegahan
1.
Terapkan kebijakan
kata sandi yang baik;
- Menggunakan Kata Sandi yang tidak mudah ditebak;
Menjaga kerahasiaan Kata Sandi;
Mengubah Kata Sandi secara berkala
Tidak menuliskan Kata Sandi dimanapun; dan
Ti tidak menyimpan Kata Sandi dalam berkas elektronik
2.
Update system operasi
dan aplikasi;
3.
Gunakan jaringan yang aman;
4.
Backup data secara periodik;
5.
Browsing dengan aman;
- Pastikan link sesuai
- Jangan asal klik link
yang ada
- Jangan asal install
- Jangan membuka alamat
situs yang tidak jelas
6. Gunakan aplikasi dengan aman;
7.
Gunakan email dengan aman dengan cara
-
Pergunakan email kedinasan Kementerian Keuangan
-
Update password secara berkala dengan kriteria yang aman
-
Jangan membuka attachments dari pengirim yang tidak jelas
-
Jangan masuk milis dan group atau daftar kegiatan diluar kedinasan
dengan menggunakan email kedinasan
-
Jangan sembarangan mengklik link/url. Pergunakan
email dengan bijak, waspada email spam dan phising atau pengirim
tidak jelas
8.
Pakai antivirus;
9.
Gunakan perangkat yang aman.
Referensi
Bahan Ajar Pelatihan Pengetahuan TIK bagi Pejabat Pengelola TIK
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |