Cagar Budaya Sandung Ngabe Soekah
Nenny Susanty
Rabu, 20 Desember 2023 |
1676 kali
Palangka
Raya-Sandung adalah tempat menyimpan tulang manusia yang sudah meninggal dan
beragama Hindu Kaharingan. Bangunan Sandung dibuat khusus hanya untuk satu keluarga
yang satu keturunan. Sebelum peletakan tulang ke dalam Sandung, terlebih dahulu
dilakukan proses upacara Tiwah yang merupakan ritual pengantaran arwah/liaw
menuju surga atau Lewu Tatau.
Ngabe Soekah yang wafat pada tahun 1942, adalah tokoh Dayak yang
dulu pernah ikut berjuang dan menjadi salah satu pendiri Kota Palangka Raya, sebagai
bentuk penghargaan kepada beliau, pada
tanggal 21 Desember 2020 Sandung beliau ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh
Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin dan diberi nama Cagar Budaya Sandung
Ngabe Soekah, yang terletak di pertigaan jalan Darmosugondo, Palangka Raya. Dan
karena Sandung Ngabe Soekah dijadikan sebagai Cagar Budaya, maka untuk
pemeliharaan Sandung menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Palangka Raya.
Dalam sejarahnya Sandung Ngabe Soekah ini pernah mengalami kebakaran
pada 15 November 1988 dan dilakukan pemugaran setahun kemudian. Untuk
melengkapi keindahan Sandung, maka di bawah bangunan Sandung tersebut juga
dipajang sebuah Meriam kecil yang merupakan milik Ngabe Soekah selama menjadi pemimpin Lewu (Kampung) Pahandut, juga ada patung-patung yang di kenal dengan nama Sapundu
Pemerintah kota Palangka Raya berharap, agar masyarakat yang
tinggal di sekitar Sandung, dapat ikut menjaga kelestarian Sandung dari
tangan-tangan usil yang bisa merusak keindahan Sandung, dan bangunan
sekitarnya, serta ikut terlibat dalam hal pemeliharaan dan menjaga kebersihan
sekitar Sandung tersebut, karena selain sebagai cagar budaya, Sandung ini juga
merupakan objek wisata di Palangka Raya.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel