Belajar Manajemen dari Kisah Perjalanan ke Barat mencari Kitab Suci
Rohman Juani
Senin, 31 Januari 2022 |
76133 kali
Untuk generasi 90-an pasti tidak
asing dengan kisah biksu Tong Sam Cong dan ketiga murid nya yaitu Sun Go Kong,
Cu Pat Kai, dan Sha Wu Ching yang melakukan perjalanan ke barat untuk mencari
kitab suci.
Memimpin perusahaan ibarat
memimpin perjalanan ke barat mencari kitab suci. Perjalanan ini senantiasa
panjang. Tantangan yang ditemui bervariasi, siluman yang dihadapi beraneka
ragam, dan demikian pula dengan rekan kerja. Salah satu faktor terpenting yang
menentukan kesuksesan adalah tim yang kita bawa.
Ada karyawan bertipe Sun Go Kong. Si pemecah masalah yang
pintar, sakti, dan berilmu tinggi. Bertindak sebagai carry team. Namun, umumnya siluman ini datang sepaket dengan
keliarannya, seperti sulit diatur, dan kebanyakan polah, seakan butuh panggung
karena sinerginya yang berlebih. Karyawan seperti ini perlu diberi ruang gerak
yang bebas namun dengan batasan yang jelas, seperti memasangkan gelang metal di
kepalanya. Di lingkungan yang tepat, karyawan ini adalah kunci penggerak tim,
innovator yang mampu menjadi pembeda.
Ada karyawan bertipe Cu Pat Kai. Si steet smart bermulut
manis, penjilat yang motivasi pribadinya lebih besar dari motivasinya untuk
organisasi. Orang pertama yang akan menyelamatkan diri sendiri ketika ada
masalah. Terlihat penurut, padahal banyak motif pribadi di belakangnya. Kadang
terlihat malas, namun akan menjadi sangat rajin ketika motivasinya sesuai.
Perlu diketahui motivasi pribadinya terlebih dahulu, untuk dapat mengaturnya
sesuai tujuan perusahaan. Karyawan ini bisa jadi kunci sukses organisasi
mencapai sasaran jangka pendek dan incremental.
Ada karyawan bertipe Sha Wu Ching, Sangat loyal, rajin,
penurut, dan tidak membahayakan atasan dengan polahnya. Karyawan ini tertarik
dengan visi, motivasi, dan ambisi yag moderat. Hal itu saja cukup untuk membuat
mereka bertahan di perusahaan. Terlihat paling menarik untuk dijadikan anak
buah, karena tidak mengganggu kestabilan organisasi. Namun, perlu diketahui
mereka adalah filler. Mayoritas di
pasar kerja. Pekerja keras loyal berkarakter “Yes-Man” yang miskin inovasi.
Mereka adalah kuli yang bekerja berdasar perintah, dan tidak tahu harus apa
bila tidak ada instruksi.
Para manajer adalah Tong Sam Cong. Tong Sam Cong ada bukan untuk
memecahkan problem teknis yang rumit, bukan untuk mencari muka, atau menggarap
administrasi. Tugas utama manajer adalah memastikan tim solid dan fokus. Sam
Cong bertanggung jawab membaca mantra kala Go Kong bertingkah, agar ia bisa
kembali fokus membantu organisasi ke arah yang benar. Sam Cong bertanggung
jawab menjaga Pat Kai mengejar milestones
dan memberinya sense of security agar
tidak terus menerus mengkhawatirkan dirinya sendiri. Sam Cong juga bertanggung
jawab menempatkan Wu Ching diposisi yang akurat, menjaga mereka supaya merasa
tetap dihargai, dan mengarahkan loyalitas ke arah terencana dan menjadi motor
penggerak roda organisasi. Di sini, Tong Sam Cong memegang posisi sentral
sebagai sang nakhoda.
Perjalanan ke barat membutuhkan
ketiganya. Tim yang terdiri dari satu biksu dan tiga Wu Ching akan kesulitan
tatkala terbentur masalah berat, mereka hanya akan duduk ngenes bersama
mengamati kasus-kasus menghantam. Satu tim yang terdiri dari satu biksu dan
tiga Pat Kai akan kesusahan mempertahankan keutuhan. Ketika ada masalah
kompleks semua akan balik kanan menyelamatkan diri masing-masing. Satu tim yang
tersusun dari satu biksu dan dibantu tiga Go Kong akan terlihat seperti sirkus
dan butuh energi luar biasa besar mempertahankan fokus dan keutuhan tim. Perjalanan
ke barat bukanlah hanya untuk dijalankan oleh satu karakter.
Menempatkan Go Kong, Pat Kai, dan
Wu Ching di posisi yang tepat dapat menjadi penentu make or break di sebuah perusahaan. Tidak usah mengeluh kala Go
Kong bertingkah atau Wu Ching tidak memecahkan masalah. Semua punya peran. Perusahaan
butuh Go Kong untuk berinovasi dan mengalahkan kompetitor. Perusahaan butuh Pat
Kai untuk bermanuver dan menutup target jangka pendek. Perusahaan butuh Wu
Ching untuk menjaga kestabilan dan tetap fungsional.
Sumber :
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |