Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Palangkaraya
Belajar Manajemen dari Kisah Perjalanan ke Barat mencari Kitab Suci

Belajar Manajemen dari Kisah Perjalanan ke Barat mencari Kitab Suci

Rohman Juani
Senin, 31 Januari 2022 |   76133 kali

Untuk generasi 90-an pasti tidak asing dengan kisah biksu Tong Sam Cong dan ketiga murid nya yaitu Sun Go Kong, Cu Pat Kai, dan Sha Wu Ching yang melakukan perjalanan ke barat untuk mencari kitab suci.

Memimpin perusahaan ibarat memimpin perjalanan ke barat mencari kitab suci. Perjalanan ini senantiasa panjang. Tantangan yang ditemui bervariasi, siluman yang dihadapi beraneka ragam, dan demikian pula dengan rekan kerja. Salah satu faktor terpenting yang menentukan kesuksesan adalah tim yang kita bawa.

Ada karyawan bertipe Sun Go Kong. Si pemecah masalah yang pintar, sakti, dan berilmu tinggi. Bertindak sebagai carry team. Namun, umumnya siluman ini datang sepaket dengan keliarannya, seperti sulit diatur, dan kebanyakan polah, seakan butuh panggung karena sinerginya yang berlebih. Karyawan seperti ini perlu diberi ruang gerak yang bebas namun dengan batasan yang jelas, seperti memasangkan gelang metal di kepalanya. Di lingkungan yang tepat, karyawan ini adalah kunci penggerak tim, innovator yang mampu menjadi pembeda.

Ada karyawan bertipe Cu Pat Kai. Si steet smart bermulut manis, penjilat yang motivasi pribadinya lebih besar dari motivasinya untuk organisasi. Orang pertama yang akan menyelamatkan diri sendiri ketika ada masalah. Terlihat penurut, padahal banyak motif pribadi di belakangnya. Kadang terlihat malas, namun akan menjadi sangat rajin ketika motivasinya sesuai. Perlu diketahui motivasi pribadinya terlebih dahulu, untuk dapat mengaturnya sesuai tujuan perusahaan. Karyawan ini bisa jadi kunci sukses organisasi mencapai sasaran jangka pendek dan incremental.

Ada karyawan bertipe Sha Wu Ching, Sangat loyal, rajin, penurut, dan tidak membahayakan atasan dengan polahnya. Karyawan ini tertarik dengan visi, motivasi, dan ambisi yag moderat. Hal itu saja cukup untuk membuat mereka bertahan di perusahaan. Terlihat paling menarik untuk dijadikan anak buah, karena tidak mengganggu kestabilan organisasi. Namun, perlu diketahui mereka adalah filler. Mayoritas di pasar kerja. Pekerja keras loyal berkarakter “Yes-Man” yang miskin inovasi. Mereka adalah kuli yang bekerja berdasar perintah, dan tidak tahu harus apa bila tidak ada instruksi.

Para manajer adalah Tong Sam Cong. Tong Sam Cong ada bukan untuk memecahkan problem teknis yang rumit, bukan untuk mencari muka, atau menggarap administrasi. Tugas utama manajer adalah memastikan tim solid dan fokus. Sam Cong bertanggung jawab membaca mantra kala Go Kong bertingkah, agar ia bisa kembali fokus membantu organisasi ke arah yang benar. Sam Cong bertanggung jawab menjaga Pat Kai mengejar milestones dan memberinya sense of security agar tidak terus menerus mengkhawatirkan dirinya sendiri. Sam Cong juga bertanggung jawab menempatkan Wu Ching diposisi yang akurat, menjaga mereka supaya merasa tetap dihargai, dan mengarahkan loyalitas ke arah terencana dan menjadi motor penggerak roda organisasi. Di sini, Tong Sam Cong memegang posisi sentral sebagai sang nakhoda.

Perjalanan ke barat membutuhkan ketiganya. Tim yang terdiri dari satu biksu dan tiga Wu Ching akan kesulitan tatkala terbentur masalah berat, mereka hanya akan duduk ngenes bersama mengamati kasus-kasus menghantam. Satu tim yang terdiri dari satu biksu dan tiga Pat Kai akan kesusahan mempertahankan keutuhan. Ketika ada masalah kompleks semua akan balik kanan menyelamatkan diri masing-masing. Satu tim yang tersusun dari satu biksu dan dibantu tiga Go Kong akan terlihat seperti sirkus dan butuh energi luar biasa besar mempertahankan fokus dan keutuhan tim. Perjalanan ke barat bukanlah hanya untuk dijalankan oleh satu karakter.

Menempatkan Go Kong, Pat Kai, dan Wu Ching di posisi yang tepat dapat menjadi penentu make or break di sebuah perusahaan. Tidak usah mengeluh kala Go Kong bertingkah atau Wu Ching tidak memecahkan masalah. Semua punya peran. Perusahaan butuh Go Kong untuk berinovasi dan mengalahkan kompetitor. Perusahaan butuh Pat Kai untuk bermanuver dan menutup target jangka pendek. Perusahaan butuh Wu Ching untuk menjaga kestabilan dan tetap fungsional.

 

Sumber :

https://id.quora.com/Mana-yang-Anda-pertahankan-karyawan-yang-cerdas-dan-logis-dalam-penyelesaian-masalah-tapi-sering-mengkritik-atau-karyawan-tipe-ABS-bahkan-penjilat-dan-lemah-dalam-penyelesaian-masalah

https://www.instagram.com/ophanda/

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon