KPKNL Padang Tingkatkan Kompetensi Pegawai melalui Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Wujudkan Layanan Inklusif
Endang Sulistyowati
Rabu, 15 Juli 2026 |
90 kali
Dalam rangka meningkatkan
kualitas pelayanan publik yang ramah bagi kelompok rentan, KPKNL Padang bekerja
sama dengan Yayasan Rumah Inklusi Padang menyelenggarakan Sosialisasi Bahasa
Isyarat Dasar bagi seluruh pegawai pada Rabu (15/7) di Aula KPKNL Padang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kepada
masyarakat sekaligus mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas
dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026.
Pelatihan tersebut diikuti oleh
seluruh pegawai dan PPNPN KPKNL Padang, termasuk petugas Pelayanan Terpadu
(Front Office), petugas keamanan, serta tenaga pengemudi yang menjadi garda terdepan
dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, KPKNL
Padang membekali seluruh personel dengan pemahaman dasar bahasa isyarat sebagai
bentuk kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam memberikan layanan yang mudah diakses
oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, khususnya
teman tuli.
Kepala KPKNL Padang, Ahmad
Rustandi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan
tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang ramah
disabilitas, tetapi juga harus diimbangi dengan kesiapan SDM.
Menurutnya, kemampuan dasar berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat menjadi
salah satu kompetensi penting bagi petugas pelayanan agar mampu memberikan
pelayanan yang setara, inklusif, dan tanpa diskriminasi.
"Kami berharap seluruh
pegawai setidaknya memahami dasar-dasar bahasa isyarat sehingga mampu
memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Ke depan, pembelajaran
ini diharapkan dapat terus dikembangkan hingga tingkat yang lebih mahir,"
ujar Ahmad Rustandi.
Sebagai narasumber, Ketua Yayasan
Rumah Inklusi Padang, Pak Danil menyampaikan apresiasi atas komitmen KPKNL Padang dalam
meningkatkan aksesibilitas pelayanan publik bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, perhatian terhadap akses komunikasi bagi teman tuli masih menjadi
tantangan di berbagai instansi pemerintah meskipun penyediaan akses fisik bagi
penyandang disabilitas telah mengalami banyak perkembangan.
Ia menjelaskan bahwa keterbatasan
akses komunikasi sering menjadi kendala bagi teman tuli dalam memperoleh
berbagai layanan publik, mulai dari pengurusan administrasi hingga pemenuhan
hak-hak dasar lainnya. Oleh karena itu, keberadaan petugas yang memahami bahasa
isyarat maupun Juru Bahasa Isyarat (JBI) menjadi kebutuhan penting dalam
mewujudkan pelayanan publik yang inklusif.
Sebagai bentuk dukungan terhadap
upaya tersebut, Yayasan Rumah Inklusi Padang menyatakan kesiapannya untuk
mendampingi instansi pemerintah melalui penyediaan tenaga pengajar bahasa
isyarat secara berkelanjutan. Dengan pelatihan yang dilakukan secara bertahap
dan berkesinambungan, kemampuan dasar bahasa isyarat diharapkan dapat dimiliki
oleh para petugas pelayanan sehingga hambatan komunikasi antara penyedia
layanan dan masyarakat dapat diminimalkan.
Selain penyampaian materi
mengenai pentingnya layanan inklusif, peserta juga memperoleh pengenalan
mengenai Rumah Inklusi Padang, dasar-dasar bahasa isyarat, serta masukan
terkait penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung pelayanan bagi kelompok
rentan. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui praktik langsung
penggunaan bahasa isyarat dalam situasi pelayanan publik.
Melalui kegiatan ini, KPKNL
Padang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan
publik yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sinergi dengan Yayasan Rumah Inklusi Padang diharapkan menjadi langkah awal
dalam membangun budaya pelayanan yang lebih ramah terhadap penyandang
disabilitas sekaligus menjadi contoh penerapan pelayanan publik yang setara di
lingkungan Kementerian Keuangan.
Foto Terkait Berita