Project Monitoring Infrastruktur Tol Padang – Sicincin (Proyek Strategis Nasional di Sumbar)
Darmansyah
Jum'at, 08 September 2023 |
1313 kali
Salah satu faktor yang menunjang dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah dengan menyediakan dan
mengembangkan infrastruktur. Pembangunan Infrastruktur sebagai penggerak roda
perekonomian menjadi hal yang utama dan krusial karena infrastruktur merupakan prasarana
yang akan menentukan bagaimana
perekonomian negara dapat berjalan dan akhirnya akan berpengaruh kepada
kesejahteraan masyarakat, ketika infrastruktur suatu negara lemah maka
perekonomian suatu negara akan berjalan dengan tidak efisien.
Proyek
Strategi Nasional antara lain terkait akses jalan, bendungan dan irigrasi,
Kawasan, perkebunan, kereta api, energi, Pelabuhan, air bersih dan sanitasi,
bandar udara, pariwisata, perumahan, Pendidikan, tanggul pantai dan teknologi. Salah satu proyek Strategi nasional yang ada
di Sumatera Barat adalah Proyek Jalan Tol Ruas Padang – Sicincin yang merupakan
satu seksi dari jalan tol Padang – Pekanbaru. Pembangunan jalan tol
Padang-Pekanbaru dibagi menjadi enam seksi, yang akan menghubungkan
konektivitas provinsi Sumatra Barat dan Riau dengan total panjang 254 kilometer.
Lembaga Manajemen Aset Negara
(LMAN) pada hari Kamis (07/09) didampingi oleh Kepala KPKNL Padang, Ahid
Iwanudin menyelenggarakan kegiatan Project Monitoring Infrastruktur Tol Padang –
Sicincin. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka evaluasi dan monitoring
manfaat yang bergulir dari dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN) untuk pembangunan infrastruktur, khususnya jalan tol wilayah Padang-Pekanbaru,
yang merupakan koridor penghubung jaringan Jalan Tol Trans Sumatra. Menurut Sri
Hastuti Hardiningsih, Project Director Proyek Tol Ruas Padang – Sicincin PT.
Hutama Karya perkembangan pengadaan lahan jalan tol Seksi Padang-Sicincin
dengan panjang mencapai 36,6 km sudah mencapai 90.07 persen dengan konstruksi
telah mengalami kemajuan hingga 35.76 persen dengan target penyelesaian di
Tahun 2024.
Pembangunan jalan tol yang
ditargetkan rampung pada akhir 2024 mendatang itu juga mendapatkan dukungan
penuh oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
“Akselerasi progres pengadaan lahan khususnya
di jalan tol Seksi Padang-Sicincin dilakukan dengan sejumlah strategi seperti
berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah, Kantor
Wilayah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)
sebagai Panitia Pengadaan Tanah (P2T), dan Tim Percepatan yang diketuai oleh
Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy, Pemerintah Kabupaten Padang
Pariaman, serta stakeholder lainya terkait dengan percepatan pengadaan tanah di
lokasi-lokasi prioritas untuk dikerjakan,” masih terdapat beberapa kendala yang
dihadapi dalam progress penyelesaian pengerjaan Jalan Tol tersebut antara lain
Proses pembebasan lahan yang terkait dengan tanah ulayat dan struktur tanah.
Lembaga
Manajemen Aset Negara (LMAN) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) dibawah binaan
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) merupakan salah satu Lembaga
pemerintah yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan percepatan penyediaan
infrastruktur PSN tersebut. LMAN adalah bagian dari konsolidasi fiskal yang
saat ini menjadi prioritas pemerintah. LMAN adalah bagian dari mesin besar
Republik Indonesia dalam konteks laporan keuangan, pembangunan infrastruktur
yang sifatnya strategis dan juga banyak hal terkait aset negara. LMAN dinilai
berperan penting dalam penyediaan lahan bagi percepatan pembangunan
infrastruktur Proyek Strategis Nasional (PSN), karena ketersediaan lahan
merupakan salah satu kunci agar pembangunan dapat terlaksana
(Teks/Foto : Guziarie Zul. S.H)
Foto Terkait Berita