Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Metro
Potensi Wisata Air Terjun Tersembunyi di Lampung Utara

Potensi Wisata Air Terjun Tersembunyi di Lampung Utara

Muchtar Nurwahidzain
Jum'at, 24 Juli 2026 |   53 kali

Ketika berbicara soal air terjun ikonik di Lampung, nama seperti Way Lalaan di Tanggamus atau Curup Putri Malu di Way Kanan yang sudah dikenal wisatawan biasanya lebih dulu disebut. Padahal, di kabupaten lain seperti di Kabupaten Lampung Utara, tersimpan sejumlah air terjun lain yang tak kalah menarik namun belum banyak terekspos. Bagi wisatawan atau warga yang ingin eksplorasi air terjun yang tersebar di beberapa kecamatan Kabupaten Lampung Utara. Berikut beberapa lokasi yang paling sering disebutkan:

  1. Curup Jono — berada di Desa Way Isem, Kecamatan Sungkai Barat, tidak jauh dari pemukiman warga. Karena letaknya yang strategis ini memungkinkan pengunjung membawa kendaraan roda dua dan empat untuk bisa mendekat sampai di tempat parkirnya yang ada di depan gerbang masuk air terjun.
  2. Air Terjun Sukaemi — terletak di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Raja, dengan ketinggian sekitar 30 meter dan berada di tengah perkebunan kopi warga, tempatnya yang cukup tersembunyi, sehingga jarang terjamah wisatawan sehingga cocok bagi kamu yang mencari ketenangan.
  3. Curug Selampung — lokasi di Desa Gunung Betuah, Kecamatan Abung Barat, destinasi ini menyediakan 2 air terjun sekaligus. dan di bawah air terjun ini terdapat goa, dengan kedalaman air sekitar 7 m.

Masih diperlukan pengembangan seperti akses ke lokasi agar wisatawan atau warga tertarik ke lokasi dan fasilitas-fasilitas lain seperti warung dan toilet. Selain untuk memudahkan pengunjung, juga dapat memberdayakan ekonomi warga sekitar.

Kondisi tersebut sebenarnya bisa dilihat sebagai peluang, bukan cuma kekurangan. Ada beberapa langkah yang bisa diterapkan agar potensi ini bisa lebih bersaing. Pertama, mengembangkan model desa wisata berbasis komunitas, di mana pemerintah desa dan kabupaten fokus membantu hal-hal dasar seperti akses jalan dan penunjuk arah, sementara pengelolaan sehari-hari tetap dipegang warga supaya kesan aslinya nggak hilang. Kedua, memanfaatkan promosi digital lewat media sosial atau kerja sama dengan konten kreator lokal, yang cenderung lebih murah tapi efektif buat menjangkau wisatawan muda. Ketiga, mencontoh pola yang sudah diterapkan di Way Lalaan, yaitu sinergi dengan Dinas Pariwisata setempat, supaya air terjun-air terjun di Lampung Utara ini bisa naik kelas dari sekadar potensi jadi destinasi yang benar-benar diperhitungkan di peta wisata Lampung.

(Penulis: Marchsya Daffa Salsabila Taufik, Praktek Kerja Lapangan, Mahasiswi Universitas Lampung)

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon