Sayangi Jantung Kita
Muchtar Nurwahidzain
Rabu, 28 Januari 2026 |
98 kali
Jantung merupkan organ vital di tubuh manusia, terletak di rongga dada. Jantung berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh untuk menyebarkan oksigen dan nutrisi, serta mengangkut sisa metabolisme (karbon dioksida).
Ada beberapa jenis penyakit jantung, antara lain:
1. Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner (PJK) Penyakit ini terjadi ketika pembuluh darah utama (arteri koroner) yang memasok darah ke jantung mengalami penyempitan akibat penumpukan plak lemak.
Pada awalnya, kondisi ini mungkin tidak menyebabkan gejala. Namun, sumbatan total pada arteri koroner dapat menyebabkan serangan jantung. Kondisi ini bisa menyebabkan nyeri dada (angina), serangan jantung, hingga gagal jantung.
2. Aritmia (gangguan irama jantung)
Aritmia adalah kondisi ketika detak jantung tidak beraturan, bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak stabil.
Gangguan ini terjadi karena gangguan impuls listrik pada jantung dan dapat menyebabkan pusing, sesak napas, atau bahkan kehilangan kesadaran.
Sebenarnya, aritmia normal terjadi pada kondisi jantung yang sehat. Namun, bila terjadi terus menerus atau berulang, aritmia bisa menandakan adanya masalah pada organ jantung.
3. Gagal Jantung
Gagal jantung adalah kondisi ketika jantung melemah sehingga tidak mampu memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 65 tahun.
Gagal jantung atau heart failure juga dikenal dengan gagal jantung kongestif. Terlepas dari namanya, kondisi ini bukan berarti jantung benar-benar berhenti berfungsi, melainkan jantung tidak bisa berfungsi dengan baik.
Gejalanya bisa berupa sesak napas, kelelahan, dan pembengkakan pada tungkai. Jika tidak ditangani, gejala gagal jantung dapat memburuk dan mengganggu kualitas hidup.
4. Penyakit Katup Jantung
Penyakit katup jantung adalah kondisi ketika katup jantung tidak dapat membuka dan menutup dengan sempurna. Kondisi ini menyebabkan aliran darah di dalam jantung dan yang keluar dari jantung tidak lancar. Penyakit katup jantung dapat ditandai dengan suara jantung yang tidak normal, nyeri dada, pusing, dan sesak napas.
Katup jantung atau klep jantung merupakan bagian jantung yang berfungsi seperti pintu satu arah. Tugasnya adalah sebagai pintu yang mengalirkan darah dari satu ruang jantung ke ruang lain. Katup jantung juga mengalirkan darah dari jantung ke pembuluh darah yang akan menuju seluruh tubuh.
Gangguan pada satu atau beberapa katup jantung dapat berpengaruh dalam fungsi jantung dalam mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Berkurangnya distribusi oksigen ke jaringan tubuh (hipoksemia) dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ tubuh dan mengakibatkan komplikasi yang fatal.
5. Penyakit Jantung Bawaan
Penyakit jantung bawaan (PJB) atau congenital heart disease adalah kelainan pada struktur dan fungsi jantung yang sudah ada sejak lahir. Ini adalah kelainan struktur jantung yang terjadi sejak lahir. Kelainan ini meliputi lubang pada dinding jantung, kelainan katup, atau kelainan pembuluh darah yang terhubung ke jantung. Kondisi ini dapat mengganggu aliran darah dari dan menuju jantung sehingga bisa mengancam jiwa.
Penyakit jantung bawaan merupakan penyebab cacat lahir yang paling sering terjadi dengan jenis dan tingkat keparahan yang beragam. Sebagian penderita penyakit jantung bawaan hanya memerlukan pemeriksaan secara rutin, tetapi ada pula yang perlu menjalani operasi hingga transplantasi jantung.
Penyakit jantung bawaan bisa terdeteksi saat USG kehamilan rutin atau sesaat setelah bayi dilahirkan. Salah satu gejala penyakit jantung bawaan pada janin adalah bunyi detak jantung yang tidak beraturan (aritmia).
6. Kardiomiopati
Kardiomiopati adalah penyakit akibat kelainan di otot jantung yang menyebabkan jantung melemah dan tidak mampu memompa darah dengan efektif ke seluruh tubuh. Kondisi ini bisa muncul tanpa gejala pada awalnya, tetapi seiring waktu dapat memicu keluhan, mulai dari sesak napas hingga nyeri dada.
Penyebab kardiomiopati sering kali tidak diketahui dengan pasti. Namun, kondisi ini bisa terkait dengan kelainan genetik atau penyakit tertentu. Penyakit yang sering memicu terjadinya kardiomiopati pada orang dewasa adalah hipertensi kronis, yaitu tekanan darah tinggi yang sudah berlangsung lama.
Hal ini mengganggu fungsi jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga berpotensi menyebabkan gagal jantung atau gangguan irama jantung.
7. Endokarditis
Endokarditis adalah peradangan di endokardium, yaitu lapisan bagian dalam jantung. Peradangan ini umumnya disebabkan oleh bakteri, tetapi bisa juga disebabkan oleh virus atau jamur.
Endokarditis merupakan penyakit peradangan yang jarang terjadi. Penyakit ini hanya dialami oleh 3–10 orang dari setiap 100.000 orang, dan jarang menyerang orang yang jantungnya sehat.
Endokarditis terjadi ketika kuman masuk ke aliran darah dan bergerak menuju jantung. Kuman tersebut lalu menempel di katup jantung yang mengalami gangguan atau di jaringan jantung yang rusak. Selanjutnya, kuman tersebut akan berkembang biak di lapisan dalam jantung (endokardium).
Gejala endokarditis bisa berkembang secara perlahan dalam hitungan minggu atau bulan (subacute endocarditis), atau secara mendadak dalam beberapa hari (acute endocarditis). Hal tersebut tergantung pada penyebab infeksi dan apakah penderita mengalami gangguan pada jantung.
Kebiasaan Sederhana untuk Jantung Sehat dan Kuat, antara lain:
1. Tidak Merokok
Perokok memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung koroner. Tidak hanya perokok, orang-orang di sekitarnya yang menghirup asap rokok atau perokok pasif juga berisiko mengalami penyakit tersebut.
Hal ini karena zat beracun pada rokok dapat merusak pembuluh darah jantung, yang menyebabkan aliran darah di jantung terganggu. Akibatnya, kesehatan jantung juga akan terganggu karena kekurangan oksigen dan nutrisi.
2. Terapkan Pola Makan Sehat untuk Jantung
Fokus pada konsumsi buah, sayur, protein tanpa lemak (ikan, dada ayam), dan biji-bijian utuh. Batasi asupan garam, gula, dan lemak jenuh yang banyak ditemukan pada makanan olahan, junk food, dan gorengan.
Menjaga kesehatan jantung dapat dimulai dengan mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3. Nah, ikan adalah salah satu makanan yang kaya akan asam lemak omega-3.
Makanan yang kaya akan serat mampu menurunkan kadar kolestrol jahat (LDL) yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Serat ini bisa Anda dapatkan dari buah-buahan, sayuran, gandum, kacang, dan sereal.
3. Melakukan Aktivitas Fisik atau Olahraga Secara Rutin
Sempatkan waktu untuk berolahraga sekitar 20–30 menit setiap hari. Hal ini karena aktif secara fisik atau rutin olahraga dapat membantu menjaga kesehatan jantung, terlebih dalam mencegah terjadinya penyakit jantung. Jika ingin olahraga yang ringan, Anda dapat mencoba berjalan kaki atau berenang.
Cukup lakukan aktivitas fisik intensitas sedang seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang selama 30 menit setiap hari, 5 kali seminggu. Aktivitas fisik membantu mengontrol berat badan, tekanan darah, dan kolesterol.
4. Menjaga Tekanan Darah
Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Apabila hal ini terjadi pada pembuluh darah organ-organ penting, seperti jantung dan otak, maka penyakit jantung atau stroke dapat terjadi.
Rutin berolahraga, mengurangi asupan garam, serta membatasi minuman beralkohol adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah tekanan darah tinggi, yang berpengaruh pada kesehatan jantung.
5. Istirahat yang Cukup
Tidur secara teratur selama 7–8 jam setiap harinya dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Selain itu, tidur yang cukup juga dapat mencegah terjadinya tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas.
6. Mengendalikan Stres
Stres dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Apalagi, beberapa orang mengatasi stres dengan cara yang kurang sehat, seperti minum minuman beralkohol, makan berlebihan bahkan yang tinggi gula, hingga merokok.
Maka itu, memahami cara mengendalikan stres yang baik juga dapat membantu Anda menjaga kesehatan jantung.
Untuk mengendalikan stres, cobalah untuk berolahraga rutin. Sebab, olahraga dapat melepaskan hormon endorfin, alias hormon rasa senang. Anda juga bisa mencoba olahraga yang punya sifat relaksasi, seperti yoga atau meditasi.
Apabila kondisi ini terus-menerus terjadi, sebaiknya jangan ragu untuk berkonsultasi ke psikolog atau psikiater. Pasalnya, jika dibiarkan berlarut-larut, depresi bisa meningkatkan faktor risiko penyakit jantung.
Temukan cara sehat untuk melepas penat. Baik itu melalui meditasi, yoga, menekuni hobi, atau sekadar mengobrol dengan orang terdekat. Stres yang terkendali berarti jantung yang lebih tenang.
7. Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Rutin
Untuk menjaga kesehatan jantung, sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Apalagi jika sudah memiliki faktor risiko penyakit jantung.
Beberapa penyakit juga bisa saja tidak terdeteksi sampai akhirnya terlambat dan menyebabkan komplikasi, seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Makanya, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin setahun sekali untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatan, seperti tekanan darah, jumlah kolesterol, kondisi jantung, hingga pernapasan.
Penting untuk mengetahui angka tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah Anda. Melakukan pemeriksaan rutin adalah cara terbaik untuk mendeteksi masalah lebih dini sebelum menjadi serius.
Penulis : Pelaksana Seksi Hukum dan Informasi KPKNL Metro
Daftar Pustaka:
https://braveheart.co.id/penyakit-jantung-bawaan-pjb-gambaran-gejala-dan-penyebab/
https://ayosehat.kemkes.go.id/kenali-jantungmu-sayangi-jantungmu
https://firstcare.co.id/blogs/internist/tips-menjaga-kesehatan-jantung-sehat
https://www.ekahospital.com/better-healths/cara-menjaga-kesehatan-jantung
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |