Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Metro
FENOMENA BURNOUT

FENOMENA BURNOUT

Muchtar Nurwahidzain
Rabu, 24 Juli 2024 |   2149 kali

Pengertian

Menurut Kamus American Psychological Association, Burnout adalah kelelahan secara fisik, emosional, atau mental yang disertai dengan penurunan motivasi, kinerja, dan munculnya sikap negatif terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Biasanya, burnout terjadi ketika seseorang sudah merasa lelah berlebihan sehingga tidak mampu bekerja. Burnout juga terjadi ketika tidak ada lagi keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi alias work-life balance.

Perbedaan Burnout dengan Stres

Burnout tidak sama dengan stres, meskipun sama-sama menggambarkan kondisi mental yang menurun ketika kita bekerja. Stres atau kelelahan biasa dialami oleh banyak orang dalam kehidupan pekerjaannya setiap hari. Stres juga menandakan bahwa seseorang mengambil tanggung jawab yang cukup banyak untuk diembannya, tetapi mereka tidak mengalami kelelahan emosional. Sedangkan burnout adalah stres yang sudah menumpuk selama beberapa periode waktu bekerja. Burnout juga muncul karena seseorang menginvestasikan terlalu banyak emosi, intelektual, bahkan fisik pekerjaan tanpa adanya upaya untuk memulihkan diri mereka.

Penyebab Burnout

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh STIKes Dharma Husada Bandung, faktor-faktor penyebab burnout, antara lain:

Faktor Internal

§   Jenis kelamin, di mana perempuan lebih rentan mengalami burnout.

§   Usia, di mana usia dewasa muda (20-30 tahun) banyak mengalami burnout.

§   Tingkat pendidikan. Makin rendah tingkat pendidikan, seseorang rentan mengalami burnout.

§   Status pernikahan. Karyawan yang sudah menikah lebih banyak mengalami burnout.

Faktor Eksternal

§   Beban kerja.

§   Masa kerja. Makin lama seseorang bekerja di suatu tempat, makin rentan mereka mengalami burnout.

§   Tingkat stres

Ciri-ciri Burnout

Ciri-ciri Fisik

§   Merasa bahwa badan cepat lelah.

§   Mengalami kesulitan tidur.

§  Mengalami perubahan pada nafsu makan.

§   Mengalami sakit kepala atau nyeri otot.

Ciri-ciri Psikologis

§   Kekurangan motivasi.

§   Meragukan diri sendiri.

§   Cenderung merasa gagal atau kesepian.

§   Tidak merasa puas dalam hidup

Ciri-ciri Sosial dan Perilaku

§   Isolasi sosial.

§ Tidak kompeten dalam menjalankan tanggung jawab.

§   Sering marah karena pekerjaan

 

Cara Mengatasi Burnout

§   Istirahat dan Rekreasi

Luangkan waktu untuk tidur yang cukup dan hindari begadang pada malam hari

 

§   Olahraga dan Aktivitas Fisik

Lakukan jenis olahraga atau kegiatan fisik yang Anda nikmati seperti: jogging/lari pagi, berenang, badminton

 

§   Terapi dan Konseling

Bicaralah dengan konselor untuk mendapatkan dukungan emosional dan strategi mengatasi stres. Terapi kognitif perilaku atau terapi percakapan dapat membantu mengatasi pikiran negatif dan emosi yang berkaitan dengan burnout.

 

§   Mengubah Pola Pikir dan Perilaku

Latih diri Anda untuk berpikir positif dan mengelola pikiran negatif serta hindari pemikiran yang berlebihan (overthink) tentang pekerjaan atau kehidupan pribadi

 

§   Menjaga Keseimbangan Hidup

Temukan keseimbangan antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan waktu untuk diri sendiri alias work-life balance. Tetapkan batas antara waktu kerja dan waktu istirahat. Jangan bawa pekerjaan ke rumah dan berikan diri waktu untuk bersantai dan melakukan hal-hal yang disukai

 

§   Menentukan Prioritas dan Mengatur Jadwal

Fokus pada tugas yang penting dan mendesak, dan belajar mengatakan tidak jika Anda sudah terlalu sibuk. Hindari menumpuk terlalu banyak tanggung jawab pada waktu yang sama karena ini bisa menjadi alasan tubuh mudah lelah.

 

§   Berlibur dan Berwisata

Ambil cuti atau liburan sesekali untuk menyegarkan pikiran dan tubuh Anda

 

§   Melakukan Hobi dan Aktivitas yang Menyenangkan

Melakukan hobi atau aktivitas yang dinikmati di luar pekerjaan

Kesimpulan

Intinya, burnout bukanlah kondisi yang muncul secara tiba-tiba, melainkan stres yang sudah menumpuk sehingga mengurangi produktivitas. Ketika burnout mencapai puncaknya, hal ini tidak hanya ditandai dengan gejala emosional tetapi juga gejala fisik yang intens, seperti sakit kepala kronis, kesulitan tidur, dan perubahan nafsu makan.

Maka dari itu, Anda perlu mengurangi burnout dengan cara yang sudah dibagikan di atas. Anda juga perlu menyadari arti pentingnya kesehatan fisik dan mental supaya tidak tenggelam dalam burnout.


Disampaikah oleh: Ade Hendra Vaskah Tarigan, ditulis kembali oleh: Muchtar N.

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon