KPKNL Metro
Artikel DJKN

Mengenal Landmark Jurai Siwo

Kamis, 04 Juli 2019   |   0 kali


Lampung memiliki banyak sekali landmark - landmark seperti Patung Empat Marga atau Megow Pak, Tugu Adipura, Menara Siger, Taman Kopiah Emas dan masih banyak lainnya. Saat menjabat sebagai Bupati Lampung Tengah, Mustafa tidak hanya membangun Tugu Canang tetapi juga Tugu Gajah yang akan menghiasi kota Gunung Sugih, Lampung Tengah. Lokasi Tugu Canang ini, sangat strategis yang berada di dekat jalur Lintas Sumatera tepatnya sekitar Lapangan Merdeka Gunung Sugih, sehingga menjadi pesona saat orang berlalu lalang melewati jalan itu.

Sama halnya dengan Tugu Gajah yang berada di persimpangan jalan atau lebih tepatnya bersebelahan dengan kantor Badan Pertanahan Nasional Lampung Tengah. Dengan membangun Tugu Canang dan Tugu Gajah yang dinilai epic dengan tujuannya sebagai upaya untuk memperindah perwajahan kota di Lampung Tengah yang diharapkan ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan dari luar kabupaten.

Sembilan patung gajah yang menandai Kesultanan Jurai Siwo Mego. Tugu Canang menjadi symbol untuk menyampaikan gerakan perubahan. Sementara 9 Patung Gajah menjadi symbol sembilan marga yang menjadi tonggak sejarah di Lampung Tengah. Dengan pembangunan itu masyarakat dapat menikmati pemandangan yang berbeda dari yang sebelumnya. Banyak masyarakat yang antusias terhadap monumen ini Tugu Canang ini yang difasilitasi taman bermain, rest area, food court dan sarana – sarana lainnya.

Canang atau Bende adalah sejenis gong kecil yang dapat dijumpai di hampir seluruh kepulauan Nusantara, dari Sumatera hingga Maluku dan Papua. Pada masa lalu, Canang biasanya digunakan untuk memberikan penanda kepada masyarakat untuk berkumpul di alun-alun terkait informasi dari penguasa, untuk menyertai kedatangan raja atau penguasa ke daerah tersebut, atau untuk menandai diadakannya pesta rakyat. Saat ini, canang biasanya digunakan untuk menandakan adanya keramaian seperti topeng monyet atau pesta rakyat yang lain          

Canang merupakan tradisi masyarakat di Lampung. suatu informasi dan instruksi yang disampaikan kepada masyarakat adat Lampung terkait tentang kedaruratan, kebijakan pemerintah, kebijakan penyimbang kampung bahkan penyematan adek / gelar dan pada pelepasan acara adat pada masyarakat Lampung (Begawi). Maka dari itu Canang dibagi menjadi dua jenis yakni Canang Keliling kampung dan Canang Sesat Acara Adat. Canang Keliling Lampung biasanya diumumkan oleh Perwatin Merwatin

Dari pembangunan Tugu Canang dan Tugu Gajah ini kita bisa melihat bagaimana pemerintah berupaya untuk menjaga budaya lampung. Oleh karena itu seharusnya menjaga dan merawatnya karena itu adalah aset daerah yang luar biasa indah. Ada banyak  makna yang terkandung dalam Tugu Canang dan Tugu Gajah yang harus kita jaga. Agar kelak masyarakat sekitar atau bahkan masyarakat luar dapat menghargai landmark yang ada di lampung ini. (Penulis/Foto : Seksi HI KPKNL Metro)


Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Pengumuman
Kontak
Jl A.H Nasution Nomor 116 Kota Metro
(0725) 48803
(0725) 48843
kpknlmetro@kemenkeu.go.id