Dukung UMKM NTB Mendunia, Kemenkeu Satu dan LPEI mengadakan Pelatihan Coaching Program for New Exporter Tahun 2026
Fatih Ghozali
Rabu, 24 Juni 2026 |
105 kali
Mataram – Dalam upaya mendukung program
pemerintah untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Bersama Kemenkeu Satu berupaya secara
konsisten meningkatkan layanan kepada dunia usaha, antara lain dengan
memberikan capacity building kepada para pelaku UMKM berorientasi
ekspor. Bersama Kemenkeu Satu, LPEI menyelenggarakan pelatihan Coaching
Program for New Exporters (CPNE) dalam rangka menciptakan eksportir baru
yang bankable pada tanggal 22 s.d. 24 Juni 2026 di Aula KPKNL Mataram.
Program ini merupakan salah satu bentuk
komitmen bersama dalam mendorong peningkatan kapasitas UMKM, khususnya para
calon eksportir dan eksportir baru, agar mampu memperluas pasar, meningkatkan
daya saing produk, serta berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekspor
daerah dan nasional.
Kepala KPKNL Mataram, Doni Prabudi
mewakili Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Nusa Tenggara Barat dalam
pembukaan kegiatan menyampaikan “Nusa Tenggara Barat memiliki potensi besar
menghasilkan produk-produk yang mampu bersaing di pasar internasional namun
untuk menjadi ekportir yang handal dibutuhkan kesiapan yang komprehensif mulai
dari kualitas produk, konsistensi produk hingga pemahaman terhadap pasar global
dan pembiayaan ekpor, melalui kegiatan ini Kementerian Keuangan, Dinas
Perindustrian dan Perdagangan NTB bersama LPEI memberikan dukungan nyata dalam
bentuk edukasi, pendampingan maupun fasilitas akses pembiayaan sehingga UMKM di
NTB bisa naik kelas dan berdaya saing global” ujar Doni.
Kepala Divisi Jasa Konsultasi Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia, Maria Sidabutar dalam sambutannya mengharapkan “agar
UMKM dapat menembus pasar baru luar negeri di luar pasar yang selama ini sudah
ada, jangan stag hanya di pasar tradisional yang sudah ada, memberanikan diri
ke pasar baru seperti jepang, china, dan afrika, jangan takut untuk mencoba dan
harus punya keberanian, niat menjadi ekportir, konsistensi, menjaga kualitas, menjaga
kepercayaan, mempunyai bisnis etika dan amanah” ujar Maria.
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung pelaku usaha Indonesia untuk meningkatkan kapasitas, kesiapan, dan daya saing dalam memasuki pasar ekspor.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan
Luar Negeri, Aryanti Dwiyani mewakili Kepala Dinas Perindustrian dan
Perdagangan NTB menyampaikan Nusa Tenggara Barat memiliki banyak sumbar daya Pertanian
dan Perkebunan yang bisa diekspor seperti kopi dan kelapa, Dinas Perindustrian
dan Perdagangan NTB memiliki komitmen untuk mendampingi dan mendukung UMKM dalam
pengembangan perdagangan ke luar negeri.
Pelatihan Coaching Program for New
Exporter Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 diikuti oleh 30 s.d. 40
peserta setiap harinya selama 3 hari, yang terbagi menjadi 3 kategori
pelatihan. Hari pertama Kategori 1 UMKM Potensial Ekspor sebanyak 40 peserta,
hari kedua Kategori 2 UMKM Siap Ekspor sebanyak 30 peserta dan hari ketiga
Kategori 3 UMKM Mahir Ekspor sebanyak 30 peserta.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh
perwakilan dari Ghana Export-Import Bank, General Manager Human
Resources Ghana Eximbank, Michael Tetteh-Voetagbe dan General Manager
Business Advisory Services Ghana Eximbank, Frank Obeng dalam rangka
mempelajari inovasi, dan strategi LPEI dalam mendukung ekspor nasional serta memahami
lebih dalam tentang UMKM Indonesia yang memiliki potensi ekspor.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para
peserta dapat memperoleh pengetahuan praktis, wawasan strategis, serta
pendampingan yang bermanfaat dalam mempersiapkan produk dan usaha menuju pasar
ekspor.
Dengan semangat kolaborasi dan penguatan
kapasitas pelaku usaha daerah, semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam
mendukung lahirnya eksportir-eksportir baru dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.
(tim hi)
Foto Terkait Berita