Kinerja PNBP DJKN NTB Triwulan I 2026 Melewati Target, Aset Negara Makin Produktif
Fatih Ghozali
Kamis, 30 April 2026 |
19 kali
Mataram, April 2026 - Penerimaan
Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Kinerja Kekayaan Negara di Provinsi Nusa Tenggara
Barat pada Triwulan I 2026 menunjukkan capaian yang menggembirakan dan
melampaui ekspektasi. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) melalui KPKNL
Mataram dan KPKNL Bima di Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat realisasi PNBP
mencapai Rp4,288 miliar atau 213 persen dari target triwulan I 2026.
Kontribusi PNBP terbesar berasal
dari PNBP Barang Milik Negara (BMN) yang menyumbang sekitar 80,76 persen dari
total penerimaan, dengan nilai mencapai Rp3,463 miliar. Kinerja ini berasal
dari optimalisasi Pemanfaatan BMN, Pemindahtanganan BMN, Penjualan Barang Rampasan
dan Penggunaan BMN.
Dari sisi lelang hingga Maret
2026, realisasi pokok lelang di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar Rp20,953
miliar atau 239?ri target triwulan I 2026 dengan realisasi PNBP Lelang mencapai
Rp819,254 Juta atau 203 persen dari target triwulan I 2026. Sementara itu,
pengurusan piutang negara menunjukkan tren positif berupa penurunan outstanding piutang negara sebesar Rp105,310 juta dan PNBP Piutang Negara triwulan I
2026 sebesar 569?ri target, didukung oleh intensifikasi penagihan dan
sinergi dengan penyerah piutang.
Data Pengelolaan Aset di Provinsi
Nusa Tenggara Barat hingga Maret 2026 Nilai Aset BMN yang dikelola oleh KPKNL Mataram
dan KPKNL Bima mencapai Rp51,2 triliun (Nilai Buku). Aset ini didominasi oleh
tanah, bangunan gedung serta infrastruktur jalan, jembatan, dan jaringan
irigasi yang berperan strategis dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan
ekonomi daerah.
Direktorat Jenderal Kekayaan
Negara melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) juga mendukung Proyek Strategis
Nasional (PSN) di Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui pengadaan lahan pada PSN
Bendungan Meninting dimulai tahun 2019 dengan luas pengadaan lahan mencapai 1.125.087
M2 dan nilai Rp316,86 miliar serta pada PSN Kawasan Strategis
Pariwisata Nasional Mandalika dimulai tahun 2021 dengan luas pengadaan lahan
65.267 M2 dengan nilai mencapai Rp85,24 miliar. (tim hi)