Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Mataram
Terminal Mandalika, Aset Negara untuk Transportasi NTB

Terminal Mandalika, Aset Negara untuk Transportasi NTB

Fatih Ghozali
Kamis, 17 September 2026 |   162 kali

Terminal Tipe A Mandalika merupakan Barang Milik Negara pada salah satu Satuan Pelayanan Satuan Kerja Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Nusa Tenggara Barat. Satuan Kerja Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Nusa Tenggara Barat merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kementerian Perhubungan khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang mempunyai tugas utama melaksanakan pengelolaan lalu lintas, angkutan jalan, sungai, danau, penyeberangan, serta penyelenggaraan pelabuhan penyeberangan dan Terminal Tipe A.

Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Mandalika memberikan manfaat serta mendukung konektivitas transportasi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan luasan lahan mencapai 30.435 M2, dan luas bangunan keseluruhan mencapai 8.372 M2 dengan nilai perolehan mencapai Rp24,5 miliar. Terminal Tipe A Mandalika merupakan terminal penumpang kelas A, dan merupakan terminal induk terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Terminal ini terletak di Jalan Sandubaya Nomor 1, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Terminal ini mendukung konektivitas transportasi masyarakat tidak hanya di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa tetapi sampai ke Pulau Jawa.

Terdapat beberapa trayek yang dilayani baik dari maupun menuju Terminal Penumpang Tipe A Mandalika. Trayek-trayek tersebut diantaranya trayek Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), serta angkutan Pemadu Moda milik Perum Damri, yang mengantarkan penumpang menuju Bandara Internasional Lombok atau dikenal juga sebagai Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Praya, Lombok Tengah.

Trayek angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang beroperasi di Terminal Mandalika mempunyai tujuan ke beberapa kota besar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa seperti Alas, Taliwang, Sumbawa Besar, Empang, dan Bima. Untuk menjangkau kota-kota tersebut, bus harus menyeberangi lautan yang membatasi Pulau Lombok dengan Pulau Sumbawa melalui Pelabuhan Kayangan dan Pelabuhan Poto Tano. Armada yang digunakan oleh trayek ini sebagian besar adalah armada minibus dengan kelas ekonomi, serta armada bigbus dengan kelas eksekutif khusus untuk rute ke Kota Bima.

Trayek angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) yang beroperasi di Terminal Mandalika mempunyai tujuan ke beberapa kota besar di Pulau Bali (Kota Denpasar) dan Pulau Jawa seperti Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Yogyakarta, dan Jakarta. Untuk menjangkau kota-kota tersebut, bus harus menyeberangi lautan yang membatasi Pulau Lombok dengan Pulau Bali melalui Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Padangbai, serta lautan yang membatasi Pulau Bali dengan Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Ketapang. Armada yang digunakan oleh trayek ini didominasi oleh bigbus dengan kelas eksekutif.

Terminal ini merupakan satu-satunya Terminal Tipe A yang ada di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dinilai keberadaannya akan sangat penting sebagai prasarana penghubung antar daerah terutama untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat sehingga sudah sepatutnya perlu dijaga bersama, dimanfaatkan secara optimal untuk kelancaran dan aksesibilitas wilayah Nusa Tenggara Barat yang pada akhirnya akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Foto Terkait Artikel

Floating Icon