Terminal Mandalika, Aset Negara untuk Transportasi NTB
Fatih Ghozali
Kamis, 17 September 2026 |
162 kali
Terminal Tipe A Mandalika merupakan Barang Milik Negara pada salah satu Satuan Pelayanan Satuan Kerja Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Nusa Tenggara Barat. Satuan Kerja Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Nusa Tenggara Barat merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kementerian Perhubungan khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang mempunyai tugas utama melaksanakan pengelolaan lalu lintas, angkutan jalan, sungai, danau, penyeberangan, serta penyelenggaraan pelabuhan penyeberangan dan Terminal Tipe A.
Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Mandalika memberikan manfaat serta mendukung konektivitas transportasi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan luasan lahan mencapai 30.435 M2, dan luas bangunan keseluruhan mencapai 8.372 M2 dengan nilai perolehan mencapai Rp24,5 miliar. Terminal Tipe A Mandalika merupakan terminal penumpang kelas A, dan merupakan terminal induk terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Terminal ini terletak di Jalan Sandubaya Nomor 1, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Terminal ini mendukung konektivitas transportasi masyarakat tidak hanya di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa tetapi sampai ke Pulau Jawa.
Terdapat beberapa trayek yang dilayani baik dari maupun menuju Terminal Penumpang Tipe A Mandalika. Trayek-trayek tersebut diantaranya trayek Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), serta angkutan Pemadu Moda milik Perum Damri, yang mengantarkan penumpang menuju Bandara Internasional Lombok atau dikenal juga sebagai Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Praya, Lombok Tengah.
Trayek angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang beroperasi di Terminal Mandalika mempunyai tujuan ke beberapa kota besar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa seperti Alas, Taliwang, Sumbawa Besar, Empang, dan Bima. Untuk menjangkau kota-kota tersebut, bus harus menyeberangi lautan yang membatasi Pulau Lombok dengan Pulau Sumbawa melalui Pelabuhan Kayangan dan Pelabuhan Poto Tano. Armada yang digunakan oleh trayek ini sebagian besar adalah armada minibus dengan kelas ekonomi, serta armada bigbus dengan kelas eksekutif khusus untuk rute ke Kota Bima.
Trayek
angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) yang beroperasi di Terminal Mandalika
mempunyai tujuan ke beberapa kota besar di Pulau Bali (Kota Denpasar) dan Pulau
Jawa seperti Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Yogyakarta, dan Jakarta. Untuk
menjangkau kota-kota tersebut, bus harus menyeberangi lautan yang membatasi
Pulau Lombok dengan Pulau Bali melalui Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan
Padangbai, serta lautan yang membatasi Pulau Bali dengan Pulau Jawa melalui
Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Ketapang. Armada yang digunakan oleh trayek
ini didominasi oleh bigbus dengan kelas eksekutif.
Terminal ini
merupakan satu-satunya Terminal Tipe A yang ada di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara
Barat yang dinilai keberadaannya akan sangat penting sebagai prasarana
penghubung antar daerah terutama untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat sehingga
sudah sepatutnya perlu dijaga bersama, dimanfaatkan secara optimal untuk
kelancaran dan aksesibilitas wilayah Nusa Tenggara Barat yang pada akhirnya
akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel