Akselerasi Sektor Pariwisata, DJKN Beri Pendanaan Lahan KSPN Mandalika
Fatih Ghozali
Kamis, 02 Juli 2026 |
54 kali
Pemerintah Republik Indonesia
saat ini menempatkan sektor pariwisata sebagai salah
satu pilar utama dalam strategi pembangunan nasional dengan menetapkan beberapa
destinasi prioritas pariwisata. Salah satu destinasi yang termasuk dalam
kawasan prioritas adalah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Mandalika yang
juga berstatus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus sejak diterbitkannya Peraturan
Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014.
Direktorat Jenderal Kekayaan
Negara melalui Lembaga Manajemen Aset Negara mendukung pengembangan Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional Mandalika melalui pendanaan lahan dengan luasan
lahan mencapai 65.267 M2 dan nilai total mencapai Rp85,24 miliar
dengan progres pendanaan lahan sampai tahun ini sudah mencapai 100 (seratus) persen.
Pendanaan lahan dimulai pada tahun 2021 untuk luas tanah 65.167 M2 dengan
nilai Rp84,925 miliar, dan dilanjutkan tahun 2022 dengan luas tanah 100 M2
dengan nilai Rp314 Juta.
Kawasan Strategis Pariwisata
Nasional Mandalika terletak di bagian Selatan Pulau Lombok tepatnya di
Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan
luas kawasan sekitar 1.035,67 hektar, garis pantai sepanjang 14,6 Km dan
menghadap Samudera Hindia. Kawasan ini dikembangkan oleh PT. Pengembangan
Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation
(ITDC), dengan fokus pada pengembangan pariwisata olahraga (sport tourism)
melalui berbagai ajang internasional seperti MotoGP dan World Superbike (WSBK)
serta diharapkan dapat mengakselerasi sektor pariwisata Provinsi Nusa Tenggara
Barat yang sangat potensial.
Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Mandalika menawarkan wisata bahari dengan pesona pantai dan bawah laut yang memukau, berdasarkan potensi dan keunggulan yang ada PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menawarkan konsep pengembangan pariwisata berwawasan lingkungan dengan pembangunan obyek-obyek wisata dan daya tarik wisata yang selalu berorientasi kepada kelestarian nilai dan kualitas lingkungan hidup yang ada di masyarakat. Salah satu contoh acara tahunan masyarakat Lombok Tengah adalah merayakan upacara Bau Nyale, yaitu ritual mencari cacing laut yang dipercaya sebagai jelmaan dari Putri Mandalika. Perayaan ini merupakan budaya yang unik dan menarik wisatawan baik lokal maupun internasional.
Pendanaan pengadaan lahan terus menerus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak, karena ketersediaan lahan merupakan faktor kunci bagi percepatan pembangunan infrastruktur. Selain itu, pendanaan lahan merupakan refleksi penggunaan APBN untuk menggulirkan berbagai manfaat bagi masyarakat. Pembangunan infrastruktur juga memicu manfaat berantai bagi pertumbuhan sektor konstruksi dan penyerapan tenaga kerja, peningkatan konektivitas antarwilayah, pertumbuhan ekonomi sekitar serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. (tim hi)
Sumber:
1. Lembaga Manajemen Aset Negara (https://lman.kemenkeu.go.id)
2. Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan
Ekonomi Khusus (https://kek.go.id)
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |