Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Mataram
Bendungan Meninting, Bentuk Dukungan Pendanaan Lahan DJKN terhadap PSN di NTB

Bendungan Meninting, Bentuk Dukungan Pendanaan Lahan DJKN terhadap PSN di NTB

Fatih Ghozali
Rabu, 06 Mei 2026 |   19 kali

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui pendanaan lahan pada Bendungan Meninting dengan luasan lahan mencapai 1.125.087 M2 dan nilai mencapai Rp316,86 miliar dengan progres pendanaan lahan tahun ini sudah mencapai 100 persen. Pendanaan lahan dimulai pada tahun 2019 untuk luas tanah 251.134 M2 dengan nilai Rp50,816 miliar, dilanjutkan tahun 2020 dengan luas tanah 590.856 M2 dengan nilai Rp141,220 miliar, kemudian tahun 2021 dengan nilai Rp90,465 miliar dengan luasan 205.848 M2, berlanjut ke tahun 2022 seluas 75.874 M2 dengan nilai Rp33,413 miliar dan tahun 2023 dengan luasan lahan 1.375 M2 dan nilai sebesar Rp942 juta.

Bendungan Meninting  merupakan infrastruktur air strategis nasional yang dibangun di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat tepatnya di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Lingsar. Bendungan Meninting yang dirancang sebagai bendungan tipe urugan tanah dengan inti tegak, memiliki tinggi 74 meter, panjang puncak sekitar 418 meter, dan daya tampung total air sebesar 12,18 juta meter kubik, bendungan ini memiliki dampak langsung terhadap ketahanan air, pangan, dan energi masyarakat Lombok Barat serta kawasan sekitarnya.

Bendungan ini memiliki area genangan seluas 46,16 hektar, dan akan mendistribusikan manfaat kelima kecamatan utama yaitu Gunung Sari, Lingsar, Narmada, Batu Layar, dan Ampenan, mencakup ribuan keluarga, lahan pertanian, serta instalasi air bersih. Dengan sistem irigasi yang dirancang untuk melayani area seluas 1.559 hektar, bendungan ini akan memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 3.200 petani dan mendukung peningkatan indeks pertanaman dari 252 persen menjadi 300 persen. Selain itu, bendungan ini juga mampu menyuplai air baku sebesar 150 liter/detik bagi lebih dari 99.000 jiwa di Kecamatan Gunung Sari dan Batu Layar.

Dengan debit air yang besar, Bendungan Meninting juga memiliki potensi untuk Pembangkit Tenaga Air (PLTA/Mikrohidro) sebesar 0,8 MW, serta mereduksi banjir seluas 59 Ha pada musim hujan sehingga mengurangi debit banjir yang selama ini memberikan dampak ke masyarakat di wilayah pulau Lombok. Dengan pemandangan perbukitan hijau di sisi utara dan kedekatannya dengan Kota Mataram di sisi selatan, bendungan ini berpotensi menjadi destinasi wisata air, agrowisata, dan bumi perkemahan.

Pembangunan Bendungan Meninting menandai sebuah era penting dalam perjalanan pemerataan pembangunan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat infrastruktur dasar di wilayah Indonesia timur, proyek ini adalah contoh nyata bagaimana negara hadir untuk menjawab kebutuhan rakyat mulai dari petani hingga pelaku UMK, dari rumah tangga hingga ekosistem pariwisata. (tim hi)

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Foto Terkait Artikel

Floating Icon