Bendungan Meninting, Bentuk Dukungan Pendanaan Lahan DJKN terhadap PSN di NTB
Fatih Ghozali
Rabu, 06 Mei 2026 |
19 kali
Direktorat Jenderal Kekayaan
Negara melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) mendukung Proyek Strategis Nasional
(PSN) di Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui pendanaan lahan pada Bendungan
Meninting dengan luasan lahan mencapai 1.125.087 M2 dan nilai mencapai
Rp316,86 miliar dengan progres pendanaan lahan tahun ini sudah mencapai 100
persen. Pendanaan lahan dimulai pada tahun 2019 untuk luas tanah 251.134 M2
dengan nilai Rp50,816 miliar, dilanjutkan tahun 2020 dengan luas tanah 590.856
M2 dengan nilai Rp141,220 miliar, kemudian tahun 2021 dengan nilai
Rp90,465 miliar dengan luasan 205.848 M2, berlanjut ke tahun 2022
seluas 75.874 M2 dengan nilai Rp33,413 miliar dan tahun 2023 dengan
luasan lahan 1.375 M2 dan nilai sebesar Rp942 juta.
Bendungan Meninting merupakan infrastruktur air strategis nasional
yang dibangun di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat tepatnya
di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Lingsar. Bendungan Meninting yang dirancang
sebagai bendungan tipe urugan tanah dengan inti tegak, memiliki tinggi 74
meter, panjang puncak sekitar 418 meter, dan daya tampung total air sebesar
12,18 juta meter kubik, bendungan ini memiliki dampak langsung terhadap
ketahanan air, pangan, dan energi masyarakat Lombok Barat serta kawasan
sekitarnya.
Bendungan ini memiliki area
genangan seluas 46,16 hektar, dan akan mendistribusikan manfaat kelima
kecamatan utama yaitu Gunung Sari, Lingsar, Narmada, Batu Layar, dan Ampenan,
mencakup ribuan keluarga, lahan pertanian, serta instalasi air bersih. Dengan
sistem irigasi yang dirancang untuk melayani area seluas 1.559 hektar,
bendungan ini akan memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 3.200 petani
dan mendukung peningkatan indeks pertanaman dari 252 persen menjadi 300 persen.
Selain itu, bendungan ini juga mampu menyuplai air baku sebesar 150 liter/detik
bagi lebih dari 99.000 jiwa di Kecamatan Gunung Sari dan Batu Layar.
Dengan debit air yang besar,
Bendungan Meninting juga memiliki potensi untuk Pembangkit Tenaga Air
(PLTA/Mikrohidro) sebesar 0,8 MW, serta mereduksi banjir seluas 59 Ha pada
musim hujan sehingga mengurangi debit banjir yang selama ini memberikan dampak
ke masyarakat di wilayah pulau Lombok. Dengan pemandangan perbukitan hijau di
sisi utara dan kedekatannya dengan Kota Mataram di sisi selatan, bendungan ini
berpotensi menjadi destinasi wisata air, agrowisata, dan bumi perkemahan.
Pembangunan Bendungan Meninting
menandai sebuah era penting dalam perjalanan pemerataan pembangunan di
Indonesia. Sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat infrastruktur
dasar di wilayah Indonesia timur, proyek ini adalah contoh nyata bagaimana
negara hadir untuk menjawab kebutuhan rakyat mulai dari petani hingga pelaku
UMK, dari rumah tangga hingga ekosistem pariwisata. (tim hi)
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel