Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Manado
KPKNL Manado Gelar Sharing Session Pedoman Pencantuman Foto dan Uraian Objek Lelang

KPKNL Manado Gelar Sharing Session Pedoman Pencantuman Foto dan Uraian Objek Lelang

Bhrama Ullul Azmi
Selasa, 30 September 2025 |   128 kali

Manado – Pada hari Jumat, 26 September 2025, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Manado mengadakan kegiatan Sharing Session yang membahas secara khusus mengenai Pedoman Pencantuman Foto dan Uraian Objek Lelang pada Portal Lelang Indonesia. Acara yang diikuti oleh para peserta dari kalangan perbankan di wilayah Provinsi Sulawesi Utara ini berlangsung di Aula lantai 6 Gedung Keuangan Negara Manado.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala KPKNL Manado, Adi Suranto, yang memimpin jalannya acara bersama dengan para pejabat fungsional pelelang, yakni Munawar Eka Fitrah, Hisar Manurung, Piter, dan Godleb De Fretes. Kehadiran para narasumber tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai pentingnya tata cara pencantuman foto maupun uraian objek lelang secara tepat, sehingga informasi yang ditampilkan pada Portal Lelang Indonesia menjadi semakin berkualitas.

Dalam sambutan pembukanya, Adi menekankan bahwa peningkatan kualitas tayangan di Portal Lelang Indonesia merupakan langkah strategis dalam memastikan bahwa masyarakat memperoleh gambaran yang akurat, transparan, serta lengkap mengenai objek lelang yang ditawarkan. Menurutnya, kualitas informasi yang tersaji bukan hanya berdampak pada keterbukaan data, tetapi juga akan mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam mengikuti lelang. Dengan demikian, basis peserta lelang akan semakin luas, dan pada akhirnya tercipta iklim persaingan harga yang sehat serta menguntungkan semua pihak.

Setelah sambutan pembuka, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Hisar Manurung, Pejabat Fungsional Pelelang Muda. Dalam paparannya, Hisar menjelaskan bahwa latar belakang pelaksanaan kegiatan ini berawal dari ditemukannya kualitas foto objek lelang yang tidak seragam di Portal Lelang Indonesia. Beberapa foto yang diunggah dinilai kurang representatif, bahkan ada yang tidak sesuai standar, sehingga menimbulkan kesan kurang profesional. Selain itu, ia juga menyoroti adanya kesalahan input jenis lelang pada aplikasi Portal Lelang Indonesia. Kesalahan tersebut berimbas pada perhitungan bea lelang penjual maupun pembeli, serta memengaruhi hasil filter objek lelang yang ditampilkan di halaman utama portal.

Hisar kemudian memaparkan perbedaan antara tiap kategori lelang, mulai dari tanah, bangunan, kendaraan bermotor, hingga inventaris dan UMKM. Ia memberikan contoh konkrit mengenai bagaimana seharusnya foto diambil untuk tiap kategori objek. Misalnya, untuk objek tanah, disarankan agar pengambilan foto dilakukan dari berbagai sudut pandang, antara lain tampak depan, akses jalan, sisi samping, hingga foto dari ketinggian. Hal ini bertujuan agar calon peserta lelang memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi riil tanah yang akan ditawarkan. Ia juga menambahkan tips teknis, seperti penggunaan garis merah sebagai referensi batas tanah dalam foto, serta penyertaan metadata yang lengkap agar foto dapat dipertanggungjawabkan.

Selanjutnya, giliran Munawar Eka Fitrah, juga Pejabat Fungsional Pelelang Muda, yang memberikan penjelasan tambahan mengenai ketentuan teknis pencantuman foto. Ia menekankan bahwa foto yang diunggah harus memenuhi beberapa kriteria penting, yaitu:

  1. Foto harus merupakan foto terbaru dan merepresentasikan kondisi fisik objek lelang secara faktual dari berbagai sisi.
  2. Resolusi minimal 1024x768 atau lebih tinggi untuk memastikan detail objek terlihat jelas.
  3. Fokus foto harus tajam dan tidak buram.
  4. Objek tidak boleh goyang sehingga setiap detail dapat ditangkap dengan baik.
  5. Pencahayaan harus seimbang, tanpa bayangan berlebihan ataupun terlalu gelap atau terang.

Munawar menegaskan bahwa dengan memenuhi standar tersebut, maka calon peserta lelang dapat menilai objek secara lebih obyektif dan mengurangi risiko kesalahpahaman yang mungkin muncul. Hal ini juga akan meningkatkan kredibilitas Portal Lelang Indonesia sebagai sarana informasi yang andal.

Atmosfer diskusi dalam acara ini berlangsung interaktif. Para peserta yang sebagian besar berasal dari sektor perbankan terlihat antusias mengikuti penjelasan, mengingat perbankan seringkali menjadi pihak yang berkepentingan dalam pelaksanaan lelang, terutama terkait dengan aset kredit bermasalah. Dengan adanya pedoman yang lebih jelas mengenai pencantuman foto dan uraian objek, diharapkan proses lelang dapat berjalan lebih transparan, adil, dan profesional.

Menutup rangkaian acara, Adi Suranto kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjalin kerja sama baik dengan KPKNL Manado. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berbagi informasi teknis, melainkan juga merupakan bentuk edukasi dan penguatan profesionalisme dalam penyelenggaraan lelang. Menurutnya, pedoman ini akan menjadi landasan penting dalam memperkuat citra Portal Lelang Indonesia sebagai platform lelang yang kredibel dan terpercaya.

Lebih jauh, Adi menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan lelang sangat berpengaruh terhadap fungsi lelang sebagai salah satu instrumen penerimaan negara. Oleh karena itu, pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan sesuai standar menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik. Ia menambahkan bahwa ke depan, KPKNL Manado akan terus berkomitmen melakukan berbagai inovasi dan perbaikan berkelanjutan guna memastikan layanan lelang selalu relevan dengan perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan Sharing Session ini, KPKNL Manado menunjukkan keseriusannya dalam mendukung terciptanya praktik lelang yang profesional, modern, dan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, khususnya KPKNL Manado, dengan dunia perbankan di Sulawesi Utara. Sinergi tersebut diharapkan terus terjaga, sehingga keberlangsungan fungsi lelang sebagai instrumen penerimaan negara dapat semakin optimal, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah maupun nasional.

Foto Terkait Berita

Floating Icon