KPKNL Manado Optimis Capai Target Penyelesaian 129 BKPN di Tahun 2021
Yosep Peniel Batubara
Kamis, 30 September 2021 |
199 kali
Manado – Kepala
Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Manado Rofiq Manshur
beserta para pegawai dari Seksi Piutang Negara menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Monitoring dan Evaluasi Capaian Kinerja
Piutang Negara pada Rabu (15/09).
FGD dilaksanakan
dalam rangka implementasi salah satu rencana aksi Bidang Piutang Negara Kantor
Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo,
dan Maluku Utara (Kanwil DJKN Suluttenggomalut) pada triwulan III tahun 2021
yang turut mengundang Bidang Piutang Negara, jajaran KPKNL di wilayah kerja
Suluttenggomalut, serta perwakilan dari Subdirektorat Piutang Negara pada Direktorat
Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-Lain.
Plt. Kepala Bidang
Piutang Negara Anggun Prihatmono memberikan arahan agar Berkas Kasus Piutang
Negara (BKPN) Eks. BLBI segera diproses dengan mekanisme crash program atau pengurusan sederhana sesuai dengan karakteristik
BKPN BLBI dimaksud.
“Khusus untuk KPKNL
Manado yang didominasi oleh BKPN eks BDL dan hutang kurang dari Rp8 juta, agar
memetakan setiap berkas dan mengatur skala prioritas penyelesaiannya,” pesan
Anggun.
Pada kesempatan
tersebut Kepala Seksi Piutang Negara IB, Subdirektorat Piutang Negara I Margono
Dwi Susilo menyampaikan bahwa berdasarkan trajectory
target triwulan III, secara keseluruhan IKU Presentase Penurunan outstanding
Piutang Negara, IKU Presentase Penerimaan Negara dari Pengelolaan Kekayaan
Negara (BIAD PN), IKU Presentase PNDS, dan IKU Akurasi Basis Data Piutang
Negara sudah hijau.
“Namun untuk target
tahunan yang masih kuning kami tetap optimis untuk dapat segera tercapai,”
katanya.
“Dari surat persetujuan
Keringanan Utang telah terbit 32 SPPNL dengan total pembayaran sejumlah Rp331
juta, nilai outstanding BKPN yang
telah terbit SPPNL sebesar Rp1,2 milliar, dan total nilai keringanan utang yang
diberikan adalah Rp957 juta. Dilihat dari potensi hasil verifikasi, capaian Crash Program di Suluttenggomalut dapat
dibanggakan,” ungkap Margono.
“Di Suluttenggomalut
terdapat 558 BKPN dengan nilai per BKPN sampai dengan Rp8 juta yang
keseluruhannya ada di KPKNL Manado. Diharapkan dapat diselesaikan melalui
mekanisme Piutang Negara Sementara Belum Dapat Ditagih (PSBDT) atau Crash Program,” pesan Margono.
Dalam kesempatan
tersebut, Kepala KPKNL Manado Rofiq Manshur menyampaikan bahwa dari 558 BKPN
dengan nilai di bawah sampai dengan Rp8 juta, hampir semua dari BDL dan ada
jaminannya. Dari keseluruhan total BKPN di KPKNL Manado ada 720 BKPN yang mana
600 BKPN berasal dari BDL.
“Sekarang sudah
dilakukan tracing ke lapangan untuk
BDL ini, ada jaminan tanah, ada yang AJB, utangnya kecil, jadi dicari semua,
dan ternyata kebanyakan sudah meninggal. Ada juga yang ahli warisnya tidak diketahui
keberadaannya. Sebagaian juga ada yang jaminan seperti SK PNS, akan kami cek
kembali jika sudah pensiun akan segara di PSBDT,” sambung Rofiq.
“Terkait capaian IKU
penyelesaian BKPN, ada 30 BKPN yang siap untuk selesai. Sampai akhir tahun,
kami optimis dapat tercapai. Sekarang sedang fokus ke pendekatan debitur yang
ada jaminannya,” pungkasnya.
Rofiq juga menyampaikan
bahwa selama ini Program Keringanan Utang lebih efektif dilakukan jika debitur
didatangi langsung dibanding melalui surat. Terdapat debitur yang tertarik dan
langsung menyelesaikannya, dan ada juga yang tertarik tetapi menunggu sampai
dananya terkumpul.
“Kedalanya banyak
debitur yang sudah kami coba datangi tetapi tidak bertemu debiturnya.
Kedepannya kami akan mengupayakan terlebih dahulu untuk pelunasan, baru
setelahnya PSBDT,” tutur Rofiq.
Foto Terkait Berita