Implementasi Komunikasi Berbasis NLP Dalam Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi KPKNL
N/a
Rabu, 12 Juli 2023 |
5827 kali
Apa yang dimaksud dengan NLP? NLP adalah singkatan
dari Neuro Linguistic Program. Neuro berarti otak, pikiran,
proses berfikir, bagaimana mengorganisir mental. Linguistic berarti
bahasa, cara berkomunikasi, bagaimana menggunakan bahasa dan pengaruhnya
terhadap kehidupan. Sedangkan programming adalah sekuen, rentetan proses
secara mental yang berpengaruh terhadap perilaku untuk mencapai tujuan
tertentu. Penggunaan metode NLP dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang
dimaksud adalah menitikberatkan pada proses komunikasi yang dilakukan kepada
pengguna jasa atau satker. Komunikasi sendiri secara singkat adalah proses
penyampaikan pesan dan memahami pesan dari satu orang kepada orang lain. Fungsi
komunikasi adalah :
1.
memberikan informasi kepada stakeholder/ pengguna
jasa/ satker/ masyarakat;
2.
mengekspresikan emosi;
3.
mempengaruhi orang lain, memotivasi, mengurangi
perselisihan,
4.
memecahkan masalah dan mengambil keputusan.
Proses komunikasi menjadi penting karena dari hasil penelitian
menyatakan 70% kesalahan di dunia kerja adalah hasil komunikasi yang buruk.
Robert Bolton penulis buku People Skills menyatakan 80% orang yang gagal adalah
mereka yang tidak dapat berhubungan dan berkomunikasi baik dengan orang lain.
Untuk mendapatkan keberhasilan dalam komunikasi kaitannya dengan NLP ada
beberapa hal yang harus dipahami :
1.
Teori Alam Pikiran Sadar dan Alam Pikiran Bawah Sadar
Antara alam pikiran sadar dan bawah sadar manusia
adalah seperti fenomena gunung es. Sebagian besar manusia hanya menggunakan
alam pikiran sadarnya yang tampak di atas permukaan laut dari gunung es alam
pikiran manusia yaitu sebesar 10%. Selebihnya 90% adalah alam pikiran bawah sadar yang berada di bawah permukaan laut dari
sebuah gunung es. Pikiran sadar berperan dalam hal yang sifatnya logis,
analitis dan rasional sedangkan pikiran bawah sadar berperan dalam hal insting
atau naluri terkait hidup mati, pikiran tentang agresi, trauma, bahaya dan menyimpan berbagai pengalaman hidup.
Karenanya dalam melakukan komunikasi dengan satker harus hati-hati jangan
sampai menggunakan kata-kata yang negatif seperti tidak akan tercapai, tidak
akan berhasil, bodoh, selalu salah dan semacamnya yang apabila dilakukan
berulang-ulang akan masuk ke pikiran bawah sadar dan akan tertanam terus
apalagi kalau sedang berada pada gelombang otak alpha atau theta. Harus selalu
ditanamkan kata – kata yang membangun optimisme dan membangkitkan rasa percaya
diri. Sebagai contoh yang sering kita hadapi pada satker Kementerian Agama dimana pemegang Simak/ Siman nya adalah seorang guru, berlatar belakang
pendidikan sarjana pendidikan agama yang tidak memahami tentang aplikasi atau
teknologi informasi. Biasanya akan kita dengarkan diulu keluhannya lalu kita
masuk memberikan pernyataan atau kata-kata untuk memotivasi termasuk bahwa
KPKNL siap membantu apabila ada kesulitan selama PIC satker bersemangat untuk
belajar dan melaksanakan tugasnya. Apabila kata-kata positif yang memberikan
semangat dan optimisme selalu kita sampaikan dan masuk dalam pikiran bawah
sadarnya maka diharapkan PIC satker akan lebih mudah dalam melaksanakan
tugasnya.
1.
Teori tentang 3 Tipe Komunikan (Penerima Pesan)
Ada 3 tipe komunikan yang harus kita ketahui yaitu tipe visual, tipe auditory, dan tipe kinestetik. Penjelasannya adalah sebagai berikut :
a.
Tipe Visual
Orang dengan tipe ini lebih peduli kepada apa yang
mereka lihat dengan ciri-ciri :
- Melakukan kontak mata yang baik selama percakapan dan
juga sering melirik ke atas jika mengingat sesuatu, sering menggunakan
pandangan untuk menyampaikan sesuatu.
-
Posisi berdiri mengambil jarak (karena mementingkan
untuk dapat melihat orang yang diajak bicara).
-
Menyukai penggunaan bahasa penglihatan seperti :
melihat, gambar, mengamati, pemandangan, panorama, peta, jelas, tampaknya,
hitam, putih, dan sebagainya.
b.
Tipe Auditori
Ciri-cirinya adalah :
-
Tidak melakukan kontak mata jika sedang berpikir,
biasanya melirik ke kanan dan ke kiri.
-
Sering mengoreksi struktur bahasa, ejaan, pilihan
kata, atau pengucapan lawan bicara.
-
Mengingat dengan tepat bagaimana sesuatu dikatakan dan
mengingatkan lawan bicara apa yang dia katakana.
-
Melakukan permainan kata-kata, metaphors, dan suka dengan word
games.
-
Menyukai penggunaan bahasa pendengaran seperti :
dengarkan, bicara, suara, ngobrol, irama, tempo, dering, bergema, dan
sebagainya.
c.
Tipe Kinestetik
Ciri-cirinya adalah :
-
Melirik ke bawah ketika merespon suatu pertanyaan.
-
Memperhatikan kenyamanan dalam berpakaian.
-
Membuat keputusan hanya jika sedang merasa
nyaman/perasaan sedang baik.
- Menyukai penggunaan bahasa perasaan dan perabaan
seperti : terhubung, tersentuh, menangani, mendalami, jalan melewati, pas,
bergerak melalui, panas, dingin, dan sebagainya.
Dengan kita mengetahui 3 (tiga) tipe komunikan
tersebut maka kita bisa membangun kedekatan (building rapport) agar mereka bisa nyaman untuk berkomunikasi
dengan kita. Gunakan bahasa yg sesuai dengan masing-masing tipe komunikan tersebut
dan menjadikan cermin secara verbal maupun non verbal yang biasa dalam teknik
NLP disebut matching-mirroring. Ini
digunakan.agar terbangun frekuensi yang sama dengan komunikan (pacing) sehingga kita bisa mengarahkan
komunikan sesuai dengan tujuan kita (leading).
Selain itu ada beberapa kiat dalam menggunakan bahasa
tubuh dalam berkomunikasi yang disingkat dengan SO CLEAR yaitu :
1.
Sit (duduk) atau Stand (berdiri) dengan sudut pandang
yang tepat, pada level yang sama, dan menghargai kawasan pribadi orang lain.
2.
Gunakan mimik dan bahasa tubuh yang terbuka (Open).
3.
Pusatkan perhatian anda (Concentrate) pada lawan bicara.
4.
Condongkan (Lean)
tubuh anda ke arah pembicara untuk menunjukkan keterkaitan, sedikit maju untuk
memberi tekanan, dan sedikit mundur untuk mengurangi tekanan.
5.
Jagalah kontak mata (Eye contact) yang sesuai sementara menyimak untuk mendorong
pembicara. Tingkatkan kontak mata untuk memberi tekanan dan mengurangi untuk
menurunkan tekanan.
6.
Memberikan tanggapan yang sesuai (Appropriate) dengan mendasarkan tanggapan anda pada apa yang baru
saja dikatakan oleh lawan bicara.
7.
Bersikap santai (Relax)
dan seimbang agar komunikasi dapat dilakukan dengan nyaman dan mudah
Kalau komunikan sudah merasa nyaman berbicara dengan
kita, mereka dengan antusias akan mengikuti kemauan kita. Misalnya dengan satker
terkait pemanfaatan BMN agar mereka segera mengajukan permohonan pemanfaatan serta untuk mempermudah dalam berkomunikasi dengan pimpinan satker agar
kebutuhan data kita terkait portofolio aset maupun pengukuran Standar Barang
Standar Kebutuhan (SBSK) yang menjadi Indeks Kinerja Utama (IKU) dalam Pengelolaan
Kekayaan Negara. Selanjutnya Penulis berharap bisa membahas
lebih detail tentang teknik NLP yang dapat dimanfaatkan dalam
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi di KPKNL. Salam sehat, tetap semangat!
(Arip Budiyanto; Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Plt. Kepala Seksi
Hukum dan Informasi KPKNL Manado).
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |