Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Manado
Implementasi Komunikasi Berbasis NLP Dalam Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi KPKNL

Implementasi Komunikasi Berbasis NLP Dalam Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi KPKNL

N/a
Rabu, 12 Juli 2023 |   5827 kali

Apa yang dimaksud dengan NLP? NLP adalah singkatan dari Neuro Linguistic Program. Neuro berarti otak, pikiran, proses berfikir, bagaimana mengorganisir mental. Linguistic berarti bahasa, cara berkomunikasi, bagaimana menggunakan bahasa dan pengaruhnya terhadap kehidupan. Sedangkan programming adalah sekuen, rentetan proses secara mental yang berpengaruh terhadap perilaku untuk mencapai tujuan tertentu. Penggunaan metode NLP dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang dimaksud adalah menitikberatkan pada proses komunikasi yang dilakukan kepada pengguna jasa atau satker. Komunikasi sendiri secara singkat adalah proses penyampaikan pesan dan memahami pesan dari satu orang kepada orang lain. Fungsi komunikasi adalah :

1.       memberikan informasi kepada stakeholder/ pengguna jasa/ satker/ masyarakat;

2.       mengekspresikan emosi;

3.       mempengaruhi orang lain, memotivasi, mengurangi perselisihan,

4.       memecahkan masalah dan mengambil keputusan.


Proses komunikasi menjadi penting karena dari hasil penelitian menyatakan 70% kesalahan di dunia kerja adalah hasil komunikasi yang buruk. Robert Bolton penulis buku People Skills menyatakan 80% orang yang gagal adalah mereka yang tidak dapat berhubungan dan berkomunikasi baik dengan orang lain. Untuk mendapatkan keberhasilan dalam komunikasi kaitannya dengan NLP ada beberapa hal yang harus dipahami :

 

1.       Teori Alam Pikiran Sadar dan Alam Pikiran Bawah Sadar

Antara alam pikiran sadar dan bawah sadar manusia adalah seperti fenomena gunung es. Sebagian besar manusia hanya menggunakan alam pikiran sadarnya yang tampak di atas permukaan laut dari gunung es alam pikiran manusia yaitu sebesar 10%. Selebihnya 90% adalah alam pikiran bawah sadar yang berada di bawah permukaan laut dari sebuah gunung es. Pikiran sadar berperan dalam hal yang sifatnya logis, analitis dan rasional sedangkan pikiran bawah sadar berperan dalam hal insting atau naluri terkait hidup mati, pikiran tentang agresi, trauma, bahaya dan menyimpan berbagai pengalaman hidup. Karenanya dalam melakukan komunikasi dengan satker harus hati-hati jangan sampai menggunakan kata-kata yang negatif seperti tidak akan tercapai, tidak akan berhasil, bodoh, selalu salah dan semacamnya yang apabila dilakukan berulang-ulang akan masuk ke pikiran bawah sadar dan akan tertanam terus apalagi kalau sedang berada pada gelombang otak alpha atau theta. Harus selalu ditanamkan kata – kata yang membangun optimisme dan membangkitkan rasa percaya diri. Sebagai contoh yang sering kita hadapi pada satker Kementerian Agama dimana pemegang Simak/ Siman nya adalah seorang guru, berlatar belakang pendidikan sarjana pendidikan agama yang tidak memahami tentang aplikasi atau teknologi informasi. Biasanya akan kita dengarkan diulu keluhannya lalu kita masuk memberikan pernyataan atau kata-kata untuk memotivasi termasuk bahwa KPKNL siap membantu apabila ada kesulitan selama PIC satker bersemangat untuk belajar dan melaksanakan tugasnya. Apabila kata-kata positif yang memberikan semangat dan optimisme selalu kita sampaikan dan masuk dalam pikiran bawah sadarnya maka diharapkan PIC satker akan lebih mudah dalam melaksanakan tugasnya.

1.       Teori tentang 3 Tipe Komunikan (Penerima Pesan)

 Ada 3 tipe komunikan yang harus kita ketahui yaitu tipe visual, tipe auditory, dan tipe kinestetik. Penjelasannya adalah sebagai berikut :

a.      Tipe Visual

Orang dengan tipe ini lebih peduli kepada apa yang mereka lihat dengan ciri-ciri :

-     Melakukan kontak mata yang baik selama percakapan dan juga sering melirik ke atas jika mengingat sesuatu, sering menggunakan pandangan untuk menyampaikan sesuatu.

-         Posisi berdiri mengambil jarak (karena mementingkan untuk dapat melihat orang yang diajak bicara).

-         Menyukai penggunaan bahasa penglihatan seperti : melihat, gambar, mengamati, pemandangan, panorama, peta, jelas, tampaknya, hitam, putih, dan sebagainya.

b.     Tipe Auditori

Ciri-cirinya adalah :

-        Tidak melakukan kontak mata jika sedang berpikir, biasanya melirik ke kanan dan ke kiri.

-        Sering mengoreksi struktur bahasa, ejaan, pilihan kata, atau pengucapan lawan bicara.

-        Mengingat dengan tepat bagaimana sesuatu dikatakan dan mengingatkan lawan bicara apa yang dia katakana.

-        Melakukan permainan kata-kata, metaphors, dan suka dengan word games.

-        Menyukai penggunaan bahasa pendengaran seperti : dengarkan, bicara, suara, ngobrol, irama, tempo, dering, bergema, dan sebagainya.

c.     Tipe Kinestetik

Ciri-cirinya adalah :

-        Melirik ke bawah ketika merespon suatu pertanyaan.

-        Memperhatikan kenyamanan dalam berpakaian.

-        Membuat keputusan hanya jika sedang merasa nyaman/perasaan sedang baik.

-     Menyukai penggunaan bahasa perasaan dan perabaan seperti : terhubung, tersentuh, menangani, mendalami, jalan melewati, pas, bergerak melalui, panas, dingin, dan sebagainya. 

Dengan kita mengetahui 3 (tiga) tipe komunikan tersebut maka kita bisa membangun kedekatan (building rapport) agar mereka bisa nyaman untuk berkomunikasi dengan kita. Gunakan bahasa yg sesuai dengan masing-masing tipe komunikan tersebut dan menjadikan cermin secara verbal maupun non verbal yang biasa dalam teknik NLP disebut matching-mirroring. Ini digunakan.agar terbangun frekuensi yang sama dengan komunikan (pacing) sehingga kita bisa mengarahkan komunikan sesuai dengan tujuan kita (leading)

Selain itu ada beberapa kiat dalam menggunakan bahasa tubuh dalam berkomunikasi yang disingkat dengan SO CLEAR yaitu :

1.     Sit (duduk) atau Stand (berdiri) dengan sudut pandang yang tepat, pada level yang sama, dan menghargai kawasan pribadi orang lain.

2.     Gunakan mimik dan bahasa tubuh yang terbuka (Open).

3.     Pusatkan perhatian anda (Concentrate) pada lawan bicara.

4.     Condongkan (Lean) tubuh anda ke arah pembicara untuk menunjukkan keterkaitan, sedikit maju untuk memberi tekanan, dan sedikit mundur untuk mengurangi tekanan.

5.     Jagalah kontak mata (Eye contact) yang sesuai sementara menyimak untuk mendorong pembicara. Tingkatkan kontak mata untuk memberi tekanan dan mengurangi untuk menurunkan tekanan.

6.     Memberikan tanggapan yang sesuai (Appropriate) dengan mendasarkan tanggapan anda pada apa yang baru saja dikatakan oleh lawan bicara.

7.     Bersikap santai (Relax) dan seimbang agar komunikasi dapat dilakukan dengan nyaman dan mudah

 

Kalau komunikan sudah merasa nyaman berbicara dengan kita, mereka dengan antusias akan mengikuti kemauan kita. Misalnya dengan satker terkait pemanfaatan BMN agar mereka segera mengajukan permohonan pemanfaatan serta untuk mempermudah dalam berkomunikasi dengan pimpinan satker agar kebutuhan data kita terkait portofolio aset maupun pengukuran Standar Barang Standar Kebutuhan (SBSK) yang menjadi Indeks Kinerja Utama (IKU) dalam Pengelolaan Kekayaan Negara. Selanjutnya Penulis berharap bisa membahas lebih detail tentang teknik NLP yang dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi di KPKNL. Salam sehat, tetap semangat!

 

(Arip Budiyanto; Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Plt. Kepala Seksi Hukum dan Informasi KPKNL Manado).

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon