Forum Komunikasi Publik KPKNL Malang Tahun 2026
Fery Kurniawan
Senin, 13 Juli 2026 |
6 kali
Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang kembali membuktikan komitmennya untuk tidak sekadar menjalankan layanan yang tertib secara administratif. Lebih dari itu, KPKNL Malang terus bergerak menghadirkan layanan yang berdampak nyata, adaptif, dan berorientasi langsung pada kebutuhan masyarakat luas. Komitmen tersebut ditegaskan dalam pergelaran Forum Konsultasi Publik (FKP) yang dilaksanakan pada Kamis, 9 Juli 2026.
Guna menciptakan ruang komunikasi yang
setara, KPKNL Malang mengambil langkah unik dengan memindahkan ruang diskusi
dari kantor formal ke area terbuka hijau Wisata Petik Anggur, Politeknik
Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Kampus 2 Malang, Jalan IR. Rais,
Tanjungrejo, Sukun, Kota Malang.
Pemilihan lokasi luar ruangan (outdoor) yang asri ini tidak hanya
menyuguhkan suasana evaluasi yang segar dan transparan, tetapi juga memberikan
pembuktian langsung kepada publik mengenai dampak nyata inovasi tata kelola
aset negara. Kebun anggur tempat acara berlangsung merupakan bukti nyata Barang
Milik Negara (BMN) yang berhasil dioptimalisasikan hingga mendatangkan nilai
tambah ekonomi bagi komunitas lokal sekaligus menjadi destinasi edukasi publik.
Forum Konsultasi Publik ini dirancang khusus untuk memberikan dampak (impact)
langsung bagi perbaikan pengalaman pengguna layanan (user experience).
Melalui forum ini, KPKNL Malang menguji secara langsung efektivitas dan
kualitas ragam kebijakan layanan yang telah berjalan dengan menyerap opini dari
masyarakat serta pengguna layanan secara langsung. Hal ini menjadi komitmen
nyata instansi untuk terus mengukur kepuasan masyarakat dan meningkatkan
standar mutu pelayanan publik secara berkala.
Di tengah hamparan kebun anggur produktif, jajaran manajemen KPKNL Malang
membuka diri, memaparkan capaian kinerja, serta membedah maklumat standar
pelayanan publik secara transparan. FKP ini menjadi media diskusi partisipatif
untuk membahas rancangan, penerapan, dampak, serta evaluasi atas pelaksanaan
kebijakan, termasuk penyelesaian berbagai hambatan pelayanan publik.
Mengapa Forum Ini Berdampak Nyata? Suasana informal di Wisata Petik
Anggur Polbangtan terbukti berhasil merangsang komunikasi dua arah yang sangat
interaktif. Berbagai elemen pengguna layanan, pelaku usaha, akademisi, hingga
perwakilan media massa yang hadir dapat leluasa menyampaikan aspirasi, kritik
konstruktif, serta saran-saran strategis untuk menyempurnakan kualitas
pelayanan di bidang Pengelolaan Kekayaan Negara, Piutang Negara, Penilaian,
hingga Pelaksanaan Lelang.
Bagi masyarakat pengguna layanan, forum ini menjadi jaminan bahwa suara,
keluhan, dan kebutuhan mereka didengar dan diakomodasi langsung oleh pengambil
keputusan. Kritik yang disampaikan tidak menguap sebagai formalitas, melainkan
langsung dianalisis untuk:
·
Memangkas jalur birokrasi yang dinilai masih
berbelit.
·
Mempercepat waktu penyelesaian berkas
administrasi.
·
Memperkuat kepastian hukum di setiap lini
layanan KPKNL Malang.
Seluruh hasil masukan dan rekomendasi yang terjaring sepanjang diskusi di
Wisata Petik Anggur Polbangtan Kampus 2 ini dicatat secara resmi untuk
dijadikan bahan evaluasi mendalam. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen
berkelanjutan KPKNL Malang untuk terus melakukan perbaikan Standard
Operating Procedure (SOP) pelayanan demi mewujudkan birokrasi yang bersih
dan responsif.
KPKNL Malang menegaskan akan mengintegrasikan seluruh poin hasil evaluasi tersebut
guna mematangkan budaya kerja MBOIS:
1. Maju
untuk memberikan layanan terbaik.
2. Bonafide
dengan layanan yang terpercaya.
3. OIstimewa
bagi seluruh pengguna layanan tanpa terkecuali.
Melalui kesuksesan Forum Konsultasi Publik yang inklusif ini, dampak
terbesar yang ingin dihadirkan oleh KPKNL Malang adalah kembalinya kepercayaan
dan kepuasan penuh masyarakat. Setiap individu yang hadir membawa keyakinan
baru bahwa pengelolaan aset negara dan pelayanan lelang di Malang Raya kini
berjalan dalam ekosistem yang bersih, modern, dan sepenuhnya berpihak pada
kepentingan publik.
Foto Terkait Berita