Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Malang
SELARAS KPKNL Malang: Mengenal Lebih Dekat Kesenian Reog Ponorogo

SELARAS KPKNL Malang: Mengenal Lebih Dekat Kesenian Reog Ponorogo

Ozon Rizka Rizaludin
Senin, 03 Oktober 2022 |   432 kali

Malang - Pada Selasa 27 September 2022, KPKNL Malang kembali mengadakan kegiatan Selaras (Selasa Rampai Sarasehan). Kegiatan Selaras merupakan kegiatan rutin di KPKNL Malang yang dilaksanakan setiap hari selasa jam 08.00 s.d. 09.00 WIB dan diikuti seluruh pejabat dan pegawai ASN serta PPNPN di lingkungan KPKNL Malang.

Kegiatan selaras selalu mengambil tema yang berbeda-beda dengan tujuan berbagi ilmu pengetahuan penyelaras dan menambah ilmu pengetahuan peserta selaras. Pada kesempatan kali ini, Ozon Rizka Rizaludin tampil sebagai penyelaras dengan mengambil tema “Mengenal Tarian Reog Ponorogo”. Sebuah tarian topeng yang berasal dari Ponorogo. Tema ini dipilih mengingat kesenian ini merupakan karya adiluhung bangsa yang harus dilestarikan. Kesenian asli Indonesia jangan sampai punah dan malah diklaim oleh negara lain sebagai kesenian asli negara tersebut.

Dalam kesenian Reog, terdapat 5 penari utama dalam tarian Reog yaitu Klono Sewandono, Dadak Merak, Jathilan, Warok, dan Bujangganong yang secara filosofis mempunyai makna tersendiri. Menurut sejarawan,  tarian reog merupakan sebuah tarian sindirian kepada Raja Brawijaya V dari Majapahit yang dalam melaksanakan pemerintahannya lebih sering dipengaruhi oleh kemauan permaisurinya yaitu Putri Champa. Kepala Harimau melambangkan Prabu Brawijaya V, dimana kepala harimau tersebut diduduki Burung Merak yang melambangkan Putri Champa.  Hal ini bermakna Harimau sebagai raja hutan, tetapi kemanapun pergi selalu dibawah kendali burung merak yang cantik nan indah.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab dan peserta antusias mengajukan pertanyaan seperti bagaimana keadaan terkini perkembangan Reog di Ponorogo serta upaya apa yang telah dilakukan oleh pihak-pihak yang berkompeten. 

Sebelum menutup acara moderator Neni Puji Artanti berpesan ”Mari kita bersama-sama menjaga seni budaya peninggalan nenek moyang kita, jangan sampai seni budaya itu punah ”.

Foto Terkait Berita

Floating Icon