Mendengar, Berbenah, dan Berinovasi : KPKNL Makassar Wujudkan Pelayanan Publik Berkualitas Melalui Forum Konsultasi Publik 2026
Achmad Munif
Rabu, 24 Juni 2026 |
50 kali
Makassar –
Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Makassar menyelenggarakan Forum
Konsultasi Publik (FKP) pada Rabu, 24 Juni 2026 sebagai bagian dari
komitmen peningkatan kualitas pelayanan publik melalui partisipasi aktif para
pemangku kepentingan. Mengusung tema “Mendengar dan Berbenah Demi Pelayanan
yang Lebih Responsif dan Transparan”, kegiatan ini menjadi wadah komunikasi
dua arah antara penyelenggara layanan dengan masyarakat, akademisi, media,
dunia usaha, perbankan, dan instansi mitra untuk bersama-sama mewujudkan
pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Sulawesi Selatan,
Tenggara, dan Barat, Bapak Wibawa Pram Sihombing. Dalam sambutannya, beliau
menegaskan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan sarana strategis untuk
menghimpun kritik, saran, dan masukan dari masyarakat guna menyempurnakan
kualitas layanan KPKNL Makassar sehingga mampu memberikan pelayanan yang cepat,
transparan, akuntabel, dan sesuai dengan harapan pengguna layanan.
"Pelayanan publik yang baik
harus dibangun melalui komunikasi dua arah. Setiap masukan dari masyarakat
merupakan modal penting untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi dalam
memberikan pelayanan," ungkapnya.
Selain itu, peserta juga mendapatkan
sosialisasi yang disampaikan oleh Kepala KPKNL Makassar, Bapak Iwan Darma
Setiawan mengenai Peran Masyarakat dalam Peningkatan Budaya Integritas
di Lingkungan Kementerian Keuangan yang mengangkat pentingnya pengendalian
gratifikasi, mekanisme pelaporan pelanggaran melalui sistem WiSe Kementerian
Keuangan, serta jaminan perlindungan terhadap pelapor. Masyarakat diajak
untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dengan tidak
memberikan gratifikasi dalam bentuk apa pun kepada penyelenggara layanan.
Forum ini menghadirkan dua
narasumber yang memberikan perspektif dari sisi pengawasan pelayanan publik dan
transformasi birokrasi.
Kepala Perwakilan Ombudsman RI
Perwakilan Sulawesi Selatan, Dr. Ismu Iskandar, S.T., M.M., menyampaikan
materi mengenai pentingnya budaya pelayanan yang berorientasi pada kepuasan
masyarakat serta penguatan sistem pelayanan publik yang mampu membangun
kepercayaan publik. Beliau menekankan bahwa pelayanan yang berkualitas tidak
hanya diukur dari terpenuhinya standar administratif, tetapi juga dari
pengalaman masyarakat saat menerima layanan.
Dalam paparannya, beliau mengajak
seluruh penyelenggara pelayanan publik untuk terus melakukan evaluasi dan
perbaikan berkelanjutan dengan menjadikan aspirasi masyarakat sebagai dasar
pengambilan kebijakan. Melalui Forum Konsultasi Publik, diharapkan tercipta
ruang dialog yang konstruktif antara penyelenggara layanan dan masyarakat
sehingga pelayanan publik semakin efektif dan responsif terhadap kebutuhan
pengguna layanan.
Sementara itu, Ketua Program Studi
Magister Politeknik STIA LAN Makassar, Dr. Wahyu Nurdiansyah Nurdin, S.Sos.,
M.Si., menyampaikan materi mengenai Transformasi Birokrasi Digital
Multigenerasi. Beliau menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi
dan perubahan karakteristik masyarakat menuntut birokrasi untuk semakin adaptif
dalam memberikan pelayanan.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi
digital harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia
sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih cepat, mudah diakses, transparan,
dan inklusif. Transformasi birokrasi bukan sekadar digitalisasi proses, tetapi
juga perubahan pola pikir aparatur dalam memberikan pelayanan yang berorientasi
pada kebutuhan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bapak
Totok Hartanto, Kasubbag Umum KPKNL Makassar juga memaparkan Standar
Pelayanan DJKN yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan layanan kepada
masyarakat. Standar pelayanan tersebut disusun berdasarkan prinsip sederhana,
partisipatif, akuntabel, transparan, berkeadilan, berkelanjutan, dan responsif
terhadap perkembangan teknologi.
Peserta memperoleh informasi
mengenai 11 layanan unggulan KPKNL Makassar, mulai dari layanan
pengelolaan Barang Milik Negara, piutang negara, penilaian, hingga layanan
lelang yang terus mengalami penyempurnaan, termasuk percepatan waktu penyelesaian
pada beberapa jenis layanan sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas
pelayanan.
Forum berlangsung secara interaktif
dengan berbagai pertanyaan dan masukan dari peserta terkait pelaksanaan lelang,
pengelolaan Barang Milik Negara, penyelesaian permasalahan sertipikasi aset,
hingga pemanfaatan teknologi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.
Seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi KPKNL Makassar dalam
melakukan penyempurnaan layanan secara berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan Forum
Konsultasi Publik ini, KPKNL Makassar menegaskan komitmennya untuk terus
menghadirkan pelayanan yang komunikatif, kolaboratif, berintegritas,
inovatif, dan berorientasi pada pelayanan, sekaligus memperkuat sinergi
dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Sejalan dengan semangat Menuju
Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI WBBM), Forum
Konsultasi Publik diharapkan menjadi momentum untuk membangun pelayanan publik
yang semakin responsif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,
sehingga mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan seluruh
pengguna layanan KPKNL Makassar.
Foto Terkait Berita