Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Makassar
Malam yang Panjang di Kota Makassar: Kisah Resilience, Agility, dan Versatility Tim Penagihan Piutang Negara KPKNL

Malam yang Panjang di Kota Makassar: Kisah Resilience, Agility, dan Versatility Tim Penagihan Piutang Negara KPKNL

Indriani Aryanti Syahruddin
Senin, 01 September 2025 |   56 kali

Kota Makassar (29/8), Pagi ini, kami bertiga dari tim penagihan piutang negara KPKNL Makassar. Iling Saidah sebagai Kasi Piutang Negara, serta staf Piutang Negara Syamsul Ratu Loly dan Abdi Negara berangkat menuju Kabupaten Takalar dengan semangat tinggi untuk menjalankan tugas negara. Tepat pukul 09.00 WITA, perjalanan dimulai. Jalanan bersahabat, udara cerah, dan seluruh agenda penagihan di Takalar dapat kami tuntaskan sesuai rencana. Sekitar pukul 15.00 WITA, kami bergerak kembali ke Kota Makassar untuk melanjutkan agenda berikutnya.

Saat kembali ke kota, salah satu anggota tim harus kembali ke kantor karena tugas mendesak, sehingga tersisa kami berdua melanjutkan pekerjaan. Kegiatan berjalan lancar hingga menjelang sore. Namun, ketika hendak pulang, tepat satu kilometer sebelum kantor, kami dihadang kondisi yang tak terduga, demonstrasi besar yang memadati jalanan, disertai pembakaran yang menghambat arus lalu lintas. Kemacetan parah memaksa kendaraan berhenti total. Kendaraan berhenti hampir tanpa celah untuk bergerak. Klakson bersahutan, motor-motor menyelinap di sela-sela mobil, dan wajah-wajah penat tampak dari setiap jendela kendaraan yang terjebak.

Jam terus berputar. Pukul 18.00, 19.00, hingga lewat pukul 20.00 WITA, kemacetan masih mengikat kuat. Kami tidak bisa kembali ke kantor untuk melaporkan hasil tugas, bahkan untuk sekadar pulang ke rumah pun masih menjadi harapan yang jauh. Yang tersisa hanyalah rasa lelah yang bercampur kesabaran, terjebak di antara lampu merah yang tak kunjung hijau dan kerumunan massa yang belum juga bubar.

Di situasi ini, kami diuji untuk menunjukkan resilience yaitu kemampuan bertahan dan tetap fokus dalam menghadapi tantangan berat. Meskipun arus macet panjang dan suasana mencekam, kami tidak menyerah. Kami tetap berkomitmen untuk menjalankan tugas negara.

Kemudian, kami menggunakan agility dengan kelincahan dan adaptasi cepat untuk mencari solusi alternatif. Kami berkoordinasi melalui telepon untuk mengatur ulang jadwal pelaporan dan komunikasi dengan kantor, memastikan informasi tetap tersampaikan walau tidak bisa hadir fisik tepat waktu. Kami juga memanfaatkan waktu yang ada untuk menyusun laporan secara cepat dan merencanakan langkah berikutnya, memaksimalkan setiap kesempatan di tengah keterbatasan.

Selain itu, kami mengaplikasikan versatility yaitu kemampuan beradaptasi dengan berbagai peran dan situasi. Dalam kondisi darurat seperti ini, kami tak hanya bertugas sebagai penagih, tapi juga sebagai pengamat situasi, evaluator risiko, dan pengelola komunikasi, agar amanah tetap terlaksana tanpa mengabaikan keselamatan diri.

Malam ini terasa begitu panjang. Di tengah keramaian yang bising, ada kesunyian yang hanya dapat didengar dalam hati, menunggu tanpa kepastian, berharap esok hari jalanan kembali ramah, dan Makassar kembali tenang.

Di tengah hiruk-pikuk yang menguji ketahanan mental dan fisik, kami belajar betapa pentingnya memiliki ketangguhan, kelincahan, dan fleksibilitas, dan dibalik semua keterbatasan ini, ada satu keyakinan yang tetap menyala bahwa tugas mengabdi untuk negara harus tetap dijalankan. Rintangan di jalan mungkin menghambat langkah, tetapi tidak akan pernah memadamkan semangat untuk menuntaskan amanah. Ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kepada negara harus terus berjalan, tak terhalang oleh rintangan apapun.

#timpublikasi##kpknlmakassarEwako#

Foto Terkait Berita

Floating Icon