Paradigma Dialog Kinerja Organisasi Seperti Strategi Bermain Gim
Syahrul Muttaqin
Senin, 11 Mei 2026 |
19 kali
Dialog Kinerja Organisasi (DKO) bagi segelintir pegawai merupakan sebuah acara monoton yang dilaksanakan secara periodik untuk memonitoring capaian kinerja organisasi. Namun, paradigma ini harus kita geser secara masif; pelaksanaan DKO yang didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan nomor 300/01/2022 tentang Manajemen Kinerja di Lingkungan Kementerian Keuangan adalah sebuah pembelajaran organisasi yang berkelanjutan. DKO adalah ruang kelas organisasi dan pegawai dalam berproses dan bertumbuh menjadi sosok yang adaptif dan solutif. Dalam pencapaian target, kerap kali kita menemukan tantangan yang membuat capaian kinerja organisasi tidak optimal. Selain itu, ada risiko-risiko yang menghantui organisasi dalam pencapaiannya. Dengan kegiatan DKO, organisasi dapat merumuskan aksi dan solusi serta berkaca dari masa lalu atau organisasi yang lain dalam meraih capaian.
Daripada terus menganggap DKO sebagai acara seremonial yang membosankan, pegawai dapat mencoba mengubah mindset DKO tersebut menjadi sebuah strategi dalam bermain online game kesayangan masing-masing. Setiap permainan pasti memiliki objektifnya masing-masing. Misal dalam Mobile Legend Bang Bang (MLBB) objektifnya berupa farming creeps, farming buff, turtle, lord, golde, dan turret lawan. Kita bisa mencoba menjadikan DKO sebagai strategi permainan: objektif DKO adalah indeks kinerja utama (IKU), risiko kinerja, capaian output dan anggaran. Selanjutnya, organisasi dapat menyusun strategi untuk mencapai objektifnya. Agak lebih menarik, kita dapat menggunakan metode STAR.
Pertama, S pada STAR adalah situation. Di dalam permainan MLBB, pemain dapat melakukan identifikasi seperti jumlah gold tim sendiri, gold tim lawan, situasi turret lawan, dan item-item pemain. Begitu pula dengan kinerja organisasi, pegawai dapat mengidentifikasi situasi terkini dari capaian IKU, kondisi lapangan, hambatan, risiko, atau perubahan lingkungan strategis. Selanjutnya, T untuk task. Jika di dalam permainan setiap player punya role masing-masing (misalnya jungler yang mencari buff dan damage dealer, marksman mengumpulkan gold, dan roamer yang melakukan inisiasi perang), maka kita dapat mencoba mengaplikasikan pada kinerja organisasi seperti PIC yang bertanggung jawab, menentukan level prioritas dari permasalahan, dan tenggat waktu. Sehingga pegawai memahami peran yang dilaksanakan secara bertanggung jawab dan sejalan dengan target. Lalu A untuk action. Disinilah core dari pegawai dalam melakukan eksekusi dari analisis STAR sebelumnya. Akibatnya, kita akan memetik huruf R yaitu result. Dari sini kita dapat mereviu gameplay pegawai; seperti apakah objektifnya tercapai, apa dampak yang dirasakan, dan apa lesson learned yang didapat untuk melakukan perbaikan yang berkelanjutan.
Dengan melakukan perubahan mindset ini, kita harap pegawai tidak menjadikan DKO sebuah acara yang membosankan dan capaian IKU sebagai beban dalam bekerja, namun adalah sebuah objektif seperti dalam game yang dapat ditaklukkan secara bersama-sama. Dengan mindset baru ini, DKO akan lebih terasa seperti menyusun strategi bermain game yang menyenangkan sehingga di akhir permainan dapat kita ucapkan “good game!”.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel