ITERA Gelar Investor Gathering Kawasan Komersial ITERA (KKI)
Danny Walprido Pardosi
Selasa, 14 Juli 2026 |
42 kali
Lampung Selatan — Tim Kompetisi Inovasi Manajer Aset (KOIN MAS) Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Bandar Lampung berkesempatan menjadi pembicara dalam kegiatan Investor Gathering Kawasan Komersial ITERA (KKI) yang diselenggarakan pada Selasa (14/7) di Aula Gedung Kuliah Umum 2 Institut Teknologi Sumatera.
Kegiatan yang mempertemukan pemerintah, calon investor, dan para pemangku kepentingan ini bertujuan memperkuat sinergi, kolaborasi, dan inovasi dalam pengembangan aset ITERA. Aset tersebut diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi dan pendidikan di wilayah Sumatera, khususnya Provinsi Lampung.
Mewakili Rektor ITERA, Ketua Tim Masterplan Kawasan Komersial ITERA, M. Bobby Rahman, S.T., M.Si. (Han), Ph.D., menyampaikan bahwa ITERA saat ini mengelola lahan seluas 275 hektare. Dari total lahan tersebut, sekitar 38 hektare memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan usaha melalui kemitraan dengan pihak swasta maupun pemerintah.
Bobby juga menekankan adanya pergeseran visi dalam pengelolaan kawasan tersebut. Ke depan, istilah "Komersial" dalam Kawasan Komersial ITERA (KKI) akan diarahkan menjadi "Kolaborasi". Perubahan ini dimaksudkan agar setiap aktivitas bisnis di lingkungan kampus tetap selaras dengan tugas utama perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Kerja sama pemanfaatan aset ini bukan sekadar transaksi bisnis atau komersial semata, melainkan harus bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," tegas Bobby dalam sambutannya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Lampung, Drs. Samsurijal, M.M., yang mewakili Gubernur Lampung, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memberikan kemudahan perizinan dan sinkronisasi tata ruang guna menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif.
"Berinvestasi di Kawasan Komersial ITERA bukan sekadar menanamkan modal untuk memperoleh keuntungan ekonomi. Lebih dari itu, ini merupakan kontribusi nyata dalam membangun masa depan Lampung melalui kawasan yang mengusung konsep smart, green, dan synergy," ujar Samsurijal.
Menindaklanjuti pemaparan tersebut, Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara KPKNL Bandar Lampung sekaligus Ketua Tim KOIN MAS KPKNL Bandar Lampung 2026/2027, Rahmat Ibnu Wibowo, menjelaskan bahwa pengembangan Kawasan Komersial ITERA dilakukan dengan prinsip pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang transparan dan akuntabel.
Rahmat juga memaparkan berbagai skema pemanfaatan yang dapat ditempuh oleh calon mitra, mulai dari skema sewa, Kerja Sama Pemanfaatan (KSP), hingga Bangun Guna Serah (BGS), sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 115 Tahun 2020 tentang Pemanfaatan Barang Milik Negara.
"Pemanfaatan BMN di ITERA telah memperoleh penetapan status penggunaan yang sah. Dengan demikian, status lahannya telah memiliki kepastian hukum dan dapat memberikan rasa aman bagi para calon mitra untuk berinvestasi," tegas Rahmat dalam paparannya.
Melalui kegiatan ini, ITERA diharapkan dapat memperluas jejaring kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong optimalisasi pemanfaatan aset negara sekaligus mendukung pengembangan kawasan pendidikan, ekonomi, dan inovasi yang berkelanjutan di Provinsi Lampung.
Foto Terkait Berita