KPKNL Bandar Lampung Gelar Sosialisasi Pengelolaan Barang Milik Negara
Danny Walprido Pardosi
Rabu, 13 Mei 2026 |
14 kali
Bandar Lampung – Kantor Pelayanan
Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bandar Lampung menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi
Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) serta implementasi aplikasi SIMAN versi 2
pada Rabu (13/5) bertempat di aula KPKNL Bandar Lampung dengan mengundang operator
BMN satuan kerja (satker) di wilayah kerja KPKNL Bandar Lampung. Agenda ini
bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan para operator BMN dalam
mengelola BMN agar lebih tertib, optimal, dan akuntabel.
Pada sambutannya, Kepala KPKNL
Bandar Lampung, Titik Wijayanti, menjabarkan bahwa selain fokus pada aspek
teknis, kegiatan ini juga menekankan optimalisasi aset untuk mendukung program
prioritas pemerintah, seperti penyediaan lahan bagi satuan pelayanan pemenuhan
gizi (SPPG), sekolah rakyat, serta penguatan ekonomi melalui Koperasi
Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Selain itu, Titik juga menegaskan
komitmen seluruh jajaran KPKNL Bandar Lampung terhadap budaya integritas dan transparansi
layanan dengan menolak segala bentuk gratifikasi dan menjaga profesionalisme
dalam setiap layanan yang diberikan. “Kami, pegawai KPKNL Bandar Lampung, sudah
digaji jadi tidak perlu diberi lagi,” tegasnya.
Senada dengan itu, dalam
sambutannya sekaligus membuka kegiatan sosialisasi, Kepala Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Lampung dan Bengkulu Windraty Ariane Siallagan
menyampaikan harapannya agar implementasi SIMAN versi 2 mampu mengintegrasikan
seluruh data aset negara secara end-to-end, sehingga memudahkan pemantauan
dan pengambilan keputusan strategis baik di tingkat kementerian teknis maupun
Kementerian Keuangan c.q. DJKN selaku Pengelola Barang.
Mengawali pemaparan, Kepala Seksi
Pengelolaan Kekayaan Negara (PKN) III Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu,
Hartanto, menjabarkan bahwa saat ini ada pergeseran peran pengelola aset dari
sekadar profit maximizer menjadi social optimizer. Artinya, aset
negara tidak hanya dikejar nilai PNBP-nya, tetapi harus memberikan manfaat
sosial ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas. Lanjutnya, fokus utama
optimalisasi saat ini diarahkan pada dukungan program pemerintah, seperti
penyediaan lahan untuk SPPG dalam program makan bergizi gratis, pengembangan
KDKMP, serta penguatan ketahanan pangan.
“Kita harapkan aset ini tidak pasif,
tapi menjadi salah satu instrumen untuk mendukung pembangunan nasional,” ujar
Hartanto.
Menyambung pemaparan dari Hartanto, Gugun Sugara selaku pelaksana Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara KPKNL Bandar Lampung menjadi fasilitator dalam mempraktikkan implementasi SIMAN versi 2 bagi Pengguna Barang. Pembahasan difokuskan pada modul Role and User, Master Aset, Pengelolaan, dan Wasdal. Pembahasan berjalan dengan baik dan disambut antusiasme dari para peserta kegiatan.
Foto Terkait Berita