Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Kemenkeu Bersinergi, Membangun Negeri wujudkan Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022
Ezzah Nariswari Lupianto
Selasa, 07 Desember 2021   |   278 kali

Pada Selasa 30 November 2021, KPKNL Bandar Lampung mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Pejabat Administrator Triwulan IV. Acara ini dilaksanakan di Aula KPKNL Bandar Lampung secara hybrid dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Materi FGD dibawakan oleh Bapak Haryanto selaku Kepala KPKNL Bandar Lampung.

Materi Pertama yang disampaikan oleh Bapak Haryanto yaitu mengenai "Presidensi G20 Indonesia di Tahun 2022". Pak Har menyampaikan bahwa Peran dan Manfaat Pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 adalah sebagai momentum meningkatkan kerja sama internasional penanganan pandemic dan percepatan pemulihan ekonomi global yang inklusif dan berkelanjutan.

Manfaat Presidensi G20 Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut:

1.       Presidensi Indonesia merupakan amanat UUD 1945, untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

2.       Memberi contoh ketangguhan Indonesia termasuk transformasi struktural melalui UU Cipta Kerja pada masa pandemi.

3.       Indonesia memastikan G20 berkontribusi secara konkrit mengatasi tantangan pandemi Covid-19 melalui kerja sama ketersediaan vaksin dan crisis resilience di masa depan.

4.       Indonesia menggalang solidaritas global untuk mengatasi krisis melalui koordinasi kebijakan ekonomi, aliran perdagangan, investasic, dan pencapaian pembangunan berkelanjutan.

5.       Presidensi Indonesia berkontribusi dalam system kerja sama ekonomi internasional yang lebih kuat.

Selain itu, dengan adanya Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 maka:

a.       Kunjungan ribuan delegasi asing akan mendorong roda perekonomian Indonesia. Perkiraan konsumsi domestik meningkat Rp1,7 T, PDB domestic meningkat Rp7,43 T.

b.      Penyelenggaraan pertemuan di berbagai kota akan menggairahkan sector pariwisata dan jasa. Peningkatan pelibatan UMKM dan penyerapan 33.000 tenaga kerja di berbagai sector.

c.       Etalase kesuksesan pembangunan (infrastruktur dan konektivitas) dan mengundang peningkatan investasi asing.

d.      Etalase penyaksikan kemajuan program vaksinasi dan system kesehatan Indonesia dalam pandemic Covid-19.

e.      Dalam jangka panjang, presidensi G20 Indonesia akan meningkatkan jumlah wisatawan dan investasi.

Materi Kedua yang disampaikan oleh Bapak Haryanto yaitu mengenai "Kemenkeu Bersinergi Membangun Negeri". Pak Har menyampaikan bahwa dalam mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, Pemerintah pada tahun 2019 telah menyusun Visi Indonesia Tahun 2045 dengan 4 (empat) pilar utama. Pilar 1: Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; Pilar 2: Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan; Pilar 3: Pemerataan Pembangunan; dan Pilar 4: Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Kepemerintahan

Kementerian Keuangan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan Negara untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan Negara. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kementerian Keuangan saat ini memiliki 11 jabatan Eselon I dengan total unit instansi vertikal yang berjumlah 1.302 unit dan jumlah pegawai hingga 82,670 pegawai. Tantangan yang dihadapi oleh kementerian keuangan adalah besarnya organisasi serta SDM Kementerian Keuangan yang tersebar di hamper seluruh wilayah Republik Indonesia, menimbulkan tantangan berupa sinergi antar unit organisasi maupun antar pegawai Kementerian Keuangan yang tersebar di beberapa unit Eselon I Kementerian Keuangan. (DA)



Foto Terkait Berita
Peta Situs | Email Kemenkeu | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini