Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Bandar Lampung
Brain Rot, Fenomena Saat Ini

Brain Rot, Fenomena Saat Ini

Hellen
Jum'at, 03 Juli 2026 |   23 kali

Akhir- akhir ini,  bagi pengguna media sosial  sering mendengar istilah Brain Rot. Brain Rot adalah menurunnya kemampuan berpikir karena terlalu sering melihat konten-konten bermutu rendah di internet. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan kecemasan dan depresi.  Memang, Bagi sebagian orang, browsing media sosial menjadi salah satu cara untuk menenangkan pikiran di tengah padatnya rutinitas. Sayangnya, terlalu sering menonton konten bermutu rendah di internet justru tidak baik karena dapat berdampak negatif secara psikologis maupun neurologis.  Kondisi menonton konten video pendek biasanya menjebak pengguna ke dalam siklus konsumsi yang terus menerus sehingga waktu untuk belajar ataupun bekerja terabaikan. 

 Seseorang mengalami Brain Rot bukan berarti otak rusak secara fisik, tetapi ini adalah  istilah untuk menggambarkan penurunan kemampuan fokus, kemampuan berpikir secara kritis,  akan mengalami stress dan depresi.

Ciri – ciri seseorang mengalami Brai Rot, sebagai berikut:

  • Lebih tertarik scrolling media sosial saat sedang bersama teman, keluarga, atau kolega
  • Sulit melepaskan diri dari gadget, bahkan saat bekerja 
  • Terlalu sering memeriksa notifikasi ponsel 
  • Terlalu banyak menerima informasi yang kurang penting 
  • Susah tidur atau mengalami insomnia
  • Mata cepat lelah atau sakit kepala setiap selesai memainkan gadget 

Kondisi otak yang terbiasa dengan rangsangan instan karena selalu mencari hiburan baru dengan menonton video pendek maka akan menyebabkan  sulit menikmati aktivitas yang membutuhkan waktu lama. Kebiasaan sering berpindah konten membuat otak sulit berkonsentrasi dalam waktu Panjang sehingga akan menurunkan daya fokus. Kebiasaan menerima informasi singkat tanpa menganalisa akan menyebabkan berkurangnya kemampuan berpikir mendalam. Seseorang akan mengalami kelelahan mental, karena dalam waktu pendek terlalu banyak informasi akan membuat pikiran cepat lelah dan sulit menyaring informasi penting.

Apa dampak Brain Rot  di dunia kerja?  Pegawai yang mengalami Brain Rot akan kehilangan Konsentrasi kerja,  kreatifitas menurun,    motivasi kerja hilang,  kualitas pekerjaan menurun. Apa dampak Brain Rot di dunia pendidikan? Konsentrasi yang menurun dan motivasi yang hilang membuat belajar menurun, sehingga nilai akademik bisa berdampak negatif.

Solusi agar dapat  mengurangi efek Brain Rot?

Batasi waktu scrolling

      Tetapkan waktu khusus membuka media sosial (misalnya 30–60 menit per hari).

Kurangi konten pendek berlebihan

       Seimbangkan dengan membaca buku, artikel panjang, atau belajar hal baru.

Latih fokus otak

       Lakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi seperti membaca, menulis, olahraga, atau mempelajari keterampilan baru.

Hindari membuka HP setelah bangun tidur dan sebelum tidur

      Berikan waktu bagi otak untuk memulai dan mengakhiri hari tanpa rangsangan berlebihan.

Gunakan media sosial secara sadar

      Buka aplikasi dengan tujuan jelas, bukan sekadar kebiasaan scroll tanpa henti.

 Kesimpulan:

Terlalu banyak scroll tidak membuat otak secara fisik "rusak", tetapi dapat melatih otak menjadi terbiasa dengan kepuasan instan dan mengurangi kemampuan fokus. Solusinya adalah mengatur penggunaan teknologi dan memperbanyak aktivitas yang melatih berpikir aktif.  Ingat, otak yang sehat adalah kunci sukses dalam meraih masa depan yang cerah.

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon