Mari Jadikan Keluarga Sebagai Benteng Integritas
Erna Kurniawati
Rabu, 30 Juli 2025 |
561 kali
Akhir-akhir ini jika kita membuka
media sosial maupun membaca pemberitaan online, terdapat beberapa kasus korupsi
yang melibatkan generasi muda dengan rentang usia 20 sampai dengan 30 tahun,
hal tersebut amat sangat memprihatinkan di tengah gencarnya penggalakan program anti-korupsi di
Indonesia yang dilakukan oleh berbagai pihak, terutama Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK). Tentu yang jadi pertanyaan besarnya, mengapa hal ini bisa
terjadi dan apakah nilai-nilai integitas tak diajarkan dalam keluarga ?
Seperti halnya kita, semua manusia di
dunia ini adalah bagian dari keluarga. Keluarga merupakan garda terdepan dan
lingkup terkecil yang menjadi tempat bersosialisasi paling sering dan mempunyai
andil paling besar dalam membangun karakter kita. Meskipun lingkup terkecil, keluarga
memiliki peran yang sangat besar
untuk membentuk individu-individu yang berintegritas guna mewujudkan
Indonesia bebas korupsi. Dari lingkup keluarga inilah, nilai-nilai
integritas seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, adil, berani,
peduli, kerja keras, mandiri, dan sederhana mulai dikenalkan, ditanamkan dan diimplementasikan
untuk menjaga setiap individu dari penyimpangan perilaku termasuk perilaku
korupsi.
Mengutip
nasihat dari Imam Al-Ghazali “Anak adalah amanat di tangan kedua
orangtuanya. Hatinya yang suci adalah mutiara yang masih mentah, belum dipahat
maupun dibentuk. Mutiara ini dapat dipahat dalam bentuk apapun, mudah condong
kepada segala sesuatu”. dari nasihat tersebut kita dapat belajar bahwa peran orang
tua sangat penting dalam memberikan teladan dan pendidikan kepada anak. Apabila
teladan baik, maka anak akan berkarakter baik dan begitupun sebaliknya.
Dalam pelaksanaannya tentu
hal ini tidak mudah, terdapat tantangan dalam mempertahankan intergritas
keluarga seperti ketidakkonsistenan dalam teladan, perbedaan pendapat dalam
keluarga, stress dan kesibukan sehari-hari dan lain sebagainya. Terdapat beberapa cara yang bisa kita coba
lakukan dalam menumbuhkan karakter baik pada anak diantaranya:
1. menjadi suri teladan yang baik bagi anak, orangtua haruslah yang lebih dulu menunjukkan kejujuran, kesederhanaan dan sikap bertanggung jawab jika ingin anak-anak mereka memiliki sifat-sifat tersebut.
2. mencari
waktu yang tepat untuk memberi nasihat, orang tua mesti jeli, kapan saat-saat
anak dapat menerima nasihat, dan kapan enggan mendengarkannya.
3. bersikap
adil terhadap anak, orangtua juga tidak diperkenankan menampakkan kecintaan
kepada salah satu anak saja di hadapan saudara-saudaranya yang lain.
4. menunaikan
hak anak, orang tua harus memberikan anak kepercayaan dan menerima konsekuensi
dari apa yang dilakukan
5. jangan
suka marah dan mencela, sering memarahi anak hanya akan menjadikan mereka
semakin sulit diatur, apalagi memarahinya tanpa sebab yang jelas. Mencelanya
juga menjadikan anak menjadi penakut
6. mendoakan
anak, ini merupakan bentuk kasih sayang dan ketulusan orangtua dalam
mendidik anak.
Selain yang hal-hal tersebut di atas, pengenalan
lingkungan kerja kepada keluarga juga
sangat penting dalam penanaman integritas. Pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bandar
Lampung dimana Penulis bekerja, salah satu cara mengenalkan nilai-nilai
integritas kepada keluarga pegawai adalah dengan melaksanakan family day, dimana peserta kegiatan
adalah pasangan (suami/istri) dan anak pegawai, waktu pelaksanaan bertepatan
dengan libur akademik agar semua bisa berpatisipasi. Dalam kegiatan ini dilakukan
tour kantor untuk memperkenalkan lingkungan kerja dan tugas fungsi organisasi kepada
anak dan pasangan, selain itu ada juga fun
activity berupa permainan edukatif yang mengajarkan nilai-nilai seperti
kejujuran dan sportifitas.
Mari kita tanamkan sejak dini Integritas pada keluarga kita masing-masing, semoga generasi mendatang tumbuh menjadi generasi emas yang berintegritas penuh tanggung jawab, adil, berani, pekerja keras, mandiri dan sederhana. Kalau bukan dimulai dari kita siapa lagi, kalau bukan dimulai dari sekarang kapan lagi.
Daftar Pusaka: https://aclc.kpk.go.id/
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |