Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Bandar Lampung
Makna Peringatan Hari Ibu di Masa Kini

Makna Peringatan Hari Ibu di Masa Kini

Hellen
Senin, 23 Desember 2024 |   17149 kali

Tangal 22 Desember, Hari Ibu. Peringatan Hari Ibu tidak hanya untuk mengenang jasa ibu yang begitu besar dan istimewa. Namun, seiring waktu, Hari Ibu juga menjadi momen khusus untuk mendorong semua pemangku kepentingan dan masyarakat luas untuk memberikan dukungan dan mengingat kembali hari kebangkitan dan persatuan perjuangan kaum perempuan.

Bermula ketika diselenggarakannya Kongres Perempuan Indonesia pertama kali pada tanggal 22-25 Desember 1928. Hal ini bertujuan untuk menyatukan perkumpulan perempuan-perempuan Indonesia dalam satu Perhimpunan Perempuan Indonesia. Berangkat dari Kongres Perempuan Indonesia I, maka diselenggarakanlah Kongres Perempuan III pada tahun 1938 di Bandung. Hasil dari Kongres III ini melahirkan keputusan Presiden (Keppres) No 316 tahun 1959 untuk menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.

Di masa kini Hari Ibu telah banyak berubah, dimana pada hari tersebut kini diperingati dengan menyatakan rasa cinta terhadap kaum ibu. Seorang anak memberikan ucapan berikut kado/setangkai bunga kepada ibunya,  sesama teman perempuan saling bertukar hadiah dan ada juga kantor-kantor yang menyelenggarakan berbagai acara dan kompetisi  seperti lomba memasak, berhias, merangkai bunga atau kegiatan foto bersama dengan memakai kebaya.

Tema Peringatan Hari ibu yang diangkat di tahun 2024 adalah "Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045." Tema ini bermakna untuk menginspirasi serta membangun kesadaran dan dukungan masyarakat terhadap pentingnya pemberdayaan perempuan. Selain itu, tema ini juga mengakui peran aktif, perjuangan, dan kontribusi perempuan dalam kemajuan bangsa.

Peran perempuan sangat penting dalam membangun generasi emas 2045. Perempuan memiliki peran utama dalam membentuk keluarga berkualitas melalui proses kelahiran dan tumbuh kembang anak yang optimal.

Oleh karena itu, perempuan atau ibu harus memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam merawat dan menjaga kesehatan anak untuk menciptakan generasi berkualitas, mendidik dan membimbing anak di tengah era perubahan zaman, serta menjalin komunikasi yang baik sehingga rumah dan keluarga menjadi benteng pertahanan dari gangguan sosial.

Selain itu, perempuan harus mendapatkan kesetaraan dalam akses kesehatan dan pendidikan untuk menunjang berbagai peran mereka. Sebagai individu, perempuan harus menjadi individu yang kuat, cerdas, dan siap bersaing di era teknologi. Mereka harus tangguh dalam menjalankan multi peran sebagai ibu, istri, dan profesional. Kesetaraan perempuan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan karier sangat penting. Perempuan juga memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan ekonomi keluarga dan negara. Dengan peran penting ini, perempuan menjadi bagian tak terpisahkan dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, mencetak generasi yang unggul, dan membangun bangsa yang kuat serta berdaya saing tinggi.

Entah itu seorang perempuan akan berkarir, bekerja, menjadi seorang ibu rumah tetangga ataupun berperan dan berpartisipasi dalam pembangunan ini, seorang wanita harus tetap ingat dan menjalankan kodratnya sebagai seorang perempuan, seorang ibu, dan pendamping suaminya serta pendidik anak-anaknya.

“Selamat Hari Ibu”…untuk Perempuan-Perempuan Indonesia Hebat.

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon