Makna Peringatan Hari Ibu di Masa Kini
Hellen
Senin, 23 Desember 2024 |
17149 kali
Tangal
22 Desember, Hari Ibu. Peringatan Hari Ibu tidak hanya untuk mengenang jasa ibu
yang begitu besar dan istimewa. Namun, seiring waktu, Hari Ibu juga menjadi
momen khusus untuk mendorong semua pemangku kepentingan dan masyarakat luas
untuk memberikan dukungan dan mengingat kembali hari kebangkitan dan persatuan
perjuangan kaum perempuan.
Bermula
ketika diselenggarakannya Kongres Perempuan Indonesia pertama kali pada tanggal
22-25 Desember 1928. Hal ini bertujuan untuk menyatukan perkumpulan
perempuan-perempuan Indonesia dalam satu Perhimpunan Perempuan Indonesia. Berangkat
dari Kongres Perempuan Indonesia I, maka diselenggarakanlah Kongres Perempuan
III pada tahun 1938 di Bandung. Hasil dari Kongres III ini melahirkan keputusan
Presiden (Keppres) No 316 tahun 1959 untuk menetapkan tanggal 22 Desember
sebagai Hari Ibu.
Di
masa kini Hari Ibu telah banyak berubah, dimana pada
hari tersebut kini diperingati dengan menyatakan rasa cinta terhadap kaum ibu. Seorang
anak memberikan ucapan berikut kado/setangkai bunga kepada ibunya, sesama teman perempuan saling bertukar hadiah
dan ada juga kantor-kantor yang menyelenggarakan berbagai acara dan kompetisi seperti lomba memasak, berhias, merangkai
bunga atau kegiatan foto bersama dengan memakai kebaya.
Tema
Peringatan Hari ibu yang diangkat di tahun 2024 adalah "Perempuan Menyapa,
Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045." Tema ini bermakna untuk
menginspirasi serta membangun kesadaran dan dukungan masyarakat terhadap
pentingnya pemberdayaan perempuan. Selain itu, tema ini juga mengakui peran
aktif, perjuangan, dan kontribusi perempuan dalam kemajuan bangsa.
Peran
perempuan sangat penting dalam membangun generasi emas 2045. Perempuan memiliki
peran utama dalam membentuk keluarga berkualitas melalui proses kelahiran dan
tumbuh kembang anak yang optimal.
Oleh
karena itu, perempuan atau ibu harus memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam
merawat dan menjaga kesehatan anak untuk menciptakan generasi berkualitas,
mendidik dan membimbing anak di tengah era perubahan zaman, serta menjalin
komunikasi yang baik sehingga rumah dan keluarga menjadi benteng pertahanan
dari gangguan sosial.
Selain
itu, perempuan harus mendapatkan kesetaraan dalam akses kesehatan dan
pendidikan untuk menunjang berbagai peran mereka. Sebagai individu, perempuan
harus menjadi individu yang kuat, cerdas, dan siap bersaing di era teknologi.
Mereka harus tangguh dalam menjalankan multi peran sebagai ibu, istri, dan
profesional. Kesetaraan perempuan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan
karier sangat penting. Perempuan juga memberikan kontribusi signifikan bagi
peningkatan ekonomi keluarga dan negara. Dengan peran penting ini, perempuan
menjadi bagian tak terpisahkan dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,
mencetak generasi yang unggul, dan membangun bangsa yang kuat serta berdaya
saing tinggi.
Entah
itu seorang perempuan akan berkarir, bekerja, menjadi seorang ibu rumah
tetangga ataupun berperan dan berpartisipasi dalam pembangunan ini, seorang wanita
harus tetap ingat dan menjalankan kodratnya sebagai seorang perempuan, seorang
ibu, dan pendamping suaminya serta pendidik anak-anaknya.
“Selamat
Hari Ibu”…untuk Perempuan-Perempuan Indonesia Hebat.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |