Kebugaran adalah Kunci
Ellen Maharani
Jum'at, 10 Februari 2023 |
12051 kali
Penulis
sepakat dengan peribahasa latin bertajuk mens
sana in corpore sano yang berarti jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat.
Tubuh sehat adalah prasyarat jiwa yang sehat. Ketika jiwa dan tubuh sehat, kegiatan
rutin baik yang berhubungan dengan pekerjaan maupun keluarga akan berjalan
dengan baik dengan hasil yang optimal.
Kementerian
Keuangan sangat menyadari hal tersebut, workload
yang cukup tinggi harus diimbangi dengan kebugaran pegawai-pegawainya. Kementerian
Keuangan menyadari hal tersebut dan mengejawantahkannya dalam sebuah Surat
Edaran Nomor: SE-234/MK.01/2011 tentang Jam Krida Olah Raga. Bahwa setiap hari
jumat, setiap unit kerja wajib mengalokasikan waktu di pagi hari jumat untuk melaksanakan
kegiatan olahraga. Dalam surat edaran tersebut disebutkan bahwa para
pejabat/pegawai Kementerian Keuangan memiliki tugas berat sehingga perlu untuk
memelihara kesejatan dengan berolahraga secara teratur.
Pegawai-pegawai
KPKNL Bandar Lampung pun menyadari bahwa kebugaran adalah kunci di tengah
tingginya target capaian setiap tahunnya. Berolahraga selain merupakan sarana menjaga
kesehatan, meningkatkan imunitas, juga merupakan escape dari kepenatan atas rutinitas pekerjaan dan tuntutan capaian
kinerja. Beberapa olahraga yang menjadi pilihan seperti senam, bulutangkis,
tenis meja, dan bersepeda. Bahkan KPKNL Bandar Lampung telah membentuk klub
bersepeda dan klub bulutangkis. Olahraga seperti tenis meja dan bulutangkis
biasa dilakukan di Aula KPKNL Bandar Lampung. Senam pun dapat menggunakan
halaman kantor. Olahraga bersepeda yang agak unik disbanding dengan yang lain.
Klub bersepeda biasanya memilih rute-rute dengan pemandangan yang menyejukkan agar
selain mendapatkan kebugaran jasmani, ketenangan jiwa pun ikut diperoleh.
Menurut
penulis, kebugaran berbeda dengan kesehatan. Seseorang yang sehat, belum tentu
bugar. Bugar lebih identik ke jasmani dan ketahanan tubuh. Dalam menghadapi
pekerjaan dengan kuantitas yang banyak dan penuh tekanan, kesehatan saja tidak
cukup. Sehat adalah tidak sakit. Bugar, lebih dari itu. Orang yang sehat masih dapat
melakukan pekerjaan rutinnya namun bisa jadi berakhir dengan sangat lelah.
Kelelahan ini dapat berakibat tidak optimalnya hasil pekerjaan yang
bersangkutan. Selain itu, kelelahan bisa berdampak kepada mood atau nuansa
hati. Memang pekerjaan dapat selesai namun jiwa seperti kosong dan hampa.
Menyelesaikan pekerjaan hanya berakhir menjadi pemenuhan tuntutan atas
rutinitas saja.
Kementerian
Kesehatan memiliki definisi sendiri mengenai sehat dan bugar yang tercantum
dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Dalam undang-undangn
tersebut, sehat adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual,
maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara
sosial dan ekonomis. Sedangkan bugar adalah kemampuan tubuh untuk melakukan
kegiatan sehari-hari dengan penuh energi dan setelah menyelesaikan kegiatan
tersebut masih memiliki semangat dan tenaga cadangan untuk menikmati waktu
senggang dan siap untuk melakukan kegiatan lain yang mendadak atau tidak
terduga. Definisi yang dijabarkan penulis sepertinya tidak berbeda jauh dengan
yang diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Pegawai-pegawai
yang masih bersemangat di penghujung hari-lah yang ingin dimiliki oleh
Kementerian Keuangan. Pegawai-pegawai yang tidak hanya menyelesaikan pekerjaan
rutin dan melampaui target kinerjanya namun pegawai-pegawai yang masih bisa
berbahagia bersama keluarganya di penghujung hari dan di akhir minggu.
Pegawai-pegawai yang jauh dari kepenatan sehingga dapat membangun generasi yang
lebih baik bagi Indonesia. Pegawai-pegawai yang bahagia yang masih mampu
berkontribusi positif kepada masyarakatnya baik melalui kegiatan resmi
Kementerian Keuangan maupun kegiatan informal yang diinisiasi oleh
masing-masing pribadi.
Sehingga,
tidak berlebihan jika penulis menyatakan bahwa sehat saja tidak cukup,
kebugaran adalah kunci.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel