Press Release Kinerja Pelaksanaan APBN Lingkup Kemenkeu Satu Lahat Periode s.d. 31 Maret 2026
Wawan Tri Nugroho
Selasa, 19 Mei 2026 |
9 kali
Pada tanggal 21 April 2026, Kepala KPPN Lahat,
Budi Hartadi, bersama Kepala KPP Pratama Lahat, Agus Joko Purwanto, dan Kepala
KPKNL Lahat, Muh. Tajus Syarifin, menggelar kegiatan press release realisasi
APBN periode hingga 31 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung secara luring
di Kantor KPPN Lahat ini mencakup wilayah kerja Kemenkeu Satu Lahat, meliputi
Kabupaten Lahat, Empat Lawang, Muara Enim, PALI, Musi Rawas, Musi Rawas Utara,
Kota Pagar Alam, dan Lubuk Linggau.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi
nasional pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,48% (year on year/yoy), menurun
dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 4,76% (yoy) dan masih berada dalam
rentang target 2,5%±1%. Sementara itu, inflasi di Provinsi Sumatera
Selatan sebesar 3,09% (yoy), juga mengalami penurunan dari 4,36% (yoy) pada
Februari 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 111,14, dengan
inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Muara Enim sebesar 3,49% (IHK 113,28)
dan terendah di Kabupaten Ogan Komering Ilir sebesar 2,74% (IHK 113,13).
Secara umum, kinerja APBN di wilayah kerja Kemenkeu
Satu Lahat hingga 31 Maret 2026 menunjukkan tren positif. Realisasi pendapatan
negara dari sektor perpajakan mencapai Rp59,08 miliar, sementara Penerimaan
Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp897,03 juta. Di sisi belanja,
realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp228,86 miliar, meningkat
dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 25,49%. Adapun
penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) telah mencapai Rp1,194 triliun dari total pagu
Rp4,311 triliun, atau setara 27,69%.
KPP Pratama Lahat yang membawahi wilayah Kabupaten
Lahat, Kota Pagar Alam, dan Kabupaten Empat Lawang mencatat peningkatan target
penerimaan pajak dari Rp670 miliar pada 2025 menjadi Rp796,22 miliar pada 2026.
Hingga Maret 2026, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp59,08 miliar, dengan
kontribusi terbesar berasal dari sektor administrasi pemerintahan, perdagangan
pasar tradisional, serta perkebunan dan pengepul kopi.
Dalam rangka menjaga akurasi data, KPP Pratama Lahat
telah melaksanakan rekonsiliasi pembayaran pajak dengan pemerintah daerah dan
KPPN Lahat melalui penandatanganan Berita Acara Rekonsiliasi (BAR) Semester II
Tahun 2025. Dari sisi kepatuhan, pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan hingga
31 Maret 2026 tercatat sebanyak 29.715 wajib pajak orang pribadi dan 309 wajib
pajak badan. Pemerintah juga memberikan relaksasi melalui KEP-55/PJ/2026 berupa
penghapusan sanksi administrasi atas keterlambatan pelaporan SPT Tahunan PPh
Orang Pribadi Tahun Pajak 2025 hingga 30 April 2026.
Kinerja PNBP KPKNL Lahat hingga Triwulan I 2026
menunjukkan capaian yang baik, dengan realisasi sebesar Rp897,03 juta dari
target tahunan Rp5,80 miliar. Rinciannya meliputi PNBP lelang Rp464,52 juta
(51,7%), pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) Rp432,43 juta (48,21%), dan
pengurusan piutang negara Rp0,08 juta.
Realisasi pengelolaan BMN mencapai Rp432,43 juta,
didominasi pemindahtanganan aset. Sementara itu, layanan lelang mencapai
Rp464,52 juta. Kinerja pengurusan piutang negara juga menunjukkan hasil positif
dengan penurunan outstanding sebesar Rp77,48 juta serta penyelesaian tiga
berkas kasus piutang negara (BKPN). Di bidang penilaian aset, nilai objek
properti yang dinilai mencapai Rp18,55 miliar, sedangkan objek sewa sebesar
Rp1,03 miliar. Secara jumlah, penilaian mencakup 884 objek properti dan 13
objek sewa.
KPPN Lahat yang melayani 88 satuan kerja mencatat
alokasi pagu belanja pemerintah pusat tahun 2026 sebesar Rp838,51 miliar, turun
1,71% dibandingkan tahun 2025. Penurunan signifikan terjadi pada belanja modal,
sementara belanja pegawai meningkat. Realisasi belanja pemerintah pusat
hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp228,86 miliar atau 27,29%, meningkat dibandingkan
periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini antara lain dipengaruhi
penambahan alokasi belanja pegawai, termasuk untuk Pegawai Pemerintah dengan
Perjanjian Kerja (PPPK). Adapun realisasi Transfer ke Daerah meliputi
Kabupaten Lahat sebesar Rp398 miliar, Muara Enim Rp377 miliar, PALI Rp178
miliar, Empat Lawang Rp224 miliar, serta Kota Pagar Alam Rp153 miliar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan realisasi pendapatan
dan belanja negara di wilayah Sumatera Selatan, khususnya Kemenkeu Satu Lahat,
dapat terus terjaga hingga akhir tahun, sehingga APBN dapat optimal menjalankan
fungsinya sebagai penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Foto Terkait Berita