Manfaatkan lelang.go.id, UMKM berupaya naik kelas
Ahmad Mahdavikia
Kamis, 28 Maret 2024 |
591 kali
Kupang - Dalam upaya besar untuk menggerakkan pemulihan ekonomi nasional, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) telah meluncurkan inisiatif unik berjudul "Lelang UMKM DJKN". Proyek ini bertujuan memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang telah terkena dampak berat akibat pandemi COVID-19. Pandemi telah memberikan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada bisnis kecil dan menengah di seluruh negeri. Penurunan penjualan, kesulitan dalam mengakses pasar, dan masalah finansial telah menjadi tantangan utama. Lelang UMKM dihadirkan sebagai jawaban kreatif terhadap masalah ini.
Dalam rangka memberikan dukungan bagi keberlangsungan bisnis UMKM, DJKN berupaya mengambil peran aktif dalam hal pemasaran produk-produk UMKM. Sejak tahun 2021, DJKN menginisiasi program Kedai Lelang UMKM yang dilaksanakan oleh seluruh unit vertikal di seluruh Indonesia. DJKN juga memanfaatkan portal lelang.go.id sebagai salah satu media optimasi pemasaran produk-produk UMKM dengan menyematkan fitur lelang UMKM pada laman tersebut.
Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) sebagai perpanjangan tangan pelayanan DJKN di daerah, tentunya memainkan peran yang signifikan dalam implementasi pemberdayaan UMKM. Begitu pula dengan KPKNL Kupang, yang merupakan unit pelayanan DJKN untuk provinsi Nusa Tenggara Timur. Sepanjang tahun 2022 s.d. 2023 saja, KPKNL Kupang telah menyelenggarakan 44 kali pelaksanaan lelang UMKM dengan melibatkan total lebih dari 15 pelaku UMKM.
Kegiatan lelang UMKM yang telah terlaksana mendapat banyak respon positif, baik dari sisi penjual maupun pembeli produk UMKM. Salah satu kisah menarik datang dari pelaku UMKM yang menceritakan pengalamannya mengikuti lelang UMKM. Chrisna Anzella Jacob, pemilik UMKM Ikan Asap Supel, merupakan salah satu pelaku usaha yang sudah merasakan manfaat partisipasi dalam kegiatan lelang ini. Keikutsertaannya merupakan bukti serius KPKNL Kupang dalam mendorong perluasan produk-produk UMKM, khususnya yang memiliki kekhasan tersendiri.
Chrisna sudah berpartisipasi mengikuti lelang melalui portal lelang.go.id sejak tahun 2022. Awalnya, ia diperkenalkan pada kegiatan lelang UMKM ini oleh salah satu kerabat, yang juga merupakan pelaku usaha. Ia bercerita sampai saat ini sudah 5 kali mengikuti lelang UMKM yang diselenggarakan KPKNL Kupang.
“Total saya ada 3 produk, (biasa terjual) 2 item per jenis produk, jadi persatu kali lelang biasanya laku 6 pcs” imbuhnya.
Chrisna juga menyatakan setidaknya terdapat beberapa manfaat yang ia rasakan ketika turut serta dalam kegiatan lelang UMKM ini, seperti jangkauan pasar yang makin luas untuk produk yang ia jual.
“Manfaatnya sangat besar, karena membantu pelaku UMKM seperti kami dalam memperluas jaringan pemasaran kami, sehingga produk-produk yang kami buat dapat dilihat oleh pengguna (aplikasi) lelang di seluruh Indonesia” ungkapnya.
Di samping itu, kehadiran portal lelang juga menjadi alternatif wadah digital bagi UMKM untuk mempromosikan produknya. Mengingat saat ini kebiasaan masyarakat dalam berbelanja telah bergeser dari cara-cara konvensional ke mode daring melalui platform digital.
Lewat lelang, penjual pun bisa meraih keuntungan lebih besar dengan penjualan produk pada kisaran harga yang kompetitif. Hal tersebut didukung oleh mekanisme lelang di mana terdapat penawaran dengan nilai naik serta penetapan pembeli berdasarkan penawaran tertinggi. Alhasil setidaknya akan ada kenaikan dari nilai limit yang ditetapkan untuk sebuah produk dan menghasilkan harga yang optimal.
Tak hanya itu, sistem lelang juga lebih memiliki keamanan dan kepastian. Lelang UMKM yang diselenggarakan oleh KPKNL dijamin keamanannya karena merupakan situs resmi pemerintah.
“Pelaksanaan lelang terorganisir dengan baik, sistemnya sudah jelas, dan prosesnya transparan” sambungnya.
Hal lain yang tak kalah penting adalah penjualan melalui mekanisme lelang lebih mudah dan murah. Pelaku UMKM mengapresiasi adanya layanan lelang yang terjangkau dan berfokus kepada kepuasan pelanggan.
“Pelaksanaan lelang ini tidak sulit, Bapak/Ibu Tim Pelelang KPKNL dengan ramah menjelaskan dan memberitahu jika ditemui kesulitan dalam memahami tata cara lelang, dan juga selalu membantu dalam hal kekurangan pengumpulan data yang diperlukan,” imbuhnya.
Terlebih, untuk lelang UMKM mendapatkan insentif berupa relaksasi tarif Bea Lelang s.d. 0% serta pembebasan uang jaminan lelang bagi pembeli.
Pejabat Fungsional Pelelang KPKNL Kupang, Jonatan Purba, menggarisbawahi bahwa peran KPKNL Kupang dalam upaya pemberdayaan UMKM tidak hanya sebatas sebagai penyelenggara atau penyedia media pemasaran saja. Lebih dari itu, peranan KPKNL dalam memberikan edukasi terkait pelaksanaan lelang UMKM tidak kalah penting. Edukasi yang dilakukan terhadap pelaku UMKM mencakup pengenalan portal lelang.go.id sebagai platform pelaksanaan lelang, prosedur pendaftaran akun lelang, pemenuhan dokumen persyaratan lelang, serta pemberian pemahaman terkait kontribusi bagi penerimaan negara oleh pembeli maupun penjual setiap terjadi transaksi lelang. Hal itu dinilai perlu dilakukan untuk meningkatkan awareness terkait lelang UMKM secara khusus, maupun Lelang Indonesia secara umum.
Melalui kolaborasi dan sinergi yang baik antara KPKNL dan mitra lelang UMKM, harapan kedepan agar pelaksanaan lelang UMKM ini dapat berlangsung secara kontinyu, serta memungkinkan untuk melibatkan lebih banyak UMKM binaan. Sebagai langkah progresif menuju pertumbuhan yang berkelanjutan, lelang UMKM DJKN telah menjadi inspirasi bagi UMKM di seluruh negeri.
Lelang Indonesia !! Daftar, Tawar, Menang !!
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |