Forum Konsultasi Publik: Menghapus Friksi, Menggerakkan Ekonomi, KPKNL Jambi Perkuat Layanan Publik
Nina Santun Muliawati
Kamis, 20 Agustus 2026 |
16 kali
Jambi
— Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Jambi (KPKNL) menggelar Forum
Konsultasi Publik (FKP) pada Kamis, 20 Agustus 2026 bertempat di Aula KPKNL
Jambi. Kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun dialog antara KPKNL Jambi
dengan pengguna layanan dan para pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan
kualitas layanan publik.
Mengusung
tema “Peningkatan Layanan sebagai Roda
Penggerak Perekonomian Mikro”, Kepala KPKNL Jambi, Kiki Nurman Setiawan, menyampaikan
bahwa urusan kekayaan negara tidak boleh lagi dipandang sebagai hal yang jauh
dari aktivitas sehari-hari masyarakat. Forum Konsultasi Publik menjadi langkah
nyata untuk memastikan bahwa kualitas pelayanan publik yang prima mampu menjadi
pondasi kuat dalam mendongkrak produktivitas para pelaku usaha mikro khususnya di
Provinsi Jambi.
“Para pelaku usaha mikro inilah yang paling
merasakan dampaknya ketika layanan pemerintah berbelit: waktu mereka habis di
perjalanan, biaya mereka membengkak, dan peluang mereka hilang” tambah Kiki.
Mengawali
forum, Kepala Seksi Kepatuhan Internal KPKNL Jambi, Imam Widodo, memperkenalkan
gambaran umum organisasi, pemaparan core
business, dan pelayanan publik DJKN. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan
penyampaian materi secara lebih komprehensif mengenai layanan lelang dan
pengelolaan kekayaan negara yang disampaikan oleh Roby Fadil, Pelelang Ahli
Pertama KPKNL Jambi dan Alvin Nawawi, Pelaksana Seksi Pengelolaan Kekayaan
Negara KPKNL Jambi.
Dalam
forum tersebut, turut disampaikan materi oleh akademisi Universitas Jambi, Dr.
Yudi, S.E., MSA. Dalam pemaparannya, Dr. Yudi menyampaikan bahwa terdapat empat
pilar utama yang perlu diperhatikan oleh KPKNL Jambi dalam meningkatkan
kualitas layanan guna mendukung pergerakan perekonomian, yaitu kepastian
administrasi dan hukum, simplifikasi alur layanan, penyediaan informasi yang
lengkap dan mudah diakses, serta peningkatan kepercayaan publik.
Beragam
masukan dan harapan disampaikan peserta forum, mulai dari akses layanan yang
lebih inklusif, kolaborasi dengan komunitas, transparansi informasi, hingga
modernisasi layanan lelang. Perwakilan dari Perbankan, Kementerian/Lembaga, BUMN,
Ombudsman, dan ASMAMI (Asosiasi Makanan dan Minuman) turut menyampaikan
pengalaman serta rekomendasi untuk perbaikan layanan KPKNL Jambi ke depan.
Forum
kemudian ditutup oleh Dr. Yudhi dengan kesimpulan bahwa pelayanan publik
merupakan bagian dari infrastruktur ekonomi. Menurutnya, pelayanan publik yang
terbaik adalah pelayanan yang hadir secara efektif, sederhana, dan hampir tidak
terasa oleh masyarakat karena mampu memberikan kemudahan serta kepastian dalam
setiap proses layanan.
“Dengan mengurangi friksi administrasi,
KPKNL Jambi tidak sekadar melayani dokumen, tetapi secara langsung ikut
berkontribusi memutar roda ekonomi mikro” ujar Yudhi.
Acara
ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen KPKNL Jambi
dalam menerima dan menindaklanjuti seluruh masukan. FKP diharapkan dapat
menghasilkan rekomendasi yang implementatif untuk penyempurnaan kebijakan dan
perbaikan mutu layanan di lingkungan KPKNL Jambi ke depan.
Foto Terkait Berita