DJKN Sehat dan Bugar: Menjaga Aset Negara, Jangan Lupa Jaga Aset Raga
Popi Damayanti
Jum'at, 16 Oktober 2026 |
59 kali
Kementerian Keuangan sekarang sedang gencar
mengkampanyekan pola hidup sehat kepada para pegawai, hal ini terlihat dengan
terbitnya Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor SE-4/MK.1/2024 tentang Panduan
Pelaksanaan Program Kesehatan dan Kebugaran Pegawai di Lingkungan Kementerian
Keuangan.
Dasar hukum terbitnya Surat Edaran tersebut adalah:
1. Keputusan Menteri
Keuangan Nomor 429/KMK.01/2022 tentang Penguatan Budaya di Lingkungan
Kementerian Keuangan.
2.
Keputusan Menteri
Keuangan Nomor467 Tahun 2023 tentang Pedoman
Pembinaan Mental di Lingkungan Kementerian Keuangan.
3. Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor SE-234/MK.01/2011
tentang Jam Krida Olah Raga.
Menindaklanjuti
Surat Edaran tersebut, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) menerbitkan Nota
Dinas Nomor ND-2339/KN.1/2026 yang salah satu isinya menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan Pos Pembinaan
Terpadu Penyakit Tdak Menular Tahun 2026, terdapat pegawai yang memiliki faktor
risiko Penyakit Tidak Menular seperti pra hipertensi, hipertensi, overweight,
obesitas, lingkar perut berlebih, kolesterol tinggi, dan asam urat tinggi. Melihat
kondisi pegawainya seperti itu, DJKN segera meluncurkan Program “DJKN Sehat
dan Bugar” yang menghimbau seluruh pegawainya untuk membiasakan pola hidup
sehat, olahraga rutin, konsumsi makanan sehat, dan pemeriksaan kesehatan
berkala.
Berbagai alternatif
kegiatan seperti yang tercantum dalam Nota Dinas tersebut kelak hasilnya dimonitor,
dievaluasi lalu dilaporkan kepada Sekretariat DJKN c.q. Bagian Sumber Daya
Manusia secara tahunan.
Terlepas dari
terbitnya Surat Edaran hingga diluncurkannya Program “DJKN Sehat dan Bugar”,
masalah kesehatan seharusnya menjadi tanggung jawab masing-masing pegawai. Ada atau tidak
adanya himbauan, masing-masing dari kita seharusnya sudah mulai membiasakan pola
hidup sehat. Karena sehat atau sakit, kita sendiri yang merasakannya.
Beberapa
pegawai di unit tertentu dengan beban kerja yang berlebih, tentu paling rentan
terkena penyakit jika tidak bisa mengatur pola hidupnya sedemikian rupa. Misalkan
pekerjaan mengolah data hasil penilaian hingga menyusun laporan, membuat
pegawai tersebut harus duduk terus menerus di depan Laptop atau Personal Computer.
Selain melelahkan mata, juga memicu berbagai masalah kesehatan serius pada
bagian tubuh lainnya seperti gangguan otot dan tulang, gangguan sirkulasi darah,
sampai kelelahan mental (stress dikejar deadline). Belum lagi jika pegawai
tersebut duduk terus sambil ngemil, maka bisa terkena obesitas.
Sebetulnya
tubuh kita memiliki signal otomatis (alarm alami) yang kadang tanpa kita sadari
menyuruh kita untuk berhenti dari kegiatan yang melelahkan. Misal menguap dan
mengantuk, itu tandanya kita harus tidur bukan malah menyeduh kopi supaya mata
melek terus. Atau perut terasa keroncongan, berarti waktunya harus makan. Konsentrasi
makin menurun berartinya waktunya healing alias jalan-jalan.
Jika kita
terus mengabaikan alarm alami ini (misalnya dengan memaksakan diri atau
mengonsumsi kafein berlebih), tubuh akan mengalami kelelahan kronis yang bisa
menurunkan sistem imun dan memicu berbagai penyakit. Menghormati alarm tubuh
adalah kunci menjaga kesehatan jangka panjang.
Sehat itu
sebetulnya murah, namun akan menjadi mahal jika kita terkena penyakit. Tidak
perlu menunggu terbitnya Surat Edaran atau himbauan pelaksanaan Program DJKN
sampai aktivitas hidup sehat kita harus dimonitor dan dilaporkan ke atasan, karena
kesehatan itu aset tunggal pemberian Tuhan yang perlu kita jaga baik baik.
Kerja keras demi
negara boleh, tapi jangan lupa jaga kesehatan kita. Karena pada akhirnya,
investasi terbaik dalam hidup adalah menjaga kesehatan kita sendiri, karena
dampak langsungnya akan kembali ke diri kita. Sebagaimana slogan popular work-life
balance, kita harus mampu menarik garis batas yang tegas antara dedikasi
profesional dan hak tubuh untuk beristirahat. Pengabdian yang paling mulia
sekalipun tidak akan berjalan optimal tanpa raga yang sehat.
Ayo seimbangkan
kerja keras kita di kantor dengan menjaga kesehatan fisik dan mental kita. Jadi,
mau olahraga atau jalan-jalan kemana weekend ini?
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |