Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Denpasar
KPKNL Denpasar Gelar Sharing Knowledge YSEALI PFP 2026, Dorong Inovasi Pengelolaan Aset Negara

KPKNL Denpasar Gelar Sharing Knowledge YSEALI PFP 2026, Dorong Inovasi Pengelolaan Aset Negara

Novan Prihendarto
Kamis, 30 April 2026 |   47 kali

Denpasar – Rabu, 29 April 2026, bertempat di Aula KPKNL Denpasar, telah diselenggarakan kegiatan Sharing Knowledge Young Southeast Asian Leaders Initiative Professional Fellows Program (YSEALI PFP) 2026 oleh Diah Ilmi Rizqiana, Pelaksana pada Subbagian Umum KPKNL Denpasar. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari keikutsertaan Diah Ilmi Rizqiana dalam program The Society and Governance Cycle 1 yang dilaksanakan di Amerika Serikat, sebagaimana tertuang dalam Surat Tugas Nomor ST-37/KN/2026 tanggal 25 Februari 2026, sekaligus sebagai upaya mendukung Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) sebagai learning organization.

Program YSEALI Professional Fellows merupakan inisiatif yang membawa para pemimpin muda dari Asia Tenggara untuk belajar secara langsung praktik pemerintahan di Kota Cleveland selama satu bulan. Program yang didukung oleh U.S. Department of State ini menjadi wadah strategis dalam pertukaran pengetahuan, khususnya terkait inovasi kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, serta peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.

Dalam paparannya, Diah Ilmi Rizqiana menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti program ini memiliki relevansi yang kuat dengan tugas dan fungsi KPKNL Denpasar sebagai unit vertikal DJKN, khususnya dalam mendukung transformasi digital dan peningkatan kualitas pengelolaan aset negara di Indonesia.

Selama program berlangsung, peserta ditempatkan di berbagai instansi pemerintah lokal yang berfokus pada data dan inovasi. Beberapa praktik unggulan yang menjadi pembelajaran penting antara lain pemanfaatan data geospasial, integrasi sistem informasi, serta pendekatan berbasis bukti (evidence-based policy) dalam proses pengambilan keputusan. Hal ini dinilai sangat potensial untuk diadaptasi dalam konteks penilaian dan pengelolaan aset negara.

Bagi KPKNL Denpasar, yang memiliki peran strategis dalam penilaian, pengelolaan, dan optimalisasi aset negara, pendekatan berbasis data ini sejalan dengan kebutuhan untuk meningkatkan akurasi valuasi serta transparansi. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pengembangan sistem market intelligence berbasis geospasial guna mendukung proses appraisal yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap dinamika pasar.

Selain itu, paparan juga menyoroti praktik tata kelola di Pemerintah Kota Cleveland yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk kemitraan publik-swasta (public-private partnership). Pendekatan ini dinilai relevan untuk mendorong optimalisasi aset negara agar lebih produktif serta memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.

Tidak hanya aspek teknis, program YSEALI juga menekankan nilai-nilai integritas, pelayanan publik, dan keterlibatan masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi refleksi penting bagi seluruh pegawai dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara, khususnya dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan kekayaan negara.

Melalui kegiatan sharing knowledge ini, diharapkan seluruh pegawai KPKNL Denpasar dapat memperoleh wawasan baru serta inspirasi untuk terus berinovasi. Pengalaman internasional yang diperoleh tidak hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan, tetapi juga menjadi katalis dalam mendorong peningkatan kapasitas kelembagaan guna mewujudkan pengelolaan aset negara yang modern, transparan, dan berdampak bagi masyarakat.

Foto Terkait Berita

Floating Icon