Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas di Rumah Kompos Desa Adat Padang Tegal, Ubud
Novan Prihendarto
Selasa, 14 Oktober 2025 |
619 kali
Desa Adat Padang Tegal, yang terletak di kawasan wisata terkenal Monkey Forest Ubud, menjadi salah satu contoh keberhasilan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Bali. Melalui Rumah Kompos Padang Tegal, desa ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pariwisata berkelanjutan.
Sebagai destinasi wisata internasional, kawasan Monkey Forest Ubud setiap hari dikunjungi ratusan wisatawan domestik dan mancanegara. Aktivitas pariwisata, perdagangan, serta rumah tangga menghasilkan volume sampah yang cukup besar. Menyadari potensi permasalahan lingkungan yang dapat timbul, Desa Adat Padang Tegal sejak awal tahun 2000-an mulai mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis sumber melalui pendirian Rumah Kompos Padang Tegal.
Rumah Kompos Padang Tegal mengimplementasikan prinsip reduce, reuse, recycle (3R). Pengelolaan sampah dilakukan mulai dari sumbernya dengan pemilahan antara sampah organik dan anorganik.
Sampah organik, seperti sisa makanan dan daun-daunan, dikumpulkan untuk diproses menjadi kompos melalui sistem fermentasi alami. Kompos yang dihasilkan digunakan untuk menyuburkan taman-taman dan kebun di sekitar desa serta dijual kepada masyarakat umum.
Sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam dipilah dan dijual ke bank sampah atau pengepul untuk didaur ulang.
Proses pengumpulan dilakukan oleh petugas kebersihan desa yang bekerja setiap hari mengangkut sampah rumah tangga dan usaha, kemudian memilahnya di Rumah Kompos. Masyarakat juga dilibatkan secara aktif melalui program edukasi lingkungan dan kegiatan gotong royong kebersihan.
Pengelolaan sampah terpadu di Rumah Kompos Padang Tegal telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, antara lain:
Mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA hingga lebih dari 50%.
Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah dan mengelola sampah dari rumah.
Menciptakan lapangan kerja lokal, baik sebagai petugas kebersihan maupun pengelola kompos.
Menunjang citra pariwisata hijau Ubud sebagai kawasan wisata ramah lingkungan.
Selain itu, program ini juga menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat bagi desa-desa lain di Bali. Banyak instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, dan organisasi lingkungan yang datang untuk belajar langsung ke Rumah Kompos Padang Tegal.
Melalui dukungan Desa Adat dan partisipasi masyarakat, Rumah Kompos Padang Tegal diharapkan terus berkembang menjadi pusat edukasi lingkungan dan model circular economy di tingkat desa. Upaya ini sejalan dengan visi Bali menuju “Pulau Bersih dan Hijau”, di mana masyarakat, adat, dan wisata dapat berjalan selaras dengan alam.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel