Kerajinan Uang Kepeng, Jejak Sejarah yang Menjadi Potensi Ekonomi
Septsonno
Selasa, 13 Juni 2023 |
3033 kali
Keunikan Bali seakan tidak
akan ada habisnya jika digali, begitu banyak unsur alam maupun kreasi
masyarakat bali yang memukau. Dalam artikel ini Penulis mencoba mengangkat tema
salah satu kerajinan bali yang saat ini mulai menggeliat menjaring minat
kolektor lokal maupun mancanegara yaitu kerajinan uang kepeng Desa Kamasan,
Kabupaten Klungkung. Berbagai bentuk kerajinan uang kepeng Kamasan mengalami
banyak variasi seiring berjalannya waktu, dari bentuk etnik sampai dengan
kontemporer.
Namun dalam artikel ini
poin yang ingin disampaikan adalah tentang bagaimana asal muasal kerajinan uang
kepeng berdasarkan informasi langsung dari masyarakat Klungkung yang berhasil Penulis
dapatkan. Uang kepeng yang berbentuk koin logam dahulu pernah menjadi alat
pembayaran yang sah di Bali, tapi tidak diketahui sejak tahun berapa hal itu dilakukan.
Secara fisik uang kepeng tersebut bentuknya bulat dengan lubang ditengahnya
sehingga dinamai pis bolong. Di kedua sisi koin terdapat huruf cina, diperkirakan
munculnya pis bolong sebagai alat pembayaran adalah karena adanya pedagang dari
cina yang melakukan kegiatan perdagangan di Pulau Bali yang berlangsung selama
puluhan tahun.
Selang waktu kemudian
ketika pis bolong tidak lagi menjadi alat pembayaran yang sah di Bali yang mana
juga tidak diketahui secara pasti sejak tahun berapa itu terjadi, maka atas peninggalan
pis bolong tersebut digunakan oleh masyarakat lokal Bali (khususnya di
Klungkung) sebagai bahan pembentuk patung yang digunakan dalam upakara (ritual
keagamaan Hindu). Masing-masing desa/banjar di Klungkung yang memiliki pura
membentuk patung pis bolong sesuai dengan kearifan lokalnya (sesuai yadnya),
namun secara substansi penggunaan patung pis bolong dalam upakara diwujudkan
dalam bentuk dewa dewi sebagai perlambang permintaan kemakmuran kepada Sang
Hyang Widhi.
Seiring berjalannya
waktu, semakin banyak variasi patung kerajinan pis bolong hasil kreasi yang
memukau dari masyarakat Klungkung, baik yang digunakan dalam upakara maupun hasil
inisiatif kreasi seni. Ada ketertarikan dari wisatawan yang berkunjung ke
Klungkung atas kerajinan pis bolong. Rangkaian pis bolong yang dikombinasikan
dengan bahan lain sehingga membentuk suatu karya seni kerajinan yang indah
begitu memukau, sehingga muncullah ide untuk menjadikan kerajinan pis bolong
sebagai komoditas bisnis suvenir maupun sebagai benda koleksi seni.
Dalam perkembangannya,
kerajinan pis bolong saat ini masih merupakan produk yang dikembangkan oleh
UMKM terutama di Desa Kamasan, Kabupaten Klungkung. Jika Anda berkunjung ke
Klungkung, berbagai bentuk kerajinan berbahan dasar pis bolong sudah tersedia di
showroom UMKM di Desa Kamasan. Adapun bahan dasar pis bolong juga banyak dijual
di pasar sekitar wilayah Klungkung dengan berbagai variasi bahan dasar pis
bolong itu sendiri, sedangkan pis bolong original yang dulu pernah menjadi alat
pembayaran relatif sudah tidak tersedia di pasaran umum. Harga sebuah kerajinan
pis bolong ditentukan oleh kualitas bahan pis bolong dan tingkat kerumitan bentuk
kerajinan tersebut. Patung dengan bahan dasar pis bolong berkualitas tinggi
(jenis logam yang tidak mudah patah) dan dengan tingkat kerumitan bentuk yang
sangat detail sehingga memerlukan banyak bahan pis bolong tentunya memiliki
harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang berbahan dasar pis bolong
dengan kualitas lebih rendah dan bentuknya yang lebih sederhana.
Jadi, jika berkunjung ke Bali jangan lupa untuk mengunjungi Klungkung...
#kerajinanbali
(Septsonno//Muhamad
Furqon)
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel