Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Denpasar
Kerajinan Uang Kepeng, Jejak Sejarah yang Menjadi Potensi Ekonomi

Kerajinan Uang Kepeng, Jejak Sejarah yang Menjadi Potensi Ekonomi

Septsonno
Selasa, 13 Juni 2023 |   3033 kali

Keunikan Bali seakan tidak akan ada habisnya jika digali, begitu banyak unsur alam maupun kreasi masyarakat bali yang memukau. Dalam artikel ini Penulis mencoba mengangkat tema salah satu kerajinan bali yang saat ini mulai menggeliat menjaring minat kolektor lokal maupun mancanegara yaitu kerajinan uang kepeng Desa Kamasan, Kabupaten Klungkung. Berbagai bentuk kerajinan uang kepeng Kamasan mengalami banyak variasi seiring berjalannya waktu, dari bentuk etnik sampai dengan kontemporer.

Namun dalam artikel ini poin yang ingin disampaikan adalah tentang bagaimana asal muasal kerajinan uang kepeng berdasarkan informasi langsung dari masyarakat Klungkung yang berhasil Penulis dapatkan. Uang kepeng yang berbentuk koin logam dahulu pernah menjadi alat pembayaran yang sah di Bali, tapi tidak diketahui sejak tahun berapa hal itu dilakukan. Secara fisik uang kepeng tersebut bentuknya bulat dengan lubang ditengahnya sehingga dinamai pis bolong. Di kedua sisi koin terdapat huruf cina, diperkirakan munculnya pis bolong sebagai alat pembayaran adalah karena adanya pedagang dari cina yang melakukan kegiatan perdagangan di Pulau Bali yang berlangsung selama puluhan tahun.

Selang waktu kemudian ketika pis bolong tidak lagi menjadi alat pembayaran yang sah di Bali yang mana juga tidak diketahui secara pasti sejak tahun berapa itu terjadi, maka atas peninggalan pis bolong tersebut digunakan oleh masyarakat lokal Bali (khususnya di Klungkung) sebagai bahan pembentuk patung yang digunakan dalam upakara (ritual keagamaan Hindu). Masing-masing desa/banjar di Klungkung yang memiliki pura membentuk patung pis bolong sesuai dengan kearifan lokalnya (sesuai yadnya), namun secara substansi penggunaan patung pis bolong dalam upakara diwujudkan dalam bentuk dewa dewi sebagai perlambang permintaan kemakmuran kepada Sang Hyang Widhi.

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak variasi patung kerajinan pis bolong hasil kreasi yang memukau dari masyarakat Klungkung, baik yang digunakan dalam upakara maupun hasil inisiatif kreasi seni. Ada ketertarikan dari wisatawan yang berkunjung ke Klungkung atas kerajinan pis bolong. Rangkaian pis bolong yang dikombinasikan dengan bahan lain sehingga membentuk suatu karya seni kerajinan yang indah begitu memukau, sehingga muncullah ide untuk menjadikan kerajinan pis bolong sebagai komoditas bisnis suvenir maupun sebagai benda koleksi seni.

Dalam perkembangannya, kerajinan pis bolong saat ini masih merupakan produk yang dikembangkan oleh UMKM terutama di Desa Kamasan, Kabupaten Klungkung. Jika Anda berkunjung ke Klungkung, berbagai bentuk kerajinan berbahan dasar pis bolong sudah tersedia di showroom UMKM di Desa Kamasan. Adapun bahan dasar pis bolong juga banyak dijual di pasar sekitar wilayah Klungkung dengan berbagai variasi bahan dasar pis bolong itu sendiri, sedangkan pis bolong original yang dulu pernah menjadi alat pembayaran relatif sudah tidak tersedia di pasaran umum. Harga sebuah kerajinan pis bolong ditentukan oleh kualitas bahan pis bolong dan tingkat kerumitan bentuk kerajinan tersebut. Patung dengan bahan dasar pis bolong berkualitas tinggi (jenis logam yang tidak mudah patah) dan dengan tingkat kerumitan bentuk yang sangat detail sehingga memerlukan banyak bahan pis bolong tentunya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang berbahan dasar pis bolong dengan kualitas lebih rendah dan bentuknya yang lebih sederhana.

Jadi, jika berkunjung ke Bali jangan lupa untuk mengunjungi Klungkung...


 #kerajinanbali

 

(Septsonno//Muhamad Furqon)

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Foto Terkait Artikel

Floating Icon