Gali Potensi Aset Eks PT PPA, KPKNL Bukittinggi Laksanakan Survei Highest and Best Use di Payakumbuh
Mutiara Hardianty
Selasa, 15 September 2026 |
134 kali
Optimalisasi pengelolaan Aset Properti eks Kelolaan PT Perusahaan
Pengelolaan Aset (PT PPA) terus menjadi bagian penting dalam mewujudkan
pengelolaan BMN yang efektif, efisien, produktif, dan akuntabel. Salah satu
upaya yang dapat dilakukan untuk menggali potensi pemanfaatan aset lainnya adalah
melalui survei dalam rangka analisis Highest
and Best Use (HBU) atas Aset Properti Eks PT. PPA berupa tanah di Kota
Payakumbuh, Sumatera Barat.
Menggali
Potensi Aset melalui Pendekatan HBU
Highest and Best Use atau
penggunaan tertinggi dan terbaik merupakan analisis untuk mengidentifikasi
penggunaan suatu properti yang paling optimal dengan mempertimbangkan berbagai
aspek. Dalam konteks penilaian, analisis HBU menjadi salah satu cara untuk
melihat apakah penggunaan saat ini telah memberikan manfaat yang optimal atau
masih terdapat alternatif penggunaan lain yang lebih produktif.
Dalam pelaksanaannya,
setiap alternatif penggunaan diuji melalui empat kriteria utama, yaitu secara
fisik memungkinkan, secara legal diperbolehkan, secara finansial layak, dan
menghasilkan produktivitas paling optimal.
Survei
Lapangan Menjadi Bagian Penting
Tim Penilai KPKNL
Bukittingi melakukan survei analisis HBU atas Aset Properti Eks PT PPA di Kota
Payakumbuh pada tanggal 7 s.d 8 September 2026 yang di ketuai oleh Bapak Sarip
Hasibuan beserta anggotanya yaitu Bapak Rezki Zulhendra dan Bapak Susanto, Survei
lapangan dilakukan untuk memperoleh gambaran aktual mengenai kondisi objek dan
lingkungan di sekitarnya. Pengamatan mencakup lokasi dan aksesibilitas, kondisi
fisik tanah, penggunaan lahan sekitar, ketersediaan infrastruktur dan utilitas,
perkembangan kawasan, serta aktivitas ekonomi yang berlangsung.
Selain observasi
langsung, pengumpulan informasi dapat dilengkapi dengan data pasar dan
wawancara dengan pihak yang memahami kondisi properti setempat. Informasi
mengenai harga tanah, penawaran dan transaksi, harga sewa, tingkat permintaan,
serta perkembangan usaha menjadi bahan penting untuk melihat prospek
masing-masing alternatif penggunaan.
Tim Penilai KPKNL
Bukittinggi juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Payakumbuh dan Kantor
Pertanahan Kota Payakumbuh untuk mendapatkan informasi terkait Rencana Tata
Ruang Wilayah Kota Payakumbuh, NJOP dari aset tersebut serta aspek legal yang berhubungan
dengan kepemilikan BMN tersebut.
Kota Payakumbuh memiliki
karakteristik sebagai kawasan perkotaan dengan aktivitas perdagangan dan jasa,
permukiman, pemerintahan, serta berbagai kegiatan ekonomi masyarakat. Kondisi
tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam melihat
potensi pemanfaatan BMN berupa tanah.
Namun, karakteristik
setiap bidang tanah tetap harus dianalisis secara spesifik. Lokasi mikro, akses
terhadap jalan utama, luas dan bentuk tanah, lingkungan sekitar, tingkat
permintaan, serta ketentuan tata ruang dapat menghasilkan rekomendasi HBU yang
berbeda antara satu objek dengan objek lainnya.
Tata Ruang
sebagai Faktor Kunci
Aspek tata ruang menjadi
perhatian penting dalam survei HBU karena suatu alternatif penggunaan yang
secara ekonomi menarik belum tentu dapat dilaksanakan apabila tidak sesuai
dengan ketentuan pemanfaatan ruang yang berlaku. Oleh karena itu, verifikasi terhadap
ketentuan tata ruang pada lokasi objek dan tanggal penilaian merupakan bagian
penting sebelum suatu alternatif dinyatakan layak secara legal.
Dari Hasil
Survei Menuju Optimalisasi Aset
Hasil survei analisis HBU
dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif bagi proses pengelolaan BMN.
Data lapangan yang dipadukan dengan informasi pasar, aspek legal, serta
analisis finansial dapat membantu memberikan gambaran mengenai alternatif
pemanfaatan yang paling sesuai dengan karakteristik BMN.
Dengan demikian, kegiatan
survei HBU tidak hanya berorientasi pada penentuan nilai aset, tetapi juga
mendukung pengambilan keputusan pengelolaan Aset Properti Eks PT PPA agar dapat
dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar.
“Optimalisasi BMN bukan hanya tentang menjaga aset
negara, tetapi juga tentang menggali potensi dan menghadirkan manfaat yang
lebih besar bagi negara dan masyarakat.”
Foto Terkait Berita