Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Bima
Survei Penilaian SDA: Menelusuri Nilai Kekayaan Alam di Kepulauan Nusa Penida

Survei Penilaian SDA: Menelusuri Nilai Kekayaan Alam di Kepulauan Nusa Penida

Ridwan Ahmad Setyo Prabowo
Kamis, 01 Oktober 2026 |   38 kali

Bali – Kekayaan alam tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga manfaat ekonomi yang penting untuk diketahui dan dikelola secara berkelanjutan. Hal tersebut menjadi bagian dari tujuan survei penilaian Sumber Daya Alam (SDA) yang dilakukan terhadap ekosistem mangrove dan padang lamun di Kepulauan Nusa Penida pada 21–26 September 2026.

Kegiatan ini melibatkan Direktorat Penilaian, Kanwil DJKN Bali dan Nusa Tenggara, KPKNL Bima, serta KPKNL Singaraja. Dari KPKNL Bima, kegiatan tersebut diwakili oleh Penilai Ahli Pertama, Syaiful Nurhusain. Survei dilakukan di kawasan Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Bali untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penilaian SDA.

Pada ekosistem mangrove, tim melakukan survei di beberapa lokasi dengan kondisi kerapatan yang berbeda, mulai dari rapat, sedang, hingga renggang. Pengamatan dilakukan terhadap berbagai jenis mangrove, termasuk bagian pohon, batang, akar, daun, serta bunga atau buah jika tersedia. Tim juga mengambil sampel tanah untuk diteliti lebih lanjut.

Sementara itu, pengamatan padang lamun dilakukan di tujuh titik. Tim mencatat jenis dan kondisi lamun yang ditemukan di setiap lokasi. Sampel tanah dan bagian lamun juga dikumpulkan untuk mendukung penelitian dan proses penilaian.

“Penilaian SDA membantu kita memahami nilai dan manfaat kekayaan alam secara lebih terukur, sehingga dapat menjadi dasar dalam menjaga dan mengelolanya secara berkelanjutan” ujar Syaiful.

Seluruh sampel sedimen dan biomassa yang diperoleh selama survei telah diserahkan ke laboratorium Universitas Udayana untuk diteliti. Perhitungan penyerapan karbon pada ekosistem mangrove dan padang lamun akan dilakukan setelah hasil penelitian laboratorium diperoleh.

Penilaian SDA tidak berhenti pada perolehan angka. Nilai ekonomi yang dihasilkan dapat memberikan gambaran mengenai manfaat kekayaan alam sekaligus menjadi salah satu dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan berkelanjutan atau Green Economy. Dengan mengetahui nilai dan manfaatnya, kekayaan alam dapat dikelola dan dimanfaatkan secara lebih tepat serta tetap terjaga keberlangsungannya.

(Ridwan/Syaiful) 

Foto Terkait Berita

Floating Icon