Survei Penilaian SDA: Menelusuri Nilai Kekayaan Alam di Kepulauan Nusa Penida
Ridwan Ahmad Setyo Prabowo
Kamis, 01 Oktober 2026 |
38 kali
Bali – Kekayaan alam tidak hanya
memiliki nilai ekologis, tetapi juga manfaat ekonomi yang penting untuk
diketahui dan dikelola secara berkelanjutan. Hal tersebut menjadi bagian dari
tujuan survei penilaian Sumber Daya Alam (SDA) yang dilakukan terhadap
ekosistem mangrove dan padang lamun di Kepulauan Nusa Penida pada 21–26
September 2026.
Kegiatan ini melibatkan
Direktorat Penilaian, Kanwil DJKN Bali dan Nusa Tenggara, KPKNL Bima, serta
KPKNL Singaraja. Dari KPKNL Bima, kegiatan tersebut diwakili oleh Penilai Ahli
Pertama, Syaiful Nurhusain. Survei dilakukan di kawasan Nusa Lembongan,
Kabupaten Klungkung, Bali untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penilaian SDA.
Pada ekosistem mangrove, tim
melakukan survei di beberapa lokasi dengan kondisi kerapatan yang berbeda,
mulai dari rapat, sedang, hingga renggang. Pengamatan dilakukan terhadap
berbagai jenis mangrove, termasuk bagian pohon, batang, akar, daun, serta bunga
atau buah jika tersedia. Tim juga mengambil sampel tanah untuk diteliti lebih
lanjut.
Sementara itu, pengamatan padang
lamun dilakukan di tujuh titik. Tim mencatat jenis dan kondisi lamun yang
ditemukan di setiap lokasi. Sampel tanah dan bagian lamun juga dikumpulkan
untuk mendukung penelitian dan proses penilaian.
“Penilaian SDA membantu kita
memahami nilai dan manfaat kekayaan alam secara lebih terukur, sehingga dapat
menjadi dasar dalam menjaga dan mengelolanya secara berkelanjutan” ujar
Syaiful.
Seluruh sampel sedimen dan
biomassa yang diperoleh selama survei telah diserahkan ke laboratorium
Universitas Udayana untuk diteliti. Perhitungan penyerapan karbon pada
ekosistem mangrove dan padang lamun akan dilakukan setelah hasil penelitian
laboratorium diperoleh.
Penilaian SDA tidak berhenti pada perolehan angka. Nilai ekonomi yang dihasilkan dapat memberikan gambaran mengenai manfaat kekayaan alam sekaligus menjadi salah satu dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan berkelanjutan atau Green Economy. Dengan mengetahui nilai dan manfaatnya, kekayaan alam dapat dikelola dan dimanfaatkan secara lebih tepat serta tetap terjaga keberlangsungannya.
(Ridwan/Syaiful)
Foto Terkait Berita