Penilai KPKNL Bima Dukung Peningkatan Kompetensi Pengelola BMD di Nusa Tenggara Timur
Ridwan Ahmad Setyo Prabowo
Kamis, 06 Agustus 2026 |
57 kali
Bima – Keahlian seorang penilai
tidak hanya dibangun melalui pemahaman teori, tetapi juga ditempa oleh
pengalaman dalam menghadapi berbagai karakteristik objek dan dinamika di
lapangan. Semangat berbagi pengalaman tersebut mewarnai Pelatihan Penilaian
Barang Milik Daerah (BMD) Tingkat Dasar Batch III yang diselenggarakan melalui
kerja sama Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN dan Pemerintah Provinsi Nusa
Tenggara Timur. Pelatihan berlangsung secara daring pada 3–19 Agustus 2026 dan
akan dilanjutkan dengan pembelajaran klasikal di Kota Kupang.
Pada kegiatan tersebut,
Direktorat Penilaian DJKN menugaskan sejumlah Penilai Pemerintah di lingkungan
Kantor Wilayah DJKN Bali dan Nusa Tenggara sebagai tenaga pengajar, termasuk
dua Penilai di KPKNL Bima, yaitu Aditya Agni dan Syaiful Nurhusain. Pada sesi
pembelajaran yang dilaksanakan secara daring pada 4 Agustus 2026 tersebut,
Aditya membawakan materi Teknik dan Metode Survei sedangkan Syaiful
menyampaikan materi Ekonomi Tanah dan Tata Kota, dua topik yang menjadi fondasi
penting dalam pelaksanaan penilaian Barang Milik Daerah.
Mengawali pemaparannya, Aditya
Agni mengajak peserta memahami bahwa survei lapangan merupakan tahapan yang
tidak dapat dipisahkan dari proses penilaian. Ketepatan dalam mengumpulkan dan
memverifikasi data menjadi dasar bagi penilai untuk menghasilkan analisis yang
objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Survei bukan sekadar
mengumpulkan data, tetapi memastikan setiap informasi yang diperoleh
benar-benar mencerminkan kondisi objek yang dinilai. Semakin baik kualitas data
yang dikumpulkan, semakin kuat pula dasar dalam menyusun analisis dan menghasilkan
estimasi nilai," ujar Aditya.
Suasana pembelajaran berlangsung
komunikatif. Beragam pertanyaan serta pengalaman yang disampaikan peserta
menjadi pemantik diskusi mengenai berbagai tantangan penilaian Barang Milik
Daerah di instansi masing-masing. Tidak sedikit peserta yang mengaitkan materi
dengan kondisi riil di daerahnya, sehingga pembahasan berkembang menjadi forum
berbagi praktik dan solusi. Interaksi tersebut menjadikan proses belajar tidak
hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memperkaya wawasan peserta
melalui berbagai sudut pandang dan pengalaman praktis.
Melanjutkan sesi pembelajaran,
Syaiful Nurhusain mengulas keterkaitan antara perkembangan wilayah, tata ruang,
dan dinamika ekonomi tanah dalam menentukan nilai suatu properti. Menurutnya,
pemahaman terhadap karakteristik kawasan menjadi bekal penting bagi seorang
penilai agar mampu menghasilkan estimasi nilai yang sesuai dengan kondisi
pasar.
"Setiap properti memiliki
karakteristik yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu,
penilai perlu memahami perkembangan kawasan, tata ruang, serta faktor ekonomi
yang memengaruhi suatu wilayah agar hasil penilaian mampu menggambarkan kondisi
pasar secara objektif," ungkap Syaiful.
Keikutsertaan Penilai KPKNL Bima
sebagai tenaga pengajar merupakan wujud kontribusi dalam mendukung pengembangan
kapasitas aparatur pemerintah daerah di bidang penilaian aset. Melalui
kolaborasi antara DJKN, PKN STAN, dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur,
pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman peserta terhadap proses
penilaian Barang Milik Daerah sekaligus mendorong terwujudnya pengelolaan aset
yang semakin profesional, akuntabel, dan memberikan nilai tambah bagi pelayanan
publik.
(Ridwan)
Foto Terkait Berita