Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Bima
Penilai KPKNL Bima Dukung Peningkatan Kompetensi Pengelola BMD di Nusa Tenggara Timur

Penilai KPKNL Bima Dukung Peningkatan Kompetensi Pengelola BMD di Nusa Tenggara Timur

Ridwan Ahmad Setyo Prabowo
Kamis, 06 Agustus 2026 |   57 kali

Bima – Keahlian seorang penilai tidak hanya dibangun melalui pemahaman teori, tetapi juga ditempa oleh pengalaman dalam menghadapi berbagai karakteristik objek dan dinamika di lapangan. Semangat berbagi pengalaman tersebut mewarnai Pelatihan Penilaian Barang Milik Daerah (BMD) Tingkat Dasar Batch III yang diselenggarakan melalui kerja sama Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pelatihan berlangsung secara daring pada 3–19 Agustus 2026 dan akan dilanjutkan dengan pembelajaran klasikal di Kota Kupang.

Pada kegiatan tersebut, Direktorat Penilaian DJKN menugaskan sejumlah Penilai Pemerintah di lingkungan Kantor Wilayah DJKN Bali dan Nusa Tenggara sebagai tenaga pengajar, termasuk dua Penilai di KPKNL Bima, yaitu Aditya Agni dan Syaiful Nurhusain. Pada sesi pembelajaran yang dilaksanakan secara daring pada 4 Agustus 2026 tersebut, Aditya membawakan materi Teknik dan Metode Survei sedangkan Syaiful menyampaikan materi Ekonomi Tanah dan Tata Kota, dua topik yang menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan penilaian Barang Milik Daerah.

Mengawali pemaparannya, Aditya Agni mengajak peserta memahami bahwa survei lapangan merupakan tahapan yang tidak dapat dipisahkan dari proses penilaian. Ketepatan dalam mengumpulkan dan memverifikasi data menjadi dasar bagi penilai untuk menghasilkan analisis yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Survei bukan sekadar mengumpulkan data, tetapi memastikan setiap informasi yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi objek yang dinilai. Semakin baik kualitas data yang dikumpulkan, semakin kuat pula dasar dalam menyusun analisis dan menghasilkan estimasi nilai," ujar Aditya.

Suasana pembelajaran berlangsung komunikatif. Beragam pertanyaan serta pengalaman yang disampaikan peserta menjadi pemantik diskusi mengenai berbagai tantangan penilaian Barang Milik Daerah di instansi masing-masing. Tidak sedikit peserta yang mengaitkan materi dengan kondisi riil di daerahnya, sehingga pembahasan berkembang menjadi forum berbagi praktik dan solusi. Interaksi tersebut menjadikan proses belajar tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memperkaya wawasan peserta melalui berbagai sudut pandang dan pengalaman praktis.

Melanjutkan sesi pembelajaran, Syaiful Nurhusain mengulas keterkaitan antara perkembangan wilayah, tata ruang, dan dinamika ekonomi tanah dalam menentukan nilai suatu properti. Menurutnya, pemahaman terhadap karakteristik kawasan menjadi bekal penting bagi seorang penilai agar mampu menghasilkan estimasi nilai yang sesuai dengan kondisi pasar.

"Setiap properti memiliki karakteristik yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, penilai perlu memahami perkembangan kawasan, tata ruang, serta faktor ekonomi yang memengaruhi suatu wilayah agar hasil penilaian mampu menggambarkan kondisi pasar secara objektif," ungkap Syaiful.

Keikutsertaan Penilai KPKNL Bima sebagai tenaga pengajar merupakan wujud kontribusi dalam mendukung pengembangan kapasitas aparatur pemerintah daerah di bidang penilaian aset. Melalui kolaborasi antara DJKN, PKN STAN, dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman peserta terhadap proses penilaian Barang Milik Daerah sekaligus mendorong terwujudnya pengelolaan aset yang semakin profesional, akuntabel, dan memberikan nilai tambah bagi pelayanan publik.

(Ridwan)

Foto Terkait Berita

Floating Icon