Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Bima
Hari Kekayaan Negara 2025: KPKNL Bima Selenggarakan Asset Talk

Hari Kekayaan Negara 2025: KPKNL Bima Selenggarakan Asset Talk

Ni Made Ayuning Pradnyani
Jum'at, 05 Desember 2025 |   114 kali

Bima - Setiap tanggal 1 November, DJKN memperingati Hari Kekayaan Negara (HKN) sebagai momentum untuk merefleksikan peran strategis pengelolaan kekayaan negara dalam mendukung pembangunan nasional. Dalam rangka Hari Jadi DJKN ke-19, KPKNL Bima berkolaborasi dengan Kanwil DJKN Bali dan Nusa Tenggara mengadakan kegiatan Asset Talk yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Kekayaan Negara Tahun 2025.

Kegiatan Asset Talk ini bertujuan untuk mengenalkan peran dan fungsi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) melalui unit vertikal Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bima kepada para pengguna layanan, ajang sosialisasi kebijakan, dan transfer pengetahuan terkait peraturan-peraturan terbaru tentang pengelolaan BMN, penilaian, lelang, piutang negara, bantuan hukum, dan/atau tugas fungsi DJKN lainnya. Menariknya, kegiatan ini dibungkus dengan format podcast supaya terlihat lebih santai dan bisa diikuti melalui virtual meeting dan disiarkan secara langsung melalui Youtube.

Ada dua topik utama yang menjadi bahan pembahasan dalam kegiatan asset talk yang dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, tema yang menjadi bahan diskusi adalah penilaian aset. Dengan menghadirkan narasumber fungsional penilai pemerintah ahli muda, Aditya Agni, diskusi selama kurang lebih dua jam ini berjalan dengan lancar. Setidaknya, ada tiga hal yang menjadi bahan pembahasan pada sesi pertama ini yaitu nilai, penilai, dan penilaian. Adit menjelaskan secara sederhana tentang konsep dasar nilai, faktor-faktor pembentuk nilai, bagaimana proses penilaian, jenjang karir profesi penilai, dan pengalaman-pengalaman menarik selama bertugas menjadi seorang penilai di DJKN.

Interaksi dengan audiens juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari acara ini. Ada beberapa pertanyaan dari peserta virtual meeting yang menarik untuk didiskusikan. Contohnya perbedaan penaksir dengan penilai, bagaimana menentukan nilai terhadap aset-aset yang tidak terwujud dalam rangka penghapusan, dan karir profesi penilai di lingkungan pemerintah daerah. Sayangnya, karena waktu yang terbatas, tidak semua pertanyaan-pertanyaan dapat disampaikan dan dibahas dalam sesi diskusi. Tapi, KPKNL Bima sudah merencanakan bahwa topik-topik yang paling sering ditanyakan akan dijadikan bahan diskusi dalam kegiatan KPKNL Bima BERTEMAN (Belajar Interaktif Manajemen Aset Negara) atau seri podcast selanjutnya.

Pada sesi kedua asset talk, tema yang menjadi pembahasan adalah layanan lelang. Kali ini, narasumber yang dihadirkan adalah Arik Istoto, seorang fungsional pelelang ahli muda di KPKNL Bima. Arik membuka diskusi dengan menceritakan sejarah lelang di Indonesia, transformasi layanan lelang DJKN, dan mengapa barang-barang bisa menjadi objek lelang. Tidak kalah menarik, dibahas juga terkait pernyataan-pernyataan fakta dan mitos yang beredar di masyarakat. Seperti susah tidaknya ikut lelang secara online, ada tidaknya “orang dalam”, dan lain sebagainya. Selain itu, Arik juga menjelaskan bagaimana tata cara permohonan dan pendaftaran lelang online melalui situs lelang.go.id.

Sebagaimana sesi sebelumnya, walaupun waktu sudah menjelang sore, namun peserta tetap semangat mengikuti acara. Ada beberapa pertanyaan menarik dari peserta yang memancing diskusi interaktif. Dokumen-dokumen penting apa yang wajib dilampirkan oleh pemohon, cara memasukkan penawaran lelang online, dan layanan apa yang didapatkan pasca lelang oleh pemenang.

Kegiatan diskusi seperti asset talk memang perlu untuk dilanjutkan di periode-periode berikutnya. Publik wajib tahu apa saja layanan kekayaan negara yang diselenggarakan oleh DJKN melalui kantor vertikal. Tidak hanya satu arah, DJKN terutama kantor-kantor vertikal juga sangat memerlukan perspektif dan umpan balik dari publik terutama para pengguna layanan, semata-mata untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan. Keterlibatan aktif seluruh partisipan baik para pegawai DJKN maupun pengguna layanan sangat diperlukan supaya manfaat maksimal dari kegiatan ini dapat dicapai. Pada akhirnya, diharapkan juga program ini dapat berkontribusi, memberikan nilai tambah, dan menguatkan komitmen pengelolaan aset serta kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab DJKN. DJKN Berkarakter, Kelola Aset Negara Kawal Asta Cita.


Penulis: Samba, dokumentasi: Abhim

Foto Terkait Berita

Floating Icon