Hari Kekayaan Negara 2025: KPKNL Bima Selenggarakan Asset Talk
Ni Made Ayuning Pradnyani
Jum'at, 05 Desember 2025 |
114 kali
Bima
- Setiap tanggal 1 November, DJKN memperingati Hari Kekayaan Negara (HKN)
sebagai momentum untuk merefleksikan peran strategis pengelolaan kekayaan
negara dalam mendukung pembangunan nasional. Dalam rangka Hari Jadi DJKN ke-19,
KPKNL Bima berkolaborasi dengan Kanwil DJKN Bali dan Nusa Tenggara mengadakan
kegiatan Asset Talk yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari
Kekayaan Negara Tahun 2025.
Kegiatan
Asset Talk ini bertujuan untuk mengenalkan peran dan fungsi Direktorat
Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) melalui unit vertikal Kantor Pelayanan Kekayaan
Negara dan Lelang (KPKNL) Bima kepada para pengguna layanan, ajang sosialisasi
kebijakan, dan transfer pengetahuan terkait peraturan-peraturan terbaru tentang
pengelolaan BMN, penilaian, lelang, piutang negara, bantuan hukum, dan/atau
tugas fungsi DJKN lainnya. Menariknya, kegiatan ini dibungkus dengan format podcast
supaya terlihat lebih santai dan bisa diikuti melalui virtual meeting dan
disiarkan secara langsung melalui Youtube.
Ada
dua topik utama yang menjadi bahan pembahasan dalam kegiatan asset talk
yang dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, tema yang menjadi bahan
diskusi adalah penilaian aset. Dengan menghadirkan narasumber fungsional
penilai pemerintah ahli muda, Aditya Agni, diskusi selama kurang lebih dua jam
ini berjalan dengan lancar. Setidaknya, ada tiga hal yang menjadi bahan
pembahasan pada sesi pertama ini yaitu nilai, penilai, dan penilaian. Adit
menjelaskan secara sederhana tentang konsep dasar nilai, faktor-faktor
pembentuk nilai, bagaimana proses penilaian, jenjang karir profesi penilai, dan
pengalaman-pengalaman menarik selama bertugas menjadi seorang penilai di DJKN.
Interaksi
dengan audiens juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari acara ini. Ada
beberapa pertanyaan dari peserta virtual meeting yang menarik untuk
didiskusikan. Contohnya perbedaan penaksir dengan penilai, bagaimana menentukan
nilai terhadap aset-aset yang tidak terwujud dalam rangka penghapusan, dan
karir profesi penilai di lingkungan pemerintah daerah. Sayangnya, karena waktu
yang terbatas, tidak semua pertanyaan-pertanyaan dapat disampaikan dan dibahas
dalam sesi diskusi. Tapi, KPKNL Bima sudah merencanakan bahwa topik-topik yang paling
sering ditanyakan akan dijadikan bahan diskusi dalam kegiatan KPKNL Bima
BERTEMAN (Belajar Interaktif Manajemen Aset Negara) atau seri podcast selanjutnya.
Pada
sesi kedua asset talk, tema yang menjadi pembahasan adalah layanan lelang.
Kali ini, narasumber yang dihadirkan adalah Arik Istoto, seorang fungsional
pelelang ahli muda di KPKNL Bima. Arik membuka diskusi dengan menceritakan
sejarah lelang di Indonesia, transformasi layanan lelang DJKN, dan mengapa
barang-barang bisa menjadi objek lelang. Tidak kalah menarik, dibahas juga
terkait pernyataan-pernyataan fakta dan mitos yang beredar di masyarakat.
Seperti susah tidaknya ikut lelang secara online, ada tidaknya “orang dalam”, dan
lain sebagainya. Selain itu, Arik juga menjelaskan bagaimana tata cara
permohonan dan pendaftaran lelang online melalui situs lelang.go.id.
Sebagaimana
sesi sebelumnya, walaupun waktu sudah menjelang sore, namun peserta tetap
semangat mengikuti acara. Ada beberapa pertanyaan menarik dari peserta yang
memancing diskusi interaktif. Dokumen-dokumen penting apa yang wajib
dilampirkan oleh pemohon, cara memasukkan penawaran lelang online, dan
layanan apa yang didapatkan pasca lelang oleh pemenang.
Kegiatan diskusi seperti asset talk memang perlu untuk dilanjutkan di periode-periode berikutnya. Publik wajib tahu apa saja layanan kekayaan negara yang diselenggarakan oleh DJKN melalui kantor vertikal. Tidak hanya satu arah, DJKN terutama kantor-kantor vertikal juga sangat memerlukan perspektif dan umpan balik dari publik terutama para pengguna layanan, semata-mata untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan. Keterlibatan aktif seluruh partisipan baik para pegawai DJKN maupun pengguna layanan sangat diperlukan supaya manfaat maksimal dari kegiatan ini dapat dicapai. Pada akhirnya, diharapkan juga program ini dapat berkontribusi, memberikan nilai tambah, dan menguatkan komitmen pengelolaan aset serta kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab DJKN. DJKN Berkarakter, Kelola Aset Negara Kawal Asta Cita.
Penulis:
Samba, dokumentasi: Abhim
Foto Terkait Berita