Kilas Semarak Peringatan Kemerdekaan di Lingkungan Kemenkeu Satu Bima Tahun 2025
Ni Made Ayuning Pradnyani
Jum'at, 29 Agustus 2025 |
86 kali
Kota Bima – Gemerlap perayaan 80 tahun kemerdekaan Republik
Indonesia di KPKNL Bima dihiasi dengan berbagai pergelaran kegiatan. Untuk
lebih menyemarakkan momen sakral ini, tahun ini KPKNL Bima bersama Kemenkeu
Satu Bima berinisiatif mengadakan beberapa kegiatan di bulan Agustus yaitu
pembinaan mental di bidang ideologi, kegiatan bersama Kemenkeu Satu Bima, dan
ditutup dengan penyelenggaraan upacara peringatan HUT kemerdekaan RI.
1.
Pembinaan Mental Bidang
Ideologi
Kemerdekaan yang kita rayakan
setiap tahun itu merupakan buah dari perjuangan para pendahulu bangsa kita. Untuk
lebih memberikan pemahaman terkait sejarah, identitas bangsa, dan memperdalam
rasa cinta terhadap tanah air, KPKNL Bima bersama Kemenkeu Satu Bima menginisiasi
kegiatan pembinaan mental (bintal) bidang ideologi dengan tema “Cinta Tanah Air
Melalui Pengenalan Sejarah”.
Ada beberapa narasumber yang
dihadirkan dalam kegiatan ini. Narasumber utama berasal dari pemerhati sejarah
Bima yaitu Bapak Ihsan Iskandar yang juga merupakan Ketua Sinau Cagar Budaya
Bima, selain itu ada Bapak Wahyudi (Kepala KPP Pratama Raba Bima), Bapak Ahmad
Yusuf (Kepala KPPN Bima), dan terakhir Bapak Benediktus Margiadi (Kepala KPKNL
Bima). Acara presentasi interaktif namun dikemas dalam diskusi santai ini
dimoderatori oleh Aditya Agni, fungsional Penilai Ahli Muda KPKNL Bima.
Dalam paparannya, Pak Ihsan
bercerita banyak tentang bagaimana catatan-catatan peninggalan para petualang jaman
dahulu yang memuat peran Bima dalam jalur perdagangan Asia pada awal tahun
masehi. Catatan-catatan kuno tersebut juga berisikan gambaran aktivitas penduduk
di wilayah Bima dan sekitarnya yang diabadikan dalam bentuk benda-benda
bersejarah seperti nekara, arca, prasasti, ukiran batu, dan peninggalan penting
lainnya.
Disebutkan juga bahwa ternyata
Bima memiliki keterkaitan erat dengan sejarah nusantara, hubungan dengan kerajaan-kerajaan
besar di nusantara jaman dulu, sampai dengan masuknya budaya Islam yang sampai
saat ini memiliki pengaruh yang sangat kuat di wilayah Bima dan Dompu. Menariknya,
Pak Ihsan juga menyampaikan bahwa mekanisme pengelolaan hasil alam dan upaya
peningkatan taraf hidup rakyat Bima ternyata sudah diterapkan sejak dulu. Pembangunan
wilayah Bima dan sekitarnya dirancang melalui pengelolaan hasil pungutan pajak
yang digunakan untuk kepentingan rakyat, seperti pembangunan infrastruktur dan
kebutuhan administrasi pemerintahan.
Dan sebagai penutup, dengan
sangat bersemangat beliau menuturkan sebuah kebanggaan bagi masyarakat Bima
yang berdasarkan catatan sejarah didapati fakta bahwa Bima dahulu pernah
menjadi tonggak awal perdagangan nusantara dan salah satu relasi penting dalam
pergerakan kekuasaan di nusantara. Bahkan, torehan jejak-jejak perlawanan
terhadap penjajahan bangsa asing turut menjadi bukti bahwa nasionalisme juga
mengakar dalam kehidupan masyarakat Bima dan sekitarnya.
Peserta bintal sangat antusias
mengikuti jalannya presentasi Pak Ihsan. Beberapa pertanyaan dari peserta diantaranya
asal usul nama Bima, catatan nama Bima dalam kitab Negarakertagama, serta dampak
pungutan pajak pada era kesultanan Bima dijelaskan dengan sangat baik oleh Pak
Ihsan sehingga jalannya diskusi menjadi lebih interaktif.
Sesi berikutnya, secara
bergantian Bapak Wahyudi, Bapak Ahmad Yusuf, dan Bapak Benediktus Margiadi
menyampaikan materi tentang sejarah pemungutan pajak, rasa cinta dan bangga
terhadap tanah air, serta komitmen untuk tetap belajar sejarah demi menjaga
warisan/identitas bangsa sebagai bentuk tanggung jawab dan kesadaran sosial.
2.
Kegiatan Bersama Satu Kemenkeu
Bima
KPKNL Bima juga ikut serta dalam
kegiatan olahraga bersama yang diselenggarakan Kemenkeu Satu Bima pada hari
Jumat 15 Agustus 2025. Bertempat di halaman KPP Pratama Raba Bima, hiasan kantor
bercorak merah putih turut memberikan aura dan semangat perayaan kemerdekaan.
Acara dimulai tepat pukul 06.00
WITA. Sambil membawa miniatur bendera merah putih, para pegawai Kemenkeu Satu
Bima mengawali kegiatan dengan jalan santai sejauh kurang lebih 1,5 kilometer dengan
rute menelusuri Jalan Ishaka Abdullah dan kembali ke halaman KPP Pratama Raba
Bima. Tentunya, di titik-titik tertentu disediakan kupon sebagai tiket
pengambilan doorprize menarik yang disediakan oleh panitia.
Setelah jalan santai, acara
kemudian dilanjutkan dengan lomba-lomba khas Agustusan yaitu lomba meniup gelas
plastik, lomba memasukkan sedotan ke dalam botol, dan yang paling menarik
adalah balap ulat balon. Serunya, seluruh lomba dilakukan dengan kerja sama tim
yang melibatkan seluruh pegawai Kemenkeu Satu Bima sehingga acara terselenggara
dengan meriah dan penuh kegembiraan. Dan sekitar pukul 09.30 WITA, akhirnya keseruan
kegiatan perayaan kemerdekaan ditutup dengan pengumuman doorprize dan pemenang lomba.
3.
Upacara Peringatan HUT ke-80 RI
Setiap tahun, pada tanggal 17
Agustus, Kemenkeu Satu Bima menyelenggarakan upacara peringatan hari
kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara dilaksanakan di halaman KPPN Bima mulai
pukul 06.30 WITA. Seluruh pegawai Kemenkeu Satu Bima diwajibkan hadir mengikuti
rangkaian upacara dengan menggunakan seragam putih Kemenkeu. Walaupun
dilaksanakan pada hari Minggu, itu tidak mengurangi khidmatnya pelaksanaan upacara.
Dalam pelaksanaan upacara, selain sebagai peserta, KPKNL Bima mendapat
penugasan sebagai komandan upacara dan tim pengibar bendera.
Setiap peserta upacara berdiri tegak, memberikan penghormatan kepada bendera merah putih sebagai sebuah momentum sakral sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan Republik Indonesia diraih dengan perjuangan yang tidak mudah. Kita juga seharusnya mengenang dan menghargai jasa para pahlawan yang telah berkorban jiwa dan raga demi kemerdekaan. Upacara 17 Agustus juga mengingatkan kita akan pentingnya cinta tanah air, menumbuhkan semangat nasionalisme, dan pada akhirnya berupaya untuk selalu berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Penulis: Samba, dokumentasi: Ayuning
Foto Terkait Berita