Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Bima
Kilas Semarak Peringatan Kemerdekaan di Lingkungan Kemenkeu Satu Bima Tahun 2025

Kilas Semarak Peringatan Kemerdekaan di Lingkungan Kemenkeu Satu Bima Tahun 2025

Ni Made Ayuning Pradnyani
Jum'at, 29 Agustus 2025 |   86 kali

Kota Bima – Gemerlap perayaan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia di KPKNL Bima dihiasi dengan berbagai pergelaran kegiatan. Untuk lebih menyemarakkan momen sakral ini, tahun ini KPKNL Bima bersama Kemenkeu Satu Bima berinisiatif mengadakan beberapa kegiatan di bulan Agustus yaitu pembinaan mental di bidang ideologi, kegiatan bersama Kemenkeu Satu Bima, dan ditutup dengan penyelenggaraan upacara peringatan HUT kemerdekaan RI.

1.      Pembinaan Mental Bidang Ideologi

Kemerdekaan yang kita rayakan setiap tahun itu merupakan buah dari perjuangan para pendahulu bangsa kita. Untuk lebih memberikan pemahaman terkait sejarah, identitas bangsa, dan memperdalam rasa cinta terhadap tanah air, KPKNL Bima bersama Kemenkeu Satu Bima menginisiasi kegiatan pembinaan mental (bintal) bidang ideologi dengan tema “Cinta Tanah Air Melalui Pengenalan Sejarah”.

Ada beberapa narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini. Narasumber utama berasal dari pemerhati sejarah Bima yaitu Bapak Ihsan Iskandar yang juga merupakan Ketua Sinau Cagar Budaya Bima, selain itu ada Bapak Wahyudi (Kepala KPP Pratama Raba Bima), Bapak Ahmad Yusuf (Kepala KPPN Bima), dan terakhir Bapak Benediktus Margiadi (Kepala KPKNL Bima). Acara presentasi interaktif namun dikemas dalam diskusi santai ini dimoderatori oleh Aditya Agni, fungsional Penilai Ahli Muda KPKNL Bima.

Dalam paparannya, Pak Ihsan bercerita banyak tentang bagaimana catatan-catatan peninggalan para petualang jaman dahulu yang memuat peran Bima dalam jalur perdagangan Asia pada awal tahun masehi. Catatan-catatan kuno tersebut juga berisikan gambaran aktivitas penduduk di wilayah Bima dan sekitarnya yang diabadikan dalam bentuk benda-benda bersejarah seperti nekara, arca, prasasti, ukiran batu, dan peninggalan penting lainnya.

Disebutkan juga bahwa ternyata Bima memiliki keterkaitan erat dengan sejarah nusantara, hubungan dengan kerajaan-kerajaan besar di nusantara jaman dulu, sampai dengan masuknya budaya Islam yang sampai saat ini memiliki pengaruh yang sangat kuat di wilayah Bima dan Dompu. Menariknya, Pak Ihsan juga menyampaikan bahwa mekanisme pengelolaan hasil alam dan upaya peningkatan taraf hidup rakyat Bima ternyata sudah diterapkan sejak dulu. Pembangunan wilayah Bima dan sekitarnya dirancang melalui pengelolaan hasil pungutan pajak yang digunakan untuk kepentingan rakyat, seperti pembangunan infrastruktur dan kebutuhan administrasi pemerintahan.

Dan sebagai penutup, dengan sangat bersemangat beliau menuturkan sebuah kebanggaan bagi masyarakat Bima yang berdasarkan catatan sejarah didapati fakta bahwa Bima dahulu pernah menjadi tonggak awal perdagangan nusantara dan salah satu relasi penting dalam pergerakan kekuasaan di nusantara. Bahkan, torehan jejak-jejak perlawanan terhadap penjajahan bangsa asing turut menjadi bukti bahwa nasionalisme juga mengakar dalam kehidupan masyarakat Bima dan sekitarnya.

Peserta bintal sangat antusias mengikuti jalannya presentasi Pak Ihsan. Beberapa pertanyaan dari peserta diantaranya asal usul nama Bima, catatan nama Bima dalam kitab Negarakertagama, serta dampak pungutan pajak pada era kesultanan Bima dijelaskan dengan sangat baik oleh Pak Ihsan sehingga jalannya diskusi menjadi lebih interaktif.

Sesi berikutnya, secara bergantian Bapak Wahyudi, Bapak Ahmad Yusuf, dan Bapak Benediktus Margiadi menyampaikan materi tentang sejarah pemungutan pajak, rasa cinta dan bangga terhadap tanah air, serta komitmen untuk tetap belajar sejarah demi menjaga warisan/identitas bangsa sebagai bentuk tanggung jawab dan kesadaran sosial.

 

2.      Kegiatan Bersama Satu Kemenkeu Bima

KPKNL Bima juga ikut serta dalam kegiatan olahraga bersama yang diselenggarakan Kemenkeu Satu Bima pada hari Jumat 15 Agustus 2025. Bertempat di halaman KPP Pratama Raba Bima, hiasan kantor bercorak merah putih turut memberikan aura dan semangat perayaan kemerdekaan.

Acara dimulai tepat pukul 06.00 WITA. Sambil membawa miniatur bendera merah putih, para pegawai Kemenkeu Satu Bima mengawali kegiatan dengan jalan santai sejauh kurang lebih 1,5 kilometer dengan rute menelusuri Jalan Ishaka Abdullah dan kembali ke halaman KPP Pratama Raba Bima. Tentunya, di titik-titik tertentu disediakan kupon sebagai tiket pengambilan doorprize menarik yang disediakan oleh panitia.

Setelah jalan santai, acara kemudian dilanjutkan dengan lomba-lomba khas Agustusan yaitu lomba meniup gelas plastik, lomba memasukkan sedotan ke dalam botol, dan yang paling menarik adalah balap ulat balon. Serunya, seluruh lomba dilakukan dengan kerja sama tim yang melibatkan seluruh pegawai Kemenkeu Satu Bima sehingga acara terselenggara dengan meriah dan penuh kegembiraan. Dan sekitar pukul 09.30 WITA, akhirnya keseruan kegiatan perayaan kemerdekaan ditutup dengan pengumuman doorprize dan pemenang lomba.

 

3.      Upacara Peringatan HUT ke-80 RI

Setiap tahun, pada tanggal 17 Agustus, Kemenkeu Satu Bima menyelenggarakan upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara dilaksanakan di halaman KPPN Bima mulai pukul 06.30 WITA. Seluruh pegawai Kemenkeu Satu Bima diwajibkan hadir mengikuti rangkaian upacara dengan menggunakan seragam putih Kemenkeu. Walaupun dilaksanakan pada hari Minggu, itu tidak mengurangi khidmatnya pelaksanaan upacara. Dalam pelaksanaan upacara, selain sebagai peserta, KPKNL Bima mendapat penugasan sebagai komandan upacara dan tim pengibar bendera.

Setiap peserta upacara berdiri tegak, memberikan penghormatan kepada bendera merah putih sebagai sebuah momentum sakral sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan Republik Indonesia diraih dengan perjuangan yang tidak mudah. Kita juga seharusnya mengenang dan menghargai jasa para pahlawan yang telah berkorban jiwa dan raga demi kemerdekaan. Upacara 17 Agustus juga mengingatkan kita akan pentingnya cinta tanah air, menumbuhkan semangat nasionalisme, dan pada akhirnya berupaya untuk selalu berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.



Penulis: Samba, dokumentasi: Ayuning

Foto Terkait Berita

Floating Icon