Kekayaan Negara di Balik Jalan yang Kita Lewati
Ridwan Ahmad Setyo Prabowo
Selasa, 22 September 2026 |
92 kali
Setiap hari, jalan menjadi bagian dari aktivitas masyarakat. Kita menggunakannya untuk bekerja, bersekolah, berdagang, bepergian, hingga mendistribusikan barang dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Sebagai prasarana transportasi, jalan berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan menghubungkan berbagai aktivitas ekonomi.
Namun, di balik
fungsi tersebut, jalan nasional juga merupakan bagian dari Barang Milik Negara
(BMN) yang memiliki nilai dan perlu dikelola secara tertib. Pengelolaan BMN
mencakup perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pemeliharaan, penilaian, hingga
penatausahaan serta pengawasan dan pengendalian sebagaimana diatur dalam PP
Nomor 27 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 28 Tahun 2020.
Jalan
Memiliki Nilai
Ketika melintasi
jalan, yang terlihat mungkin hanya kendaraan, marka, jembatan, dan perjalanan
menuju tujuan. Dalam pencatatan BMN, infrastruktur tersebut memiliki nilai
sebagai aset negara.
Salah satu
gambaran dapat dilihat pada aset dengan klasifikasi jalan dan jembatan nasional yang
tercatat pada Satuan Kerja (Satker) di lingkup KPKNL Bima, yaitu Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Nusa Tenggara Barat dengan nilai buku mencapai ratusan miliar rupiah.
Nilai tersebut
menunjukkan bahwa jalan bukan sekadar prasarana yang digunakan sehari-hari,
tetapi juga merupakan kekayaan negara yang keberadaan dan nilainya perlu
dicatat serta dipertanggungjawabkan.
Melihat Jalan
dari Perspektif Aset Negara
Nilai sebuah
jalan pada akhirnya terlihat dari manfaat yang dihasilkannya. Jalan
memungkinkan masyarakat bergerak dari satu tempat ke tempat lain, sekaligus
mendukung distribusi hasil pertanian, barang kebutuhan, dan berbagai aktivitas
usaha.
Karena digunakan
secara luas, manfaat jalan tidak hanya dirasakan oleh satu kelompok atau
wilayah. Setiap perjalanan masyarakat dan pergerakan barang menjadi bagian dari
manfaat yang diberikan oleh aset negara tersebut.
Dengan demikian,
jalan yang kita lewati setiap hari memiliki dua sisi yang berjalan bersama:
sebagai prasarana transportasi yang mendukung mobilitas dan sebagai aset negara
yang harus dikelola secara tertib.
Di balik
perjalanan yang tampak sederhana, terdapat kekayaan negara yang dicatat,
dikelola, dan terus diupayakan agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
(Ridwan)
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |