Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Biak
Melirik Perak Sebagai Salah Satu Investasi

Melirik Perak Sebagai Salah Satu Investasi

Alpha Akbar Radytia
Senin, 18 Mei 2026 |   19 kali

Tahukah Sobat KaEN selain emas dan bitcoin, perak kini mulai dilirik oleh para pelaku investasi? Harga perak kini telah menembus angka US$ 60 per ons untuk pertama kalinya di tengah reli bersejarah yang didorong oleh kelangkaan pasokan dan lonjakan permintaan dari investor.

Harga logam ini telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak Januari, karena kekurangan pasokan selama bertahun-tahun, ditambah dengan permintaan yang kuat dari pelaku industri dan investor, menyebabkan kekurangan dan tekanan pasokan yang semakin parah pada bulan Oktober. Nah, untuk lebih mengenal perak, yuk kita bahas satu persatu pengertian perak, asal mula serta kegunaannya bagi umat manusia terutama di zaman modern ini.

Asal Mula Perak dan Kegunaannya

Dikutip dari Wikipedia, Perak adalah unsur logam dengan nomor atom 47. Simbolnya adalah Ag, dari bahasa Latin argentum, dari akar PIE yang direkonstruksi sebagai *herǵ-, "abu-abu" atau "bersinar". Sebuah logam transisi lunak, putih, dan berkilau, ia memiliki konduktivitas listrik, konduktivitas termal, dan reflektivitas tertinggi di antara semua logam. Logam ini terjadi secara alamiah dalam bentuk murni, bentuk bebas (perak asli), sebagai paduan dengan emas dan logam lainnya, dan dalam mineral seperti argentit dan klorargirit. Kebanyakan perak diproduksi sebagai produk samping penambangan tembaga, emas, timah, dan seng.

Perak telah lama dinilai sebagai logam mulia. Lebih melimpah daripada emas, logam perak telah berfungsi di banyak yang sistem moneter pramodern sebagai spesi koin, kadang-kadang bahkan bersama emas. Kemurniannya biasanya diukur berbasis per-mil; paduan murni 94% dijelaskan sebagai "0,940 fine". Selain itu, perak memiliki berbagai aplikasi di luar mata uang, seperti pada panel surya, penyaringan air, perhiasan dan ornamen, peralatan makan dan perabotan bernilai tinggi (muncullah istilah silverware), dan juga sebagai investasi dalam bentuk koin dan bulion. Perak digunakan industri dalam stop kontak dan konduktor listrik, pada cermin khusus, pelapis jendela dan dalam katalisis reaksi kimia. Senyawanya digunakan dalam film fotografi dan sinar-X. Larutan perak nitrat encer dan senyawa perak lainnya digunakan sebagai disinfektan dan mikrobisida (efek oligodinamika), ditambahkan ke perban dan pembalut luka, kateter dan peralatan medis lainnya.

Mengapa Perak Diburu?

Karena harganya yang terjangkau dibanding emas adalah salah satu alasan utama mengapa perak diburu. Bagi investor dengan modal terbatas, perak menjadi pilihan investasi logam mulia yang lebih mudah diakses. Banyak yang melihat ini sebagai peluang karena historisnya, rasio harga emas dan perak pernah lebih rapat. Investor berharap harga perak akan "menyusul" kenaikan harga emas.

Selain itu, tidak seperti emas yang sebagian besar digunakan sebagai penyimpan kekayaan dan perhiasan, sebagian besar permintaan perak (sekitar 80%) berasal dari sektor industri. Perak memiliki sifat konduktivitas listrik dan termal yang sangat baik, serta sifat antimikroba dan reflektif.

Sama seperti emas, perak dianggap sebagai "aset aman" (safe haven asset). Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi global, inflasi tinggi, atau gejolak pasar keuangan, banyak investor beralih ke logam mulia seperti perak untuk melindungi nilai aset mereka dari penurunan daya beli mata uang kertas.

Meskipun lebih melimpah dari emas, ada kekhawatiran tentang menurunnya eksplorasi dan pengembangan tambang perak baru, terutama setelah harga perak sempat turun signifikan pasca 2011. Jika permintaan terus naik sementara pasokan stagnan atau bahkan menurun, ini dapat mendorong harga perak lebih tinggi.

Lebih lanjut, beberapa investor melihat perak sebagai aset dengan potensi kenaikan harga yang lebih cepat dibanding emas, meskipun dengan volatilitas yang lebih tinggi. Contohnya, pada tahun 2020, harga perak naik hingga 210?lam waktu singkat. Ini menarik bagi investor yang bersedia mengambil risiko lebih demi potensi keuntungan yang besar.

Kesimpulannya, utamakan Do Your Own Riset (DYOR) sebelum berinvestasi ya Sobat KaEN dan tidak hanya sekedar ikut-ikutan tren saja. Apapun instrument investasinya semoga dapat memberikan imbal balik yang cukup besar dan perak mungkin bisa jadi salah satu alternatif investasi tersebut.

 

Sumber:

https://money.kompas.com/read/2025/05/08/135344026/tren-investasi-saatnya-lirik-perak-bukan-hanya-emas-dan-bitcoin

https://www.scribd.com/document/346576060/makalah-perak

https://pinterdikit.com/edukasi/mengenal-perak-logam-mulia-penuh-pesona-dan-manfaat/

https://id.wikipedia.org/wiki/Perak

 

 

Penulis : Alpha Akbar / KPKNL Biak#Samber

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon