Komunikasi Lintas Generasi yang tidak Mispersepsi Kunci Capai Tujuan Organisasi
Ari Ma'ruf Faruqi
Senin, 28 Oktober 2024 |
1211 kali
Belakangan ramai dibahas di media sosial perihal keluhan netizen atas sikap Generasi Z (Gen Z) dalam menghadapi dunia kerja. Banyak disampaikan di berbagai platform keluhan seperti kurangnya sopan santun Gen Z terhadap senior dan/atau atasan, mental yang cenderung lemah apabila mendapat tekanan, kurang disiplin dalam memenuhi jam kerja, dan hal lain sebagainya. Tentunya, keluhan tersebut tidak sepenuhnya benar. Faktanya di lapangan masih banyak terdapat Gen Z yang prestasinya baik dan sangat perform di dunia kerja.
Stigma negatif perilaku Gen Z tentu mendapat perhatian yang serius dari banyak pihak. Hal tersebut dikarenakan di pundak merekalah harapan kemajuan bangsa dan negara dipertaruhkan.
Keluhan perilaku Gen Z di dunia kerja dapat menyebabkan konflik horizontal lintas generasi yang pada akhirnya menghambat pencapaian tujuan organisasi. Konflik antar generasi bisa disebabkan salah satunya adanya mispersepsi dalam komunikasi. Komunikasi yang efektif bisa menjadi solusi atas permasalahan ini.
Menurut Tommy Suprapto dalam buku Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi (2009), komunikasi dikatakan efektif apabila Komunikan menerima pesan, makna, atau maksud, sebagaimana yang dikehendaki oleh Pengirim Pesan.
Untuk menciptakan komunikasi lintas generasi yang efektif setidaknya ada 3 (tiga) tips/kiat yang harus dipenuhi yaitu: Kenali Karakteristik Komunikan, Pisahkan Hubungan dari Permasalahan, dan Menjaga Kualitas Hubungan.
A. Kenali Karakteristik Komunikan
Untuk dapat mengenali karakteristik Komunikan kita terlebih dahulu harus mengetahui kekuatan dan kelemahan tiap calon Komunikan. Tentunya Komunikan bisa berasal dari berbagai generasi. Kekuatan dan kelemahan tiap generasi adalah seperti terlihat dalam tabel berikut:
Dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan tiap generasi maka kita dapat mengenal Komunikan atau lawan bicara sehingga bisa meminimalisir mispersepsi yang ada.
B. Pisahkan Hubungan dan Permasalahan
Untuk menciptakan komunikasi yang efektif maka yang perlu dilakukan selanjutnya adalah memisahkan hubungan dari permasalahan. Memisahkan hubungan dari permasalahan bisa dilakukan dengan cara menempatkan diri kita pada posisi lawan bicara. Selain itu, bisa juga mendiskusikan persepsi masing-masing terhadap apa yang sedang dibahas.
C. Menjaga Kualitas Hubungan
Kualitas hubungan yang baik antara Komunikan dengan Pengirim Pesan menjadi hal yang sangat penting karena tanpa hubungan yang baik maka tidak akan tercipta komunikasi yang efektif. Setidaknya ada satu dari beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga hubungan yang baik dalam berkomunikasi yaitu pengendalian emosi. Ada beberapa kiat yang harus diperhatikan dalam pengendalian emosi ketika sedang berkomunikasi, di antaranya:
Demikianlah tiga kiat yang dapat dilakukan untuk menciptakan komunikasi efektif. Dengan komunikasi yang efektif maka interaksi lintas generasi tidak akan menjadi hambatan dalam mencapai tujuan organisasi.
(Moh. Nasrulloh - Kepala Seksi Piutang Negara KPKNL Biak)
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |