KPKNL Bengkulu Hadir Secara Hybrid dalam Lelang Akbar BTN 2026, Dorong Akses Investasi Properti yang Lebih Luas
Ivkrama Sandya Yudha
Senin, 25 Mei 2026 |
10 kali
Bengkulu – Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bengkulu turut berpartisipasi dalam kegiatan Lelang Akbar BTN Tahun 2026 yang diselenggarakan secara hybrid, dengan hadir secara virtual melalui platform Zoom bersama Bank Tabungan Negara (BTN) Bengkulu, Senin (25/5/2026).
Kegiatan yang menjadi agenda nasional ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap investasi properti sekaligus mendukung penguatan sistem keuangan nasional. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan menilai, pelaksanaan Lelang Akbar BTN 2026 menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi pemanfaatan aset.
Direktur Lelang DJKN, Syukriah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lelang Akbar BTN tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan 118 tahun Lelang Indonesia. Momentum tersebut menjadi refleksi atas perkembangan lelang yang kini semakin modern, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Lelang Akbar BTN tahun 2026 mengusung tema Peluang Investasi Properti Tahun 2026. Tema ini sangat relevan dengan kondisi perekonomian saat ini, khususnya dalam membuka akses investasi properti yang lebih luas dan terjangkau,” ujar Syukriah.
Melalui kegiatan ini, baik investor maupun masyarakat umum memiliki peluang untuk memperoleh aset properti dengan nilai investasi yang kompetitif dan prospektif. Hal ini sekaligus menjadi salah satu strategi dalam mendukung penurunan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di sektor perbankan.
Kehadiran KPKNL Bengkulu dalam kegiatan ini menegaskan komitmen DJKN di daerah untuk terus bersinergi dengan BTN dan para pemangku kepentingan lainnya dalam menyukseskan pelaksanaan lelang secara nasional. Partisipasi secara hybrid juga menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dalam mendukung layanan lelang yang lebih efektif dan inklusif.
DJKN sendiri terus melakukan transformasi layanan melalui penguatan sistem dan regulasi, salah satunya dengan implementasi aplikasi lelang hasil reengineering yang telah digunakan secara nasional. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, mempercepat proses, serta mempermudah akses masyarakat terhadap layanan lelang.
Selain itu, strategi pengelolaan aset berbasis klaster wilayah yang diterapkan BTN dinilai mampu meningkatkan efektivitas koordinasi antara BTN dan KPKNL di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Sumatera seperti Bengkulu. Pendekatan ini juga diharapkan dapat mempercepat pemulihan aset dan memperkuat sinergi lintas wilayah.
Dengan koordinasi yang solid, komunikasi terbuka, serta komitmen bersama antarinstansi, pelaksanaan Lelang Akbar BTN 2026 diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan aktivitas ekonomi, penguatan sistem keuangan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang pengelolaan kekayaan negara dan lelang. (isy)
Foto Terkait Berita