Letak Strategis, Lahan RRI Bengkulu Diminati untuk Kegiatan Usaha maupun Acara
N/A
Kamis, 05 Desember 2019 |
553 kali
Bengkulu – Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bengkulu melaksanakan penelitian lapangan atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah dan bangunan yang sudah atau akan disewakan pada Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Bengkulu, Rabu sore (4/12).
Pelaksana seksi Pengelolaan Kekayaan Negara Eko Haryono HS dan David Marulitua Siregar beserta pelaksana seksi Kepatuhan Internal Easterlita Candrawati Tanto, mendatangi objek pemanfaatan BMN melalui sewa berupa tanah di Jalan Halmahera, Kelurahan Surabaya, Kota Bengkulu. “Tim Penilai KPKNL Bengkulu nanti yang akan melakukan penilaian dan menentukan nilai wajar sewa, langkah awal kami lakukan penelitian atas kelayakan sewa”, ujar Eko.
Pada tanah negara tersebut terdapat dua bangunan yakni toko perabotan rumah tangga dan bengkel motor. Selain digunakan untuk kepentingan pelaku usaha, di atas tanah tersebut juga dioptimalkan untuk dunia pendidikan, dimana berdiri bangunan PAUD Angkasawan.
Menurut pihak LPP RRI Syahrizal, sebagian tanah yang masih kosong tersebut juga menarik minat masyarakat untuk mendukung kegiatan usaha atau bisnisnya, khususnya yang langsung berbatasan dengan jalan. “Kami dihubungi beberapa masyarakat yang mengaku tertarik untuk menyewa sebagian tanah LPP RRI untuk kegiatan usaha”, ujarnya.
Kantor LPP RRI yang terletak di sudut perempatan lalu lintas di Jalan S.Parman No.31, Kelurahan Padang Jati, Kota Bengkulu, juga sangat potensial untuk mendatangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Salah satu perusahaan penyedia layanan telekomunikasi mengajukan permohonan sewa untuk site provider pada sebagian tanah yang di atasnya berdiri bangunan menara radio. “Jangka waktu sewa tiga tahun, mulai April 2020 hingga 2023”, terang Eko.
LPP RRI juga ingin mengoptimalkan bangunan auditorium melalui sewa dimana dapat digunakan masyarakat untuk menyelenggarakan kegiatan diantaranya seminar, expo, termasuk resepsi pernikahan. Selain itu, juga disewakan sebagian tanah yang diatasnya berdiri panggung.
Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara Sondang Septhiani Rosalina
mengharapkan apa yang dilakukan LPP RRI dapat diikuti oleh satker-satker
kementerian/lembaga dalam optimalisasi BMN, sehingga BMN tersebut dapat
produktif. “BMN yang produktif itu menghasilkan manfaat, diantaranya mendukung
tugas dan fungsi pelayanan publik, mendorong perekonomian masyarakat tumbuh,
dan mendatangkan PNBP”, ujarnya. (DJKN/buprast)
Foto Terkait Berita