Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Batam
Perkuat Tata Kelola, Universitas Maritim Raja Ali Haji Selenggarakan Sosialisasi Pengelolaan Barang Milik Negara

Perkuat Tata Kelola, Universitas Maritim Raja Ali Haji Selenggarakan Sosialisasi Pengelolaan Barang Milik Negara

Yuliawan Anastasius
Jum'at, 05 Desember 2025 |   217 kali

(Tanjungpinang). Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) mengundang KPKNL Batam untuk menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dalam rangka meningkatkan pemahaman dan memperkuat tata kelola Barang Milik Negara. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 4 Desember 2025 bertempat di Kampus UMRAH Jalan Raya Dompak, Kota Tanjungpinang. Kegiatan tersebut dibuka oleh Aan Wahyudi selaku Kepala Biro Umum dan Keuangan UMRAH serta dihadiri oleh tim pengelolaan dan penatausahaan BMN, tim perencanaan dan pengadaan, dan tim keuangan pada masing-masing fakultas berikut satuan pengawas internal (SPI).

UMRAH merupakan satuan kerja di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan merupakan salah satu universitas negeri termuda di Indonesia. Saat ini UMRAH menyelenggarakan layanan pendidikan melalui 6 (enam) fakultas dan 1 (satu) program pasca sarjana.

UMRAH merupakan satuan kerja pemilik BMN terbanyak ketiga di wilayah kerja KPKNL Batam. Terdaftar lebih dari 51.000 Nomor Urut Pendaftaran (NUP) BMN dengan nilai perolehan lebih dari Rp500 miliar.

Suryanzah Setiadi sebagai salah satu pembicara yang mewakili KPKNL Batam dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pengelolaan BMN tidak berhenti hanya pada saat pengadaan BMN tersedia dan selesai ditatausahakan. Namun, BMN tersebut harus dikelola mulai dari perencanaan sampai dengan proses penghapusan sampai dengan BMN tersebut dapat menghasilkan manfaat ekonomi bagi satuan kerja berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Suryanzah juga mengajak peserta untuk merefleksikan pengelolaan BMN melalui pendekatan capital expenditure (CAPEX). Bahwa dalam pengelolaannya, BMN pada akhirnya memerlukan adanya CAPEX, baik dalam proses pengadaan,pemeliharaan, dan/atau dalam rangka pemanfaatan. Untuk itu, diperlukan sinergi dari unsur tim pengelola BMN, tim pengadaan, tim keuangan hingga komitmen dari pimpinan satuan kerja agar pengelolaan BMN dapat memberikan manfaat yang optimal dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi pemerintahan.

Tidak kalah pentingnya, Rizqi Rahmatsyah sebagai pembicara kedua menyampaikan bahwa terhadap BMN yang digunakan dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi perlu untuk dilakukan pengamanan dan pemeliharaan yang memadai. Sebagai contoh, dalam pengamanan BMN berupa tanah perlu dipastikan terkait dengan patok-patok batas tanah, pemberian pagar, pemberian papan plang nama sesuai dengan standar papan nama BMN, sampai dengan pengurusan bukti kepemilikan berupa sertipikat tanah. Hal tersebut perlu dilakukan untuk memastikan BMN berstatus clean and clear.

 

---oo0oo--

Foto Terkait Berita

Floating Icon